<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alkisah.web.id - kisah kisah teladanalkisah.web.id - kisah kisah teladan</title>
	<atom:link href="http://alkisah.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alkisah.web.id</link>
	<description>kisah nabi, rasul dan orang soleh</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 10:06:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sulitnya Melepas Cinta Dunia Walau Ditukar Surga</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2012/01/sulitnya-melepas-cinta-dunia-walau-ditukar-surga.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2012/01/sulitnya-melepas-cinta-dunia-walau-ditukar-surga.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 08:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[cinta dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kikir]]></category>
		<category><![CDATA[kisah rasul]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[Di Kota  suci Madinah, saat Rasul masih hidup, tersebutlah seorang pria miskin  yang sedang melintas di sebuah kebun kurma. Hari itu di merasa lapar dan  tidak harta yang dimiliki untuk sekadar membeli makanan. Saat dia  berjalan dan melamun di kebun kurma itu tanpa sengaja dia tertubruk  dengan jumputan buah kurma [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2011/04/dunia-yang-nisbi-kalam-al-habib-abdullah-bin-husain-bin-thahir.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dunia yang Nisbi &#8211; Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir'>Dunia yang Nisbi &#8211; Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/03/cinta-rasulullah-terhadap-umatnya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya'>Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/03/10-sahabat-yang-dijamin-masuk-surga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga'>10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2012/01/cinta-kpd-dunia-adalah-gerbang-kejahatan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-985" title="cinta-kpd-dunia-adalah-gerbang-kejahatan" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2012/01/cinta-kpd-dunia-adalah-gerbang-kejahatan.jpg" alt="cinta kpd dunia adalah gerbang kejahatan Sulitnya Melepas Cinta Dunia Walau Ditukar Surga" width="300" height="210" /></a>Di Kota  suci Madinah, saat Rasul masih hidup, tersebutlah seorang pria miskin  yang sedang melintas di sebuah kebun kurma. Hari itu di merasa lapar dan  tidak harta yang dimiliki untuk sekadar membeli makanan. Saat dia  berjalan dan melamun di kebun kurma itu tanpa sengaja dia tertubruk  dengan jumputan buah kurma yang menjuntai hampir menyentuh tanah. Pria  itupun khilaf dan tak kuasa menahan diri memetik dan memakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu juga kesialan menimpa dirinnya. Perbuatannya itu diketahui  pemilik kebun yang segera menghardiknya dan mengacungkan parang.  Kesialan itu semakin bertambah karena ternyata pemilik kebun kurma itu  sangat kikir. “Aku akan bawa kamu dan adukan kamu kepada Rasulullah.  Biar tanganmu dipotong”. Pria miskin itu tidak bisa berbuat banyak  karena merasa bersalah. “Tapi apakan tanganku akan dipotong hanya karena  sebuah kurma?”. Ia membatin seraya pasrah digiring oleh sang pemilik  kebun.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya Rasul potong tangan orang ini. Ia telah mencuri di kebunku!”.  Pemilik kebun itu berkata pada Rasulullah seraya menenteng pria miskin  di sebelah tangannya. “Apa yang kau curi, wahai saudaraku?” Rasul Saw  bertanya dengan penuh kesabaran. ” Maafkan aku yaa Rasulullah. Aku telah  mencuri sebutir kurma dari kebun bapak ini. Aku Khilaf, ya Rasul. ..Aku  lapar”. Pemuda itu mengiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasul Saw menghela nafas sejenak. Kali in pandangannya ditujukan  kepada sang pemilik kebun. “Hmm…rupanya hanya sebutir kurma. Mengapa  tidak kau infakkan saja kepadanya sehingga engkau mendapatkan kebaikan  dan pahala yang berlipat?.” Rasul bertanya dan menunggu jawaban dari  sang pemilik kebun.”Tidak yaa Rasulullah. Orang ini harus diberi  pelajaran. Kalai dibiarkan nanti menjadi kebiasaan. Aku tidak mau  menginfakkan kurma itu. Aku memilih agar orang ini dipotong tangannya  saja!”. Ia menyergah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Infakkan wahai saudaraku…!” Atau maukan kau aku tawarkan yang lebih  hebat lagi..? infakkan pohon kurma yang lebat itu, dan engkau akan  mendapat surga karenanya..”. Rasul menerbitkan senyum dari sudut  bibirnya tanda optimistis menunggu respon dari sang pemilik kebun.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang pemilik kebun menerawang sesaat. Kepalanya diangkat ke arah  langit. Ia menimbang-nimbang kebenaran janji yang baru saja disebutkan  Rasulullah untuknya. Terakhir iapun menghelakan nafas sambil berujar,”  Surga ya Rasulullah?!. Apakah sedemikian remeh kau tawarkan surga hanya  dengan sebatang kurma?. Tidak…Aku tidak menginginkannya!” Bantah pemikik  kebun itu tak percaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasul Saw tersentak, tak terbayang olehnya kekikiran yang dimiliki  oleh salah seorang umatnya. Namun Allah SWT tidak akan membiarkan hati  rasul berubah sedih. Lalu terdengar tutur seorang pria yang juga turut  hadir dalam kesempatan itu.”Wahai pemilik kebun, apabila engkau tidak  mau menerima tawaran Rasulullah mengapa tidak engkau jual saja padaku?:</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah dan pemilik kebun itu tertegun. Pada saat bersamaan  keduanya menoleh pada sumber suara. Pemilik kebun itu berkata padanya,”  Aku tidak akan menjual pohon kurma itu dengan harga yang murah, wahai  saudaraku?’. Kesombongan itu terdengar dalam nada suaranya. “Berapa yang  kau minta demi pohon kurma itu?”