A A
RSS

Biografi Siti Aisyah

Wed, Mar 10, 2010

Manaqib

Siti+Aisyah Biografi Siti Aisyah

Siti Aisyah memiliki gelar ash-Shiddiqah, sering dipanggil dengan Ummu Mukminin, dan nama keluarganya adalah Ummu Abdullah. Kadang-kadang ia juga dijuluki Humaira’. Namun Rasulullah sering memanggilnya Binti ash-Shiddiq. Ayah Aisyah bernama Abdullah, dijuluki dengan Abu Bakar. Ia terkenal dengan gelar ash-Shiddiq. Ibunya bernama Ummu Ruman. Ia berasal dari suku Quraisy kabilah Taimi di pihak ayahnya dan dari kabilah Kinanah di pihak ibu.

Sementara itu, garis keturunan Siti Aisyah dari pihak ayahnya adalah Aisyah binti Abi Bakar ash-Shiddiq bin Abi Quhafah Utsman bin Amir bin Umar bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Fahr bin Malik. Sedangkan dari pihak ibu adalah Aisyah binti Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abd Syams bin Itab bin Adzinah bin Sabi’ bin Wahban bin Harits bin Ghanam bin Malik bin Kinanah.

Siti Aisyah lahir pada bulan Syawal tahun ke-9 sebelum hijrah, bertepatan dengan bulan Juli tahun 614 Masehi, yaitu akhir tahun ke-5 kenabian. Kala itu, tidak ada satu keluarga muslim pun yang menyamai keluarga Abu Bakar ash-Shiddiq dalam hal jihad dan pengorbanannya demi penyebaran agama Islam. Rumah Abu Bakar saat itu menjadi tempat yang penuh berkah, tempat makna tertinggi kemuliaan, kebahagiaan, kehormatan, dan kesucian, dimana cahaya mentari Islam pertama terpancar dengan terang.

Dari perkembangan fisik, Siti Aisyah termasuk perempuan yang sangat cepat tumbuh dan berkembang. Ketika menginjak usia sembilan atau sepuluh tahun, ia menjadi gemuk dan penampilannya kelihatan bagus, padahal saat masih kecil, ia sangat kurus. Dan ketika dewasa, tubuhnya semakin besar dan penuh berisi. Aisyah adalah wanita berkulit putih dan berparas elok dan cantik. Oleh karena itu, ia dikenal dengan julukan Humaira’ (yang pipinya kemerah-merahan). Ia juga perempuan yang manis, tubuhnya langsing, matanya besar, rambutnya keriting, dan wajahnya cerah.

Tanda-tanda ketinggian derajat dan kebahagiaan telah tampak sejak Siti Aisyah masih kecil pada perilaku dan grak-geriknya. Namun, seorang anak kecil tetaplah anak kecil, dia tetap suka bermain-main. Walau masih kecil, Aisyah tidak lupa tetap menjaga etika dan adab sopan santun ajaran Rasulullah di setiap kesempatan.

Pernikahan Rasulullah dengan Siti Aisyah merupakan perintah langsung dari Allah, setelah wafatnya Siti Khadijah. Setelah dua tahun wafatnya Khadijah, turunlah wahyu kepada kepada Rasulullah untuk menikahi Aisyah, kemudian Rasulullah segera mendatangi Abu Bakar dan istrinya, mendengar kabar itu, mereka sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah setuju menikahi putri mereka. Maka dengan segera disuruhlah Aisyah menemui beliau.

Pernikahan Rasulullah dengan Siti Aisyah terjadi di Mekkah sebelum hjirah pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian. Ketika dinikahi Rasulullah, Siti Aisyah masih sangat belia. Di antara istri-istri yang beliau nikahi, hanyalah Aisyah yang masih dalam keadaan perawan. Aisyah menikah pada usia 6 tahun. Tujuan inti dari pernikahan dini ini adalah untuk memperkuat hubungan dan mempererat ikatan kekhalifahan dan kenabian. Pada waktu itu, cuaca panas yang biasa dialami bangsa Arab di negerinya menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan fisik anak perempuan menjadi pesat di satu sisi. Di sisi lain, pada sosok pribadi yang menonjol, berbakat khusus, dan berpotensi luar biasa dalam mengembangkan kemampuan otak dan pikiran, pada tubuh mereka terdapat persiapan sempurna untuk tumbuh dan berkembang secara dini.

Pada waktu itu, karena Siti Aisyah masih gadis kecil, maka yang dilangsungkan baru akad nikah, sedangkan perkawinan akan dilangsungkan dua tahun kemudian. Selama itu pula beliau belum berkumpul dengan Aisyah. Bahkan beliau membiarkan Aisyah bermain-main dengan teman-temannya. Kemudian, ketika Aisyah berusaha 9 tahun, Rasulullah menyempurnakan pernikahannya dengan Aisyah. Dalam pernikahan itu, Rasulullah memberikan maskawin 500 dirham. Setelah pernikahan itu, Aisyah mulai memasuki rumah tangga Rasulullah.

Pernikahan seorang tokoh perempuan dunia tersebut dilangsungkan secara sederhana dan jauh dari hura-hura. Hal ini mengandung teladan yang baik dan contoh yang bagus bagi seluruh muslimah. Di dalamnya terkandung hikmah dan nasehat bagi mereka yang menganggap penikahan sebagai problem dewasa ini, yang hanya menjadi simbol kemubaziran dan hura-hura untuk menuruti hawa nafsu dan kehendak yang berlebihan.

Dalam hidupnya yang penuh jihad, Siti Aisyah wafat dikarenakan sakit pada usia 66 tahun, bertepatan dengan bulan Ramadhan, tahun ke-58 Hijriah. Ia dimakamkan di Baqi’. Aisyah dimakamkan pada malam itu juga (malam Selasa tanggal 17 Ramadhan) setelah shalat witir. Ketika itu, Abu Hurairah datang lalu menshalati jenazah Aisyah, lalu orang-orang pun berkumpul, para penduduk yang tinggal di kawasan-kawasan atas pun turun dan datang melayat. Tidak ada seorang pun yang ketika itu meninggal dunia dilayat oleh sebegitu banyak orang melebihi pelayat kematian Aisyah.

Sumber Asli:
- Arief, Nurhaeni. Engkau Bidadari Para Penghuni Surga, Kisah Teladan Wanita Saleha. Kafila: Yogyakarta: 2008
- Taman, Muslich. Pesona Dua Ummul Mukminin, Teladan Terbaik Menjadi Wanita Sukses dan Mulia. Pustaka Al-Kautsar: Jakarta. 2008
- Razwy, Syeda. A. Khadijah, The Greatest of First Lady of Islam. Alawiyah Abdurrahman (terj.). Mizan Publika: Jakarta. 2007
- an-Nadawi, Sulaiman. ‘Aisyah, The Greatest Woman in Islam. Firdaus (terj.). Qisthi: Jakarta. 2007
- asy-Syathi’, Aisyah Abdurrahman. Nisa’ an-Nabiy Alaihi ash-Shalatu wa as-Salam. Zaki Alkaf (terj.). Pustaka Hidayah: Bandung. 2001

Popularity: 100% [?]

Related posts:

  1. Biografi dan Arti Gelar Leluhur Alawiyyin

Tags: isteri rasulullah, siti aisyah, wanita solehah, wanita surga

10 Responses to “Biografi Siti Aisyah”

  1. annisa says:

    Assalamu alaikum..

    Salam kenal..tadi coba2 cari riwayat mengenai usia pernikahan Siti Aisyah dengan Rasulullah, benar tidak beliau menikahi Siti Aisyah pada umur 6 atau 7 tahun, ini ada linknya, mungkin bisa di jadikan sekedar bahan pembanding, http://forum-arsip1.swaramuslim.com/more.php?id=3704_0_26_675_M

    wassalam..

  2. shifa faujiah says:

    assalamualaikum wr. wb
    senang rasanya bisa membaca biografi tentang siti aisyah ra
    seorang wanita soleha, yang cerdas ….
    yang dari lisan nya keluar ribuan hadist rosulullah ,,
    sosok wanita yang patut jadi tauladan, isteri yang soleh,
    seseorang yang beruntung dapat bersanding dengan baginda rosululloh saw ,

  3. hamba Allah says:

    mana ada cerita nikah umur 6 tahun….
    tolong lah dicari dl riwayatnya yang benar sebelum di publikasikan.
    biar yang kurang tahu ga jadi tambah tersesat.

    mengamini siti aisyah menikah umur 6 tahun ya sama aja ngasih umpan lambung buat pencela Rasulullah….

  4. mita says:

    ada yg mengatakan st aisyah lahir pada 17 sblm hijriyah & usia prnikahan di usia 19 th..

  5. nenk ratu says:

    kagum sekali sm siti aisyah

  6. muchiyat says:

    Siti aisya nikah dng nabi Muhammad bukan berumur 7 th tp yg benar berumur 17 th atau 18 th,tlong kl nulis jng asal tulis aj tp kaji dengan benar ilmu sejarah islam dan kitabny

  7. admin says:

    Terima kasih atas informasi yg telah diberikan, mohon disertakan referensinya juga atas informasi yg antum ketahui.

  8. Dwiansyah says:

    Kalau umur Kakak Aisha berapa tahun? Ketika Aisha kawin berapa umur Kakaknya ketika itu?
    Selisih umur antara Aisha dan Kakaknya berapa tahun?
    Mohon penjelasannya…

  9. Alam says:

    Umur Siti
    Aisyah dibanding
    dengan umur
    kakaknya Asma`. Ibnu
    Hajar Al Asqalani
    mengatakan didalam
    kitab (Taqribu’l-tehzib,
    Ibn Hajar Al-Asqalani,
    Pg 654,” Dia (Asma`)
    hidup 100 tahun dan
    meninggal pada 73, 74
    Hijrah ”
    Ibn Katheer
    mengatakan didalam
    kitabnya : (Al-Bidayah
    wa’l-nihayah, Ibn
    Kathir, Vol 8, Pg 372,
    ” Bahawa Asma adalah
    kakak Siti Aisyah. Asma
    wafat dalam tahun 73
    Hijrah dan umur beliau
    adalah 100 tahun.
    Asma` adalah 10 tahun
    lebeh tua dari Siti
    Aisyah.
    {73 Hijrah = 695 Masihi}
    695 Masihi/ 73 Hijrah
    umur Asma = 100
    tahun maka 622
    Masihi , 1 Hijrah umur
    Asma = 27 tahun (100
    tahun – 73 tahun = 27
    tahun ) sehingga umur
    Siti Aisyah – 17 tahun
    (10 tahun lebeh muda
    dari kakaknya Asma)
    623 Masihi/2 Hijrah.
    Oleh itu Siti Aisyah
    berkahwin dengan Nabi
    Muhammad saw pada
    umur 18 tahun.

  10. oki says:

    REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO — Di mata pembenci Islam, Nabi Muhammad SAW adalah sosok pria hidung belang yang memiliki kelainan seks kepada anak di bawah umur (pedofilia), ketika menikahi Aisyah ra, bocah perempuan berusia sembilan tahun.

    Namun, seorang ulama Pakistan, Hakim Niyaz Ahmad mementahkan teori para pembenci Islam kepada Rasulullah SAW tersebut. Dalam bukunya ‘Kebenaran Usia Aisyah’, Hakim menegaskan Aisyah ra sudah berusia 19 tahun ketika dipinang Rasulullah SAW.

    “Kebanyakan sumber, terutama Abu Naim al-Isfahani, mengatakan Asma berusia 27 tahun ketika hijrah ke Madinah. Artinya, Aisyah ra saat itu setidaknya sudah berusia 17 tahun,” tulis Hakim, seperti dinukil dari Bikyamasr.com, Ahad (9/12).

    Asma tak lain adalah kakak Aisyah ra. Sejumlah ulama seperti Mishkat al-Masabih, Al-Bidaya wa’lNihaya, Siyar a’lam al-Nubala, dan al-Isti’ab menyimpulkan perbedaan usia Asma dengan Aisyah ra sekitar sepuluh tahun. Sedangkan Asma diperkirakan meninggal dunia di usia seratus tahun pada 73 Hijriyah. Artinya, Asma lahir tahun 27 Sebelum Hijriyah, sementara Aisyah lahir pada 17 Sebelum Hijriyah.

    Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra terjadi sekitar 2 Hijriyah. Artinya, Aisyah ra berumah tangga dengan Rasulullah SAW pada usia 19 hingga 20 tahun.

    Hakim menyebut, penemuannya itu menggugurkan sejumlah hadits yang menyebut putri Abu Bakar al-Siddiq itu menikah dengan Rasulullah ketika berusia sembilan tahun, seperti diriwayatkan Hisyam Urwa.

    Hakim berpendapat, penuturan Hisyam kurang shahih. Meski secara umum Hisyam adalah orang yang bisa diandalkan, namun ketika itu usianya sudah menginjak 84 tahun, sehingga para ulama Madinah ketika itu sudah kurang mempercayai lantaran ingatannya mulai melemah.

    Apalagi kebanyakan dari sumber hadist Hisyam sudah meninggal, sehingga sulit membuktikan ucapannya. Ketika Hisyah meriwayatkan hadist sekitar tahun 145 Hijriyah atau 140 tahun setelah Rasulullah SAW menikahi Aisyah ra.

    Hakim menyimpulkan Aisyah ra memang sudah menginjak usia siap menikah. Teorinya itu berdasarkan hasil penelusuran berbagai dokumen agama dan sejarah.

    Lebih jauh Hakim menjelaskan sebelum dinikahi Rasulullah SAW, Aisyah sebenarnya sudah bertunangan dengan Jubair bin Mutam. Tapi keluarga Jubair, khususnya sang ayah yang seorang pemimpin Quraish, memutuskan pertunangan tersebut lantaran tidak terima calon menantunya masuk Islam.

    Sebelumnya Abu Bakar yang sudah memeluk Islam, berunding dengan keluarga Jubair dan bermaksud memutuskan ikatan pertunangan Aisyah dengan Jubair. Setelah kedua keluarga sepakat memutuskan tali pertunangan, baru Rasulullah SAW melamar Aisyah.

    Fakta Abu Bakar bisa bernegosiasi untuk memutuskan tali pertuangan, menjadi bukti jika Aisyah adalah perempuan dewasa dan sudah siap menikah.

Leave a Reply

Sponsor

Kios Nabawi – Toko Online Majelis Rasulullah

Toko Online Majelis Rasulullah

Kampanye Helm Majelis Rasulullah

Statistik

UserOnline