A A
RSS

Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya

Wed, Mar 10, 2010

Kisah dan Hikmah, Mutiara Rasul

Nabi+Muhammad Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya

Islam sampai kepada kita saat ini tidak lain berkat jasa Baginda Rasulullah Muhammad Saw sebagai sosok penyampai risalah Allah yang benar dan di ridhai. Dan nanti di padang mahsyar, tiap umat Islam pasti akan meminta syafa’at dari beliau dan menginginkan berada di barisan beliau. Namun, pengakuan tidaklah cukup sekedar pengakuan. Pasti yang mengaku umat beliau akan berusaha mengikuti jejak beliau dengan jalan mengikuti sunnah-sunnah beliau dan senantiasa membasahi bibir ini dengan mendoakan beliau dengan cara memperbanyak shalawat kepada Rasulullah

Sejarah tak akan mampu mengingkari betapa indahnya akhlak dan budi pekerti Rasulullah tercinta, Sayyidina Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam hingga salah seorang istri beliau, Sayyidatina Aisyah mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah “Al-Qur’an”. Tidak satu perkataan Rasulullah merupakan implementasi dari hawa nafsu beliau, melainkan adalah berasal dari wahyu ilahi. Begitu halus dan lembutnya perilaku keseharian beliau. Rasulullah adalah sosok yang mandiri dengan sifat tawadhu’ yang tiada tandingnya.

Beliau pernah menjahit sendiri pakaiannya yang koyak tanpa harus menyuruh istrinya. Dalam berkeluarga, beliau adalah sosok yang ringan tangan dan tidak segan-segan untuk membantu pekerjaan istrinya di dapur. Selain itu dikisahkan bahwa beliau tiada merasa canggung makan disamping seorang tua yang penuh kudis, kotor lagi miskin. Beliau adalah sosok yang paling sabar dimana ketika itu pernah kain beliau ditarik oleh seorang Badui hingga membekas merah dilehernya, namun beliau hanya diam dan tidak marah.

Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa ketika beliau mengimami shalat berjamaah, para sahabat mendapati seolah-olah setiap beliau berpindah rukun terasa susah sekali dan terdengar bunyi yang aneh. Seusai sholat, salah seorang sahabat, Sayyidina Umar bin Khatthab bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat. Sedang sakitkah engkau ya Rasulullah?.” “Tidak ya Umar. Alhamdulillah aku sehat dan segar.” Jawab Rasulullah. “Ya Rasulullah, mengapa setiap kali Baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuh baginda saling bergesekkan? Kami yakin baginda sedang sakit”. Desak Sayyidina Umar penuh cemas.

Akhirnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut ketika mendapati perut Rasulullah yang kempis tengah di lilit oleh sehelai kain yang berisi batu kerikil sebagai penahan rasa lapar. Ternyata, batu-batu kerikil itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah bergerak. Para sahabat pun berkata, “Ya Rasulullah, adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk tuan?.” Baginda Rasulullah pun menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti.

Teramat agung pribadi Rasulullah sehingga para sahabat yang ditanya oleh seorang Badui tentang akhlak beliau hanya mampu menangis karena tak sanggup untuk menggambarkan betapa mulia akhlak beliau. Beliau diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia dan sebagai suri tauladan yang baik sepanjang zaman.

Saudaraku, sungguh kehadiran Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia lewat segala hal yang beliau contohkan kepada umat manusia. Beliau tidak pernah pandang bulu dalam hal menghargai manusia, penuh kasih sayang, tidak pernah mendendam, malahan beliau pernah menangis ketika mengetahui bahwa balasan kekafiran adalah neraka yang menyala-nyala hingga menginginkan umat manusia untuk meng-esakan Allah.

Cukup kiranya beliau yang jadi suri tauladan kita, umat Islam khususnya yang hari ini sebagian sudah sangat jauh dari akhlak Rasulullah, baik dalam tindakan maupun perkataan yang menyejukkan. apa yang dikatakan oleh seorang sastrawan Pakistan, Muhammad Iqbal dalam salah satu karyanya dapat kita jadikan renungan bersama dimana beliau berkata: “Barangsiapa yang mengaku umat Nabi Muhammad, hendaklah berakhlak seperti beliau (Nabi Muhammad)”.

Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa “Belum beriman seseorang sehingga aku (Rasulullah Muhammad Saw) lebih dicintainya daripada ayahnya, anak-anaknya dan seluruh manusia” (HR. Bukhari). Kita tidak tahu apakah nanti akan diakui Rasulullah sebagai umatnya atau tidak kelak di yaumul qiamah. Namun satu yang pasti bahwa semua ingin berada di barisan beliau. maka, marilah kita sama-sama berusaha untuk mengikuti akhlak beliau semampu diri kita, sebagai suri tauladan kita yang utama, memperbanyak ucapan sholawat untuknya, membela sunnahnya, bukan malah membelakanginya (mari berlindung dari hal demikian), sebagai bagian dari rasa cinta kita terhadapnya.

Mari kita sampaikan salam dan shalawat kepada Rasulullah, yang dengannya kita akan peroleh cinta dan Syafa’atnya kelak di yaumul mahsyar. insya Allah…Amiin.

Popularity: 38% [?]

Related posts:

  1. Nabi tidak Ridha Umatnya di Neraka
  2. Meneladani Akhlak Rasulullah Saw, Strategi Dakwah yang Santun
  3. Kehalusan, Kelembutan, dan Kesabaran Rasulullah
  4. Sulitnya Melepas Cinta Dunia Walau Ditukar Surga
  5. Akhlak Rasulullah di Undang Makan Seorang Budak

Tags: akhlak, budi pekerti, Nabi Muhammad, Rasululllah

12 Responses to “Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya”

  1. LOVERASULLULLAH says:

    masyaAllah…..
    hanya air mata yang bisa menjadi feedback untuk akhlak agung rasul kita yang mulia ini…..Ya Allah kami berlindung di bwh mu YA ALLAH….

  2. fino says:

    apa bisa pendosa seperti kita mengikuti jejaknya dan bersaing dengan sahabat2 rasulullah saw yang luar biasa juga.. ya Allah.. mohon izin share, jazakallah

  3. klulaku says:

    Seseorang akan bersama orang yang ia cintai

    , Insya Allah kita semua kelak nanti akan bersama dikumpulkan di bawah panji Sayyidina Muhammad Sallallahu alaihi wasallam, Amiin

  4. rahadi says:

    Ya allah…
    moga kami selalu menjadi hamba mu
    yang sholeh..
    dan sa berkumpul dengan sayyida Muhannad Sallallahy alaihi wasallam

    Amin

  5. rahadi says:

    Ya allah…
    moga kami selalu menjadi hamba mu
    yang sholeh..
    dan sa berkumpul dengan sayyida Muhammad Sallallah alaihi wasallam

    Amin

  6. chadiba says:

    Ya Rasul, kami umatmu sangat merindukanmu.
    Berabad jarak darimu ya rasul, serasa dikau disini.
    Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada pemimpin, nabi, utusan, kekasih kami, Nabi Muhammad SAW

  7. cintia says:

    Assalamualaikum,
    Saya sangat tersentuh membacanya & mencoba membroadcast kisah rasulullah dgn lilitan batu kerikil di perutnya melalui blackberry messager.
    Ada yg dpt menerimanya,namun saya jg dpt kritikan dr spupu saya tentang kefalidan kisah tsb,
    Dia bilang setau dirinya rasul itu kaya harta,dy seorang padagang,jd patut dipertanyaan kefalidan dr kisah tsb,dy jg blng berpedoman dr alQuran jgn dr sumber yg lain.
    Apa saya blh tau drmna referensi kisah tsb & berpedoman dr hadist & ayat apa ya?
    Terimakasih :)

  8. ben says:

    Allahumma shali ala muhammad wa alaihi wa sohbihi wassalam.
    Allahumma shali ala muhammad wa alaihi wa sohbihi wassalam.
    Allahumma shali ala muhammad wa alaihi wa sohbihi wassalam.

  9. Agus Mulyadi says:

    ms..aq copy ya..u bahan mading….

  10. alkisah says:

    Silahkan, mudah2an bermanfaat

Leave a Reply

Statistik

UserOnline