. Sumber suara menunjukkan  keseriusannya.”Aku akan tukar pohon kurma lebatku itu dengan 40 batang  pohon kurma. Ayo! Bagaimana? Apakah kamu mau membelinya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Harga yang amat hebat dan fantastis dan tidak masuk akan. Sebuah  harga yang muncul dari sifat kekikiran yang membawa pada ketamakan.  Namun kenikmatan surga tidaklah sebanding dengan mahalnya dunia. Pria  itu lalu membalas,” Baik, aku akan membeli pohon kurma itu dengan 40  batang kurma yang aku miliki. Bahkan, jika engaku meminta lebih dari  itu, aku pun akan membelinya demi mendapatkan surga di akhirat nanti”</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya dijuallah pohon itu dengan 40 batang pohon kurma lainya.  Kemudian pembeli pohon tadi mengikhlaskan kurma yang telah dimakan oleh  pria miskin tadi sebagai infak. Sementara si pemilik kebun pelit telah  mendapatkan keuntungan dunia yang berkali lipat. Namun karena  kekikirannya, ia telah menyia-nyiakan ajakan Rasulullah demi mendapatkan  surga di sisi Allah Ta’ala</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ini kemudian menyebabkan turunnya (asbabun nuzul) beberapa surat Al-Lail</p>
<h2 style="text-align: justify;">فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (٥)وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى  (٦)فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى (٧)وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى  (٨)وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى (٩)فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى (١٠)وَمَا  يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى (١١</h2>
<p style="text-align: justify;"><em>Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan  bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami  kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan Adapun orang-orang  yang bakhil dan merasa dirinya cukup Serta mendustakan pahala terbaik,  Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya  tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. (QS. Al Lail (92):  5-11</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan menyimak kisah ini, kita dapat membuktikan bahwa betapa  susahnya untuk melepaskan diri dari kecintaan terhadap dunia.  Lihatlah…saat itu yang menawarkan surga adalah Rasulullah langsung. Dan  karena harta yang berlimpah dan sangat dicintai, maka kesempatan langkah  untuk mendapatkan surga yang tak terkira dan kekal pun dilepaskan.  Apalagi di jaman sekarang..Rasulullah telah meninggalkan kita…Dunia  semakin penuh kesemrawutan dalam memperebutkan dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga tulisan saya ini bermanfaat dan memberikan kita  pelajaran….termasuk saya yang sedang mencari dan mencari sebuah arti  kebenaran Islam</p>
<p style="text-align: justify;">Wassalam</p>
<address style="text-align: justify;">Disarikan dari<br />
Judul: Meraih Rizki Tak Terduga<br />
Penulis: Ahmad Yasin Ibrahim<br />
Penerbit: Qultum Media</address>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=983&type=feed" alt=" Sulitnya Melepas Cinta Dunia Walau Ditukar Surga"  title="Sulitnya Melepas Cinta Dunia Walau Ditukar Surga" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2011/04/dunia-yang-nisbi-kalam-al-habib-abdullah-bin-husain-bin-thahir.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dunia yang Nisbi &#8211; Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir'>Dunia yang Nisbi &#8211; Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/03/cinta-rasulullah-terhadap-umatnya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya'>Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/03/10-sahabat-yang-dijamin-masuk-surga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga'>10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2012/01/sulitnya-melepas-cinta-dunia-walau-ditukar-surga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Madjid dan Tukang Cukur</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2012/01/guru-madjid-dan-tukang-cukur.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2012/01/guru-madjid-dan-tukang-cukur.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 08:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Manaqib]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[guru madjid]]></category>
		<category><![CDATA[pekojan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[Siang begitu panas menyengat para penjual  dan pembeli di pasar, di bilangan Pekojan, Jakarta Barat. Di saat itu,  seorang tukang cukur ngobrol dengan tukang kain.
“Ah, tumbenan amat nih hari lagi sepi,” keluh tukang cukur. “Dagangan lu rame, Jid?” Tanya tukang cukur pada tukang kain.
“Namanya juga usaha, ya kagak rame saban hari,” sahut pedagang [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2010/10/habib-syekh-al-musawa-surabaya-guru-para-kiai-dan-habaib.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Habib Syekh Al-Musawa Surabaya (Guru para Kiai dan Habaib)'>Habib Syekh Al-Musawa Surabaya (Guru para Kiai dan Habaib)</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2011/12/guru-marzuki-bin-mirshad.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Guru Marzuki Bin Mirshad'>Guru Marzuki Bin Mirshad</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/09/kh-muhammad-khalil-bangkalan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KH. Muhammad Khalil, Bangkalan'>KH. Muhammad Khalil, Bangkalan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2012/01/guru-madjid.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-973" title="guru madjid" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2012/01/guru-madjid-300x190.jpg" alt="guru madjid 300x190 Guru Madjid dan Tukang Cukur" width="300" height="190" /></a>Siang begitu panas menyengat para penjual  dan pembeli di pasar, di bilangan Pekojan, Jakarta Barat. Di saat itu,  seorang tukang cukur ngobrol dengan tukang kain.</p>
<p>“Ah, tumbenan amat nih hari lagi sepi,” keluh tukang cukur. “Dagangan lu rame, Jid?” Tanya tukang cukur pada tukang kain.</p>
<p>“Namanya juga usaha, ya kagak rame saban hari,” sahut pedagang kain yang tengah duduk sambil melipat satu dua pakaian.</p>
<p>Keduanya biasa berbincang-bincang tentang usaha masing-masing. Di  lain waktu, percakapan pun mengaitkan pedagang lain yang juga mangkal  sepanjang pinggir jalan. Mereka sudah lama saling kenal.</p>
<p>Namun, namanya orang pasar, tak sampai mengenal detil masing-masing.  Apalagi kegiatan dan status masing-masing di tempat tinggalnya.  Meski  demikian, tukang cukur dan tukang kain lebih akrab dari yang lain,  karena tempat keduanya bersebelahan.</p>
<p>Suatu pagi, tukang cukur memenuhi permintaan tukang kain, yang  beberapa waktu sebelumnya, meminta menyambangi rumahnya. Beruntung  tukang kain ada di rumah. Ia pun di jamu alakadarnya.</p>
<p>Di luar dugaan, tukang cukur diajak ke masjid. Aneh memang aneh,  karena belum masuk waktu sembahyang. Belum keanehan itu lenyap, muncul  perintah dari tukang kain.</p>
<p>“Kau duduk dulu di sini sebentar, aku mau ambil sesuatu di rumah. Ada yang ketinggalan.”</p>
<p>Tukang cukur mematuhi saran temannya.</p>
<p>Keanehan tukang cukur makin berkecambah karena tak berapa lama,  masjid yang tadinya melompong itu didatangi orang-orang berpeci,  berserban dan mengenakan sarung. Dan, mereka menenteng kitab-kitab.</p>
<p>Tukang cukur tak enak hati. Sementara si penjual kain belum juga  menunjukkan dahinya. Satu tanda tanya besar membandul dalam hatinya.</p>
<p>“Astagfirullah, ni para kiai hendak berkumpul hingga tiap jengkal  sisi masjid hampir tak terlihat. Tepi ngomong-ngomong, ni para kiai, mau  ngapain? Kalau mau mengaji, siapa gurunya?” pertanyaan itu  berderet-deret di benaknya.</p>
<p>Di saat yang sama, heran pun segera merangkak di benak para kiai.  Meskipun dengan ungkapan berbeda, bahasa hati mereka seragam. “Ya Rabbi  Ya Karim, siapa ni orang? Beraninya dia bertengger di sebelah tempat  duduk Guru? Potongannya potongan pasar pula?”</p>
<p>Tak lama berselang, pedagang kain masuk masjid. Ia disambut takzim para kiai yang melingkari masjid tersebut.</p>
<p>Alangkah terkejutnya tukang cukur itu. Kawan yang kesehariannya  berdagang pakaian, adalah guru para kiai itu. Andaikan bukan di dalam  masjid dan di hadapan para kiai, entah di pinggir jalan atau di bulakan,  ia sudah terjumprit nyungseb ke tanah saking kaget dan malu. Ia kapok  lantaran ucapan-ucapannya di pasar selama ini sangat liar, slebor, dan  sembarangan.</p>
<p>Pedagang kain, sahabat tukang cukur itu, adalah Guru Abdul Majid, guru para kiai Betawi.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>KH Abdul Madjid atau lebih dikenal Guru Madjid, lahir di Pekojan,  Tambora, Jakarta Barat, pada tahun 1887. Ayahnya bernama KH. Abdurahman.  Buyutnya bernama Rahamtullah merupakan keturunan Pangeran Diponegoro  yang datang ke Betawi dan kemudian tinggal di Kebayoran Lama.</p>
<p>Madjid kecil belajar ilmu agama pada ayahnya. Kemudian pada tahun  1897, pada usia 10 tahun, ia melanjutkan pendidikan di Makkah. Ia  berguru kepada Syekh Mukhtar Attharid, Syekh Umar Bajunaid al-Hadrami,  Syekh Ali al-Maliki, dan Syekh Sa’id al-Yamani. Di sana menimba ilmu  selama 20 tahun.  Madjid kembali ke Tanah Air tahun 1914.</p>
<p>Di tanah Betawi, ia terkenal akan penguasaan berbagai ilmu,  diantaranya tasawuf, tafsir, ilmu falaq dan ilmu kalam. Ia hapal  Al-Quran yang merupakan satu keistimewaan tersendiri di tanah hooft  gubernur jenderal ini. Karena itulah, namanya berkibar kencang di  kalangan santri dan kiai Betawi. Ia diminta mengajar di majelis-majelis  di berbagai tempat.</p>
<p>Karena itulah jadwal Guru Madjid sangat padat. Ia mengajar di Gang  Abu dan Gang Sae Kemakmuran, Sawah Besar, Petojo, Batu Tulis, Tanjung  Priok, Kramat Senen, Rawa Bangke, Jatinegara, Klender, hingga  Tambun-Bekasi.</p>
<p>Sementara itu, di tempat tinggalnya, Guru Madjid juga membuka  pengajian. Ia mengajar dari pukul delapan hingga pukul sebelas. Muridnya  bukan sembarang murid. Mereka terdiri dari para kiai yang memiliki  majelis di kampungnya masing-masing, setingkat kecamatan atau  sekurang-kurangnya kelurahan.</p>
<p>Dari majelis-majelis tersebut, lahir ulama-ulama Betawi di kemudian  hari. Mereka adalah KH Abdur Razak Makmun Tegal Parang (Katib III  Syuriyah PBNU tahun 1967-1971) KH Sayafi’i Hadzami Kebayoran Lama (Rois  Syuriyah PBNU 1994-1999), KH Abdullah Syafi’i (pendiri As-syafi’iyah),  KH Thohir Rohili (pendiri perguruan Ath-Thohiriyah), KH Najihun Kosambi,  dan masih banyak lagi.</p>
<p>Di tengah kesibukannnya Guru Madjid aktif di organisasi Masyumi-NU,  anggota Cosangiin (anggota DPRD zaman jepang). Selain itu, dia tidak  lupa menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisannya. Kitab Taqwimun  Nayyirain yang membahas ilmu falaq adalah buah karyanya.</p>
<p>Kesibukan lain dari kiai yang wafat 1947 ini, adalah berjualan pakaian. Ia menghidupi keluarganya dengan keringatnya sendiri. (<strong>Al-Hafiz Kurniawan</strong>)</p>
<address><strong>Sumber: Wawancara KH Hasbullah Pondok Pinang</strong></address>
<address><a href="http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/7/35397/Fragmen/Guru_Madjid_dan_Tukang_Cukur.html">http://www.nu.or.id</a></address>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=972&type=feed" alt=" Guru Madjid dan Tukang Cukur"  title="Guru Madjid dan Tukang Cukur" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2010/10/habib-syekh-al-musawa-surabaya-guru-para-kiai-dan-habaib.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Habib Syekh Al-Musawa Surabaya (Guru para Kiai dan Habaib)'>Habib Syekh Al-Musawa Surabaya (Guru para Kiai dan Habaib)</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2011/12/guru-marzuki-bin-mirshad.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Guru Marzuki Bin Mirshad'>Guru Marzuki Bin Mirshad</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/09/kh-muhammad-khalil-bangkalan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KH. Muhammad Khalil, Bangkalan'>KH. Muhammad Khalil, Bangkalan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2012/01/guru-madjid-dan-tukang-cukur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Marzuki Bin Mirshad</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2011/12/guru-marzuki-bin-mirshad.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2011/12/guru-marzuki-bin-mirshad.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 08:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[guru marzuki]]></category>
		<category><![CDATA[kyai marzuki]]></category>
		<category><![CDATA[ulama betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=957</guid>
		<description><![CDATA[K.H. AHMAD MARZUKI AL-BETAWI
(1293 – 1353 H/1876 – 1934 M)
Nama  lengkap beliau adalah “Ahmad Marzuki bin Syekh Ahmad al-Mirshad bin  Khatib Sa’ad bin Abdul Rahman al-Batawi”. Ulama terkemuka asal Betawi  yang bermazhab Syafi’i dan populer dengan sebutan Guru Marzuki ini lahir  dan besar di Batavia (Betawi). Ayahnya, Syekh Ahmad al-Mirshad,  [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2012/01/guru-madjid-dan-tukang-cukur.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Guru Madjid dan Tukang Cukur'>Guru Madjid dan Tukang Cukur</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/10/habib-syekh-al-musawa-surabaya-guru-para-kiai-dan-habaib.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Habib Syekh Al-Musawa Surabaya (Guru para Kiai dan Habaib)'>Habib Syekh Al-Musawa Surabaya (Guru para Kiai dan Habaib)</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/12/guru-marzuki-bin-mirshad.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-958" title="guru marzuki bin mirshad" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/12/guru-marzuki-bin-mirshad-300x225.jpg" alt="guru marzuki bin mirshad 300x225 Guru Marzuki Bin Mirshad" width="300" height="225" /></a>K.H. AHMAD MARZUKI AL-BETAWI</strong><br />
(1293 – 1353 H/1876 – 1934 M)</p>
<p>Nama  lengkap beliau adalah “Ahmad Marzuki bin Syekh Ahmad al-Mirshad bin  Khatib Sa’ad bin Abdul Rahman al-Batawi”. Ulama terkemuka asal Betawi  yang bermazhab Syafi’i dan populer dengan sebutan Guru Marzuki ini lahir  dan besar di Batavia (Betawi). Ayahnya, Syekh Ahmad al-Mirshad,  merupakan keturunan keempat dari kesultanan Melayu Patani di Thailand  Selatan yang berhijrah ke Batavia. Guru Marzuki dilahirkan pada bulan  Ramadhan tahun 1293 H/1876 M di Meester Cornelis, Batavia.<br />
<strong><br />
Masa Pertumbuhan dan Menuntut Ilmu</strong></p>
<p>Pada  saat berusia 9 tahun, Guru Marzuki ditinggal wafat ayahnya.  Pengasuhannya pun beralih ke tangan ibunya yang dengan penuh kasih  sayang membina sang putra dengan baik. Pada usia 12 tahun, Marzuki  dikirim oleh sang ibu kepada seorang ahli fikih bernama Haji Anwar untuk  memperdalam Al-Qur&#8217;ân dan ilmu-ilmu dasar bahasa Arab. Guru Marzuki  kemudian melanjutkan pelajarannya mengaji kitab-kitab klasik (turats)  dibawah bimbingan seorang ulama Betawi, Sayyid Usman bin Muhammad  Banahsan. Melihat ketekunan dan kecerdasan Marzuki-muda, sang guru pun  merekomendasikannya untuk berangkat ke Mekah al-Mukarramah guna  menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu. Guru Marzuki yang saat itu  berusia 16 tahun pun kemudian bermukim di Mekah selama 7 tahun.<br />
<strong><br />
Guru-guru di Haramain</strong></p>
<p>Selama  tidak kurang dari 7 tahun, hari-harinya di Tanah Suci dipergunakan Guru  Marzuki dengan baik untuk beribadah dan menimba ilmu dari para ulama  terkemuka di Haramain. Ulama Haramain yang sempat membimbing Guru  Marzuki, antara lain: Syekh Muhammad Amin bin Ahmad Radhwan al-Madani  (w. 1329 H.), Syekh Umar Bajunaid al-Hadhrami (w. 1354 H.), Syekh Abdul  karim al-Daghistani, Syekh Mukhtar bin Atharid al-Bogori (w. 1349 H),  Syekh Ahmad al-Khatib al-Minangkabawi (w. 1337 H.), Syekh Umar  al-Sumbawi, Syekh Mahfuzh al-Termasi (w. 1338 H.), Syekh Sa’id al-Yamani  (w. 1352 H), Syekh Shaleh Bafadhal, Syekh Umar Syatta al-Bakri  al-Dimyathi (w. 1331 H.), Syekh Muhammad Ali al-Maliki (w. 1367 H.) dan  lain-lain.</p>
<p>Ilmu yang dipelajarinya pun bermacam-macam, mulai  dari nahwu, shorof, balaghah (ma‘ani, bayan dan badi‘), fikih, ushul  fikih, hadits, mustholah hadits, tafsir, mantiq (logika), fara’idh,  hingga ke ilmu falak (astronomi). Dalam bidang tasawuf, guru Marzuki  memperoleh ijazah untuk menyebarkan tarekat al-‘Alawiyah dari Syekh Umar  Syatta al-Bakri al-Dimyathi (w. 1331 H.) yang memperoleh silsilah sanad  tarekatnya dari Syekh Ahmad Zaini Dahlan (w. 1304 H/1886 M.), Mufti  Syafi’iyyah di Mekah al-Mukarramah.</p>
<p>Dalam disertasi doktoralnya  di Fak. Darul Ulum, Cairo University (hal. 63 – 66), Daud Rasyid  memasukkan Guru Marzuki sebagai salah seorang pakar hadits Indonesia  yang sangat berjasa dalam penyebaran hadits-hadits nabi di Indonesia dan  menjaga transmisi periwayatan sanadnya.</p>
<p><strong>Sistem Mengajar dan Para Muridnya</strong></p>
<p>Sesudah  kembali ke tanah air, atas permintaan Sayid Usman Banahsan, Guru  Marzuki mengajar di masjid Rawabangke selama lima tahun, sebelum pindah  dan menetap di Cipinang Muara. Di sinilah ia merintis berdirinya  pesantren di tanah miliknya yang cukup luas. Santri yang mondok di sini  memang tidak banyak, ditaksir sekitar 50 orang dan terutama datang dari  wilayah utara dan timur Jakarta (termasuk Bekasi).</p>
<p>Cara mengajar  Guru Marzuki kepada muridnya tidak lazim di masa itu, yaitu sambil  berjalan di kebun dan berburu bajing (tupai). Ke mana sang guru  melangkah, ke sana pula para murid mengikutinya dalam formasi  berkelompok. Setiap kelompok murid biasanya terdiri dari empat atau lima  orang yang belajar kitab yang sama, satu orang di antaranya bertindak  sebagai juru baca. Sang guru akan menjelaskan bacaan murid sambil  berjalan. Setiap satu kelompok selesai belajar, kelompok lain yang  belajar kitab lain lagi menyusul di belakang dan melakukan hal yang sama  seperti kelompok sebelumnya.</p>
<p>Mengajar dengan cara duduk hanya  dilakukan oleh Guru Marzuki untuk konsumsi masyarakat umum di masjid.  Meskipun demikian, anak-anak santrinya secara bergiliran membacakan  sebagian isi kitab untuk sang guru yang memberi penjelasan atas bacaan  muridnya itu. Para juru baca itu kelak tumbuh menjadi ulama terpandang  di kalangan masyarakat Betawi dan sebagian mereka membangun lembaga  pendidikan yang tetap eksis sampai sekarang, seperti KH. Noer Alie  (pendiri Pesantren Attaqwa, Bekasi), KH. Mukhtar Thabrani (pendiri  Pesantren An-Nur, Bekasi), KH. Abdul malik (putra Guru Marzuki), KH.  Zayadi (pendiri Perguruan Islam Az-Ziyadah, Klender), KH. Abdullah  Syafi’i (pendiri Pesantren Asy-Syafi’iyyah, Jatiwaringin), KH. Ali  Syibromalisi (pendiri Perguruan Islam Darussa’adah dan mantan ketua  Yayasan Baitul Mughni, Kuningan-Jakarta), KH. Abdul Jalil (tokoh ulama  dari Tambun, Bekasi), KH. Aspas (tokoh ulama dari Malaka, Cilincing),  KH. Mursyidi dan KH. Hasbiyallah (pendiri perguruan Islam al-Falah,  Klender), dan ulama-ulama lainnya. Selain KH. Abdul Malik (Guru Malik),  putera-putera Guru marzuki yang lain juga menjadi tokoh-tokoh ulama,  seperti KH. Moh. Baqir (Rawabangke), KH. Abdul Mu’thi (Buaran, Bekasi),  KH. Abdul Ghofur (Jatibening, Bekasi).</p>
<p><strong>Guru Marzuki dan Jaringan Ulama Betawi</strong></p>
<p>Dalam  kajian Abdul Aziz, MA., peneliti Litbang Depag dan LP3ES, Guru Marzuki  termasuk eksponen dalam jaringan ulama Betawi yang sangat menonjol di  akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 bersama lima tokoh ulama Betawi  lainnya, yaitu: KH. Moh. Mansur (Guru mansur) dari Jembatan Lima , KH.  Abdul majid (Guru Majid) dari Pekojan , KH. Ahmad Khalid (Guru Khalid)  dari Gongangdia , KH. Mahmud Romli (Guru mahmud) dari Menteng , dan KH.  Abdul Mughni (Guru Mughni) dari Kuningan-Jakarta Selatan .</p>
<p>Guru  Marzuki beserta kelima ulama terkemuka Betawi yang hidup sezaman ini  memang berhasil melebarkan pengaruh keulamaan dan intelektualitas mereka  yang menjangkau hampir seluruh wilayah Batavia (Jakarta dan  sekitarnya). Jaringan keulamaan yang dikembangkan oleh “enam  pendekar-ulama Betawi” hasil gemblengan ulama haramain inilah yang kelak  menjadi salah satu pilar kekekuatan mereka sebagai kelompok ulama yang  diakui masyarakat dan telah berjasa menelurkan para ulama terkemuka  Betawi selanjutnya.<br />
<strong><br />
Wafatnya<br />
</strong><br />
Guru Marzuki  —rahimahullah wa ardhahu— wafat pada hari Jumat, 25 Rajab 1353 H.  Pemakaman beliau dihadiri oleh ribuan orang, baik dari kalangan Habaib,  Ulama dan masyarakat Betawi pada umumnya, dengan shalat jenazah yang  diimami oleh Habib Sayyid Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (w. 1388/1968) .</p>
<p>Di masa hidupnya, Guru Marzuki dikenal sebagai seorang ulama  yang dermawan, tawadhu’, dan menghormati para ulama dan habaib. Beliau  juga dikenal sebagai seorang sufi, da’i dan pendidik yang sangat  mencintai ilmu dan peduli pada pemberdayaan masyarakat lemah; hari-hari  beliau tidak lepas dari mengajar, berdakwah, mengkaji kitab-kitab dan  berzikir kepada Allah swt. Salah satu biografi beliau ditulis oleh salah  seorang puteranya, KH. Muhammad Baqir, dengan judul Fath Rabbil-Bâqî fî  Manâqib al-Syaikh Ahmad al-Marzûqî.</p>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=957&type=feed" alt=" Guru Marzuki Bin Mirshad"  title="Guru Marzuki Bin Mirshad" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2012/01/guru-madjid-dan-tukang-cukur.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Guru Madjid dan Tukang Cukur'>Guru Madjid dan Tukang Cukur</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/10/habib-syekh-al-musawa-surabaya-guru-para-kiai-dan-habaib.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Habib Syekh Al-Musawa Surabaya (Guru para Kiai dan Habaib)'>Habib Syekh Al-Musawa Surabaya (Guru para Kiai dan Habaib)</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2011/12/guru-marzuki-bin-mirshad.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syair Al Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2011/12/syair-al-habib-ali-bin-muhammad-alhabsyi.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2011/12/syair-al-habib-ali-bin-muhammad-alhabsyi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 07:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Shalawat]]></category>
		<category><![CDATA[al habsyi]]></category>
		<category><![CDATA[manakib]]></category>
		<category><![CDATA[syair habib ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=947</guid>
		<description><![CDATA[Siapa tak menempuh jalan leluhurnya, pasti ‘kan bingung dan sesat.
Wahai para cucu Nabi, tempuhlah jalan mereka.
Tempuhlah jalan lurus dan jauhilah segala bid’ah.
Pergilah bersama yang mencintai dan mentaati Allah.
Dalam beramal dan menahan diri, teladanilah mereka tapak demi tapak.
Berkat para salafmu, kau ‘kan mendapat banyak manfaat.

Luas, agung dan mulia budi pekerti mereka.
Dalam thoriqohnya, takkan kau dapati perselisihan [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2008/12/al-habib-muhammad-bin-idrus-alhabsyi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi'>Al Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/01/al-habib-husein-bin-abu-bakar-alhabsyi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al Habib Husein bin Abu Bakar Alhabsyi'>Al Habib Husein bin Abu Bakar Alhabsyi</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/03/al-habib-anis-bin-alwi-bin-ali-alhabsyi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al Habib Anis bin Alwi bin Ali Alhabsyi'>Al Habib Anis bin Alwi bin Ali Alhabsyi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-style: italic;">Siapa tak menempuh jalan leluhurnya, pasti ‘kan bingung dan sesat.</span><br />
<span style="font-style: italic;">Wahai para cucu Nabi, tempuhlah jalan mereka.</span></p>
<p><span style="font-style: italic;">Tempuhlah jalan lurus dan jauhilah segala bid’ah.</span><br />
<span style="font-style: italic;">Pergilah bersama yang mencintai dan mentaati Allah.</span></p>
<p><span style="font-style: italic;">Dalam beramal dan menahan diri, teladanilah mereka tapak demi tapak.</span><br />
<span style="font-style: italic;">Berkat para salafmu, kau ‘kan mendapat banyak manfaat.</span><br />
<span id="more-947"></span><br />
<span id="fullpost" style="font-style: italic;">Luas, agung dan mulia budi pekerti mereka.<br />
Dalam thoriqohnya, takkan kau dapati perselisihan atau sengketa.</span></p>
<p>Dengan penuh semangat, beramallah mereka dengan tulus.<br />
Meningkatlah kedudukan mereka, tinggi dan mulia.</p>
<p>Tak mereka diamkan yang haus dalam kehausannya dan yang lapar dalam kelaparannya.<br />
Dengan pekerti luhur, mereka usahakan jalan ‘tuk mengatasinya.</p>
<p>Dengan amal saleh, mereka muliakan masjid dan muka bumi.<br />
Bergegas menyambut seruan manusia yang mereka cintai dan taati.</p>
<p>Yaitu sebaik-baiknya Nabi dan semulia-mulianya pemberi petunjuk dan dai.<br />
Ketika beliau berdakwah kepada mereka, mereka pun mendengarkannya sepenuh hati.</p>
<p>Dengan semangat mereka berusaha ‘tuk segera meraih kedudukan mulia.<br />
Tanpa angin atau layar, perahu pun berangkat berkat mereka.</p>
<p>Tetapi dengan inayah Allah perahu berlayar dengan taat, tak menentang.<br />
Anugrah Allah ini dikhususkan untuk mereka yang patuh, tak membangkang.</p>
<p>Demikianlah ucapanku ini dan yang semisal ini selalu sedap di telinga.<br />
Dengarkan dan pahamilah syair ini, didalamnya terhimpun segalanya.</p>
<p>Hiruplah keharuman ini, karena ia tersebar di antara ahlinya.<br />
Ya Allah, aku datang ke hadirat-Mu dengan suatu maksud dan tujuan.</p>
<p>Aku mengakui kelemahan, ketidaksempurnaan dan ketidakkuasaanku,<br />
maka sempurnakanlah kekuranganku karena ‘ku memang tak sempurna.</p>
<p>Tiada sandaran bagiku kecuali beliau yang keharuman namanya tersebar memenuhi alam semesta,<br />
sebaik-baiknya Nabi yang cahayanya meredupkan segala cahaya.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">[Diambil dari Ulama Hadramaut, Al-Habib Umar Bin Hafidz, cetakan I, penerbit Putera Riyadi Solo]</span></p>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=947&type=feed" alt=" Syair Al Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi"  title="Syair Al Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2008/12/al-habib-muhammad-bin-idrus-alhabsyi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi'>Al Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/01/al-habib-husein-bin-abu-bakar-alhabsyi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al Habib Husein bin Abu Bakar Alhabsyi'>Al Habib Husein bin Abu Bakar Alhabsyi</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/03/al-habib-anis-bin-alwi-bin-ali-alhabsyi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al Habib Anis bin Alwi bin Ali Alhabsyi'>Al Habib Anis bin Alwi bin Ali Alhabsyi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2011/12/syair-al-habib-ali-bin-muhammad-alhabsyi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Masjid Tertua di Indonesia</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2011/08/10-masjid-tertua-di-indonesia.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2011/08/10-masjid-tertua-di-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 19:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[masjid bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid kuno]]></category>
		<category><![CDATA[masjid tua]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Islam sebagai sebuah pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12. Namun sebenarnya Islam sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani umayyah di Asia Barat sejak abad 7.
Datangnya Islam [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2009/06/masjid-al-atiq-tertua-dengan-kaligrafi-misterius.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masjid Al Atiq, Tertua dengan Kaligrafi Misterius'>Masjid Al Atiq, Tertua dengan Kaligrafi Misterius</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2011/02/masjid-agung-jawa-tengah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masjid Agung Jawa Tengah'>Masjid Agung Jawa Tengah</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2011/01/keistimewaan-spiritual-masjid-quba.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keistimewaan Spiritual Masjid Quba'>Keistimewaan Spiritual Masjid Quba</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Islam sebagai sebuah pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12. Namun sebenarnya Islam sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani umayyah di Asia Barat sejak abad 7.</p>
<p>Datangnya Islam ke Nusantara membawa warna budaya tersendiri, termasuk arsitektur bangunan. Sebagai tempat beribadah kaum muslim, masjid di Indonesia memiliki corak yang beragam, tergantung daerah dibangun dan pendirinya.<br />
<span id="more-922"></span><br />
Berikut ini adalah 10 masjid tertua di Indonesia:</p>
<p><strong>1. Masjid Saka Tunggal (1288)</strong></p>
<p><strong> </strong><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/masjid-saka-tunggal.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-935" title="masjid saka tunggal" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/masjid-saka-tunggal.jpg" alt="masjid saka tunggal 10 Masjid Tertua di Indonesia" width="189" height="142" /></a>Masjid Saka Tunggal terletak di Desa Cikakak Kecamatan Wangon dibangun pada tahun 1288 sebagaimana terukir di Guru Saka (Pilar Utama) masjid. Tapi dalam membuat masjid ini lebih jelas ditulis dalam buku-buku kiri oleh para pendiri masjid ini adalah Kyai Mustolih. Tapi buku-buku ini telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Setiap tanggal 27 rajab diadakan ziarah di masjid dan membersihkan makam Kyai Jaro Mustolih. Masjid ini terletak ± 30 km dari kota purwokerto. Disebut Saka Tunggal untuk membangun tiang yang digunakan untuk membentuk hanya satu tiang (tunggal). Menurut Sopani, salah satu pengurus masjid mengatakan bahwa pilar tunggal melambangkan bahwa ALLAH adalah hanya satu ALLAH SWT. Di beberapa tempat terdapat hutan pinus dan hutan lainnya dihuni oleh ratusan monyet jinak dan ramah, seperti di Sangeh, Bali.</p>
<p><strong>2. Masjid Wapauwe (1414)</strong></p>
<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Wapauwe.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-936" title="Masjid Wapauwe" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Wapauwe-300x225.jpg" alt="Masjid Wapauwe 300x225 10 Masjid Tertua di Indonesia" width="180" height="135" /></a>Masjid ini masih terawat dengan baik. Bangunan aslinya juga menyimpan beberapa benda warisan seperti drum, tulisan tangan Al Quran, skala batu yang beratnya 2,5 kg dan logam perhiasan. Jika drum atau beduk dipukul maka suaranya akan terdengar sampai seluruh desa, mengundang orang untuk datang ke masjid. Kitab suci Al Quran tulisan tangan di masjid ini pernah dipamerkan di Festival Istiqlal di Jakarta.</p>
<p><strong>3. Masjid Ampel (1421)</strong></p>
<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Ampel.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-937" title="Masjid Ampel" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Ampel-150x150.jpg" alt="Masjid Ampel 150x150 10 Masjid Tertua di Indonesia" width="150" height="150" /></a>Masjid Ampel adalah masjid kuno yang berada di bagian utara Kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini didirikan oleh Sunan Ampel dan di dekatnya terdapat kompleks makam Sunan Ampel. Saat ini Masjid Ampel merupakan salah satu daerah tujuan wisata religi di Surabaya. Masjid ini dikelilingi oleh bangunan dengan arsitektur tiongkok dan arab.</p>
<p>Disamping kiri halaman Masjid Ampel, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininnya untuk penguat janji atau sumpah.</p>
<p><strong>4. Masjid Agung Demak (1474)</strong></p>
<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/masjid-agung-demak.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-938" title="masjid agung demak" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/masjid-agung-demak-150x150.jpg" alt="masjid agung demak 150x150 10 Masjid Tertua di Indonesia" width="150" height="150" /></a>Masjid ini terletak di desa Kauman, Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercayai pernah merupakan tempat berkumpulnya para ulama (wali) penyebar agama Islam, disebut juga Walisongo, untuk membahas penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak, pada sekitar abad ke-15 masehi.</p>
<p>Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut Saka Guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai &#8217;saka tatal&#8217;. Sedangkan bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut saka majapahit.</p>
<p>Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat sebuah museum, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.</p>
<p><strong>5. Masjid Sultan Suriansyah (1526)</strong></p>
<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Sultan-Suriansyah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-939" title="Masjid Sultan Suriansyah" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Sultan-Suriansyah-150x150.jpg" alt="Masjid Sultan Suriansyah 150x150 10 Masjid Tertua di Indonesia" width="150" height="150" /></a>Masjid Sultan Suriansyah adalah sebuah masjid bersejarah yang merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Tuan Guru (1526-1550), Raja Banjar yang pertama masuk Islam.</p>
<p>Masjid ini terletak di utara Kecamatan Kesehatan, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, daerah yang dikenal sebagai Banjar Lama yang merupakan ibukota Kesultanan Banjar untuk pertama kalinya.</p>
<p>Arsitektur tahap konstruksi dan atap tumpang tindih, merupakan masjid bergaya tradisional Banjar. Gaya masjid tradisional di Banjar mihrabnya memiliki atap sendiri terpisah dengan bangunan utama. Masjid ini dibangun di tepi sungai di Kecamatan Kesehatan.</p>
<p><strong>6. Masijd Menara Kudus (1549)</strong></p>
<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masijd-Menara-Kudus.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-940" title="Masijd Menara Kudus" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masijd-Menara-Kudus-150x150.jpg" alt="Masijd Menara Kudus 150x150 10 Masjid Tertua di Indonesia" width="150" height="150" /></a>Mesjid Menara Kudus (disebut juga sebagai Mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar) adalah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 masehi atau tahun 956 hijriah dengan menggunakan batu dari Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Masjid ini terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mesjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Masjid ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu.</p>
<p><strong>7. Masjid Agung Banten (1552-1570)</strong></p>
<p><strong> </strong><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Agung-Banten.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-941" title="Masjid Agung Banten" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Agung-Banten-150x150.jpg" alt="Masjid Agung Banten 150x150 10 Masjid Tertua di Indonesia" width="150" height="150" /></a>Masjid Agung Banten termasuk masjid tua yang penuh nilai sejarah. Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tak hanya dari Banten dan Jawa Barat, tapi juga dari berbagai daerah di pulau Jawa.</p>
<p>Masjid Agung Banten terletak di kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kesultanan Demak. Ia adalah putra pertama Sunan Gunung Jati.</p>
<p>Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda china. Ini adalah karya arsitek Cina yang bernama Tjek Nan Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.</p>
<p>Di masjid ini juga terdapat komplek makam sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa serta dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin.</p>
<p>Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti masjid agung. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel. Biasanya, acara-acara seperti rapat dan kajian Islami dilakukan di sini.</p>
<p>Menara yang menjadi ciri khas sebuah masjid juga dimiliki Masjid Agung Banten. Terletak di sebelah timur masjid, menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Dari atas menara ini, pengunjung dapat melihat pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai, karena jarak antara menara dengan laut hanya sekitar 1,5 km.</p>
<p>Dahulu selain digunakan sebagai tempat mengumandangkan azan, menara yang juga dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel ini digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.</p>
<p><strong>8. Masjid Mantingan (1559)</strong></p>
<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Mantingan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-942" title="Masjid Mantingan" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Mantingan-150x150.jpg" alt="Masjid Mantingan 150x150 10 Masjid Tertua di Indonesia" width="150" height="150" /></a>Masjid Mantingan adalah masjid kuno di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah. Masjid ini didirikan di Kesultanan Demak pada tahun 1559. Ubin untuk lantainya didatangkan dari Makau, Cina. Bubungan atap bangunan gaya termasuk Cina. Dinding luar dan dalam dihiasi dengan piring tembikar bergambar biru, sedang dinding sebelah tempat imam salat dihiasi dengan relief persegi bergambar margasatwa dan penari penari diukir di batu kuning tua.</p>
<p>Pengawasan pekerjaan konstruksi masjid ini tak lain adalah Babah Liem Mo Han.</p>
<p>Di dalam kompleks masjid terdapat makam Sultan Hadlirin, suami dari Kanjeng Ratu Kalinyamat dan adik ipar Sultan Trenggono, penguasa terakhir Demak. Selain itu ada juga makam Waliullah Mbah Abdul Jalil, yang disebut sebagai nama lain Syekh Siti Jenar.</p>
<p><strong>9. Masjid Al-Hilal Katanga (1603)</strong></p>
<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Al-Hilal-Katanga.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-943" title="Masjid Al-Hilal Katanga" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Masjid-Al-Hilal-Katanga-150x150.jpg" alt="Masjid Al Hilal Katanga 150x150 10 Masjid Tertua di Indonesia" width="150" height="150" /></a>Masjid ini dibangun pada tahun 1603 masehi pada masa pemerintahan Taja Gowa-24, Aku Manga&#8217;ragi Daeng-Manrabbiakaraeng Lakiung atau Sultan Alauddin. Kemudian pada tahun 1605 masjid ini berganti nama Masjid Katangka. Masjid  Al-Hilal Katanga berukuran 14,1 x 14,4 meter dan sebuah bangunan tambahan 4,1 x 14,4 meter. Tinggi bangunan 11,9 meter dan tebal dinding 90 sentimeter.</p>
<p><strong>10. Masjid Tua Palopo (1604)</strong></p>
<p>Madjid Tua Palopo, didirikan oleh Raja Luwu bernama Sultan Abdullah Matinroe pada tahun 1604. Masjid yang memiliki luas 15 m2 ini diberi nama Orang Tua, karena usia yang sudah tua. Sedangkan nama Palopo diambil dari kata dalam bahasa Bugis dan Luwu memiliki dua arti, yaitu: Pertama, makanan yang terbuat dari campuran beras ketan dan air gula. Kedua, memasukkan pasak dalam lubang tiang bangunan. Kedua makna memiliki hubungan dengan proses pembangunan Masjid tua Palopo ini.</p>
<address>Dari berbagai sumber</p>
</address>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=922&type=feed" alt=" 10 Masjid Tertua di Indonesia"  title="10 Masjid Tertua di Indonesia" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2009/06/masjid-al-atiq-tertua-dengan-kaligrafi-misterius.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masjid Al Atiq, Tertua dengan Kaligrafi Misterius'>Masjid Al Atiq, Tertua dengan Kaligrafi Misterius</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2011/02/masjid-agung-jawa-tengah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masjid Agung Jawa Tengah'>Masjid Agung Jawa Tengah</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2011/01/keistimewaan-spiritual-masjid-quba.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keistimewaan Spiritual Masjid Quba'>Keistimewaan Spiritual Masjid Quba</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2011/08/10-masjid-tertua-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>11 Tanda Mencintai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2011/07/11-tanda-mencintai-nabi-sallallahu-alaihi-wasallam.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2011/07/11-tanda-mencintai-nabi-sallallahu-alaihi-wasallam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 00:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi dan Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[cinta rasul]]></category>
		<category><![CDATA[hubbunnabi]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=915</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang yang mengklaim bahwa dia  mencintai seseorang akan lebih  memilih yang dicintai dibanding semua orang, ia juga akan lebih memilih  apa yang disukai oleh yang dicintainya, jika tidak demikian maka dia  tidak akan bertindak sesuai yang dicintanya dan artinya cintanya juga  tidak akan tulus. Tanda-tanda berikut ini akan menjadi jelas [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2011/03/nasab-kelahiran-dan-penyusuan-nabi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nasab Kelahiran dan Penyusuan Nabi'>Nasab Kelahiran dan Penyusuan Nabi</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/03/ketika-nabi-tersenyum.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketika Nabi Tersenyum'>Ketika Nabi Tersenyum</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2008/10/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW'>Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/07/cinta-rasul.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-917" title="cinta rasul" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/07/cinta-rasul-300x198.jpg" alt="cinta rasul 300x198 11 Tanda Mencintai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam" width="300" height="198" /></a>Seseorang yang mengklaim bahwa dia  mencintai seseorang akan lebih  memilih yang dicintai dibanding semua orang, ia juga akan lebih memilih  apa yang disukai oleh yang dicintainya, jika tidak demikian maka dia  tidak akan bertindak sesuai yang dicintanya dan artinya cintanya juga  tidak akan tulus. Tanda-tanda berikut ini akan menjadi jelas pada mereka  yang benar-benar mencintai Nabi Muhammad SallAllahu alaihi wa Sallam,<br />
<span id="more-915"></span><br />
<strong>Pertama:</strong> Tanda pertama cinta kepada Nabi Muhammad SallAllahu alaihi wa  Sallam, adalah bahwa dia akan mengikuti contoh-contohnya, menerapkan  cara Nabi saw dalam kata-kata, perbuatan, ketaatan kepada perintah-Nya,  menghindari apa pun yang dilarang dan mengadopsi sikap Nabi saw pada  saat diberi kemudahan, sukacita, kesulitan, dan penderitaan. Allah  berfirman, &#8220;Katakanlah (Muhammad), &#8216;Jika kalian mencintai Allah, maka  ikutilah aku (Muhammad) dan Allah akan mencintaimu.&#8221; [Al-Imran: 31]</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Tanda kedua adalah bahwa dia akan menyingkirkan keinginan sendiri  dan nafsunya dengan mengikuti  hukum yang didirikan dan didorong oleh  Nabi SallAllah alaihi wa Sallam. Allah berfirman, &#8220;Kepada orang-orang  sebelum mereka yang telah membuat tempat tinggal mereka di tempat  tinggal (Kota Madinah), dan karena keimanannya mereka mengasihi orang  yang telah beremigrasi ketempat mereka, mereka tidak menemukan irihati  dan dengki dalam dada mereka untuk apa yang telah diberikan dan lebih  memilih mereka atas diri mereka sendiri, meskipun mereka sendiri  memiliki kebutuhan. &#8221; [Al Hasyr: 9]</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Tanda ketiga adalah bahwa kemarahan seseorang karena orang lain  hanya demi mencari keridhaan Allah. Anas, putra Malik diberitahu oleh  Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, &#8220;Anakku, jika Anda dapat menahan diri  dari dendam di hati Anda dari pagi hingga sore, kemudian melakukannya.&#8221;  Dia kemudian menambahkan, &#8220;Anakku, yang merupakan bagian dari jalan  kenabian bahwa barang siapa yang menghidupkan kembali cara saya dan  mengasihi Aku, dan barangsiapa mencintaiku akan bersama dengan saya di  surga.&#8221; [Sunan Tirmidh, Kitab al-Ilm, Vol 4, Halaman 151]</p>
<p>Jika seseorang memiliki kualitas baik ini, maka dia memiliki cinta yang  sempurna untuk Allah dan Rasul-Nya. Jika dia menjadi sedikit kurang  dalam kualitas ini maka cintanya tidak sempurna. Bukti ini ditemukan  dalam ungkapan Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, ketika seseorang  menghadapi hukuman karena mabuk. Sebagaimana orang itu  akan menerima hukuman seorang pria mengutuk sang pelaku, dan Nabi  SallAllahu alaihi wa Sallam, berkata, &#8220;Jangan mengutuk dia. Dia  mencintai Allah dan Rasul-Nya.&#8221; [Sahih Bukhari, Kitab al-Hudud, Vol 3,  Halaman 133]</p>
<p><strong>Keempat:</strong> Tanda keempat adalah bahwa seseorang yang mencintai selalu  menyebutkan nama Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, dalam kelimpahan &#8211;  siapa mencintai sesuatu, terus-menerus pada lidahnya bersalawat kepada  Nabi saw. [Al Shifa bi Ta'reefi Huqooq al-Mustafa, Vol 2, Page 32]</p>
<p><strong>Kelima:</strong> Tanda kelima adalah kerinduan untuk bertemu Nabi SallAllahu  Alaihi wa Sallam. Setiap kekasih rindu untuk bersama mereka yang  tercinta. Ketika suku Asy&#8217;ariyah mendekati Madinah,  mereka mendengar nyanyian, &#8220;Besok, kita akan bertemu dengan orang yang  kita cintai, Muhammad saw dan para sahabatnya!&#8221; [Dalail an-Nabuwwah lil  Baihaqi, Jilid 5, Halaman 351]</p>
<p><strong>Keenam:</strong> Tanda keenam adalah bahwa setiap mengingat Nabi SallAllahu  alaihi wa Sallam, seseorang yang mencintainya akan ditemukan memuji dan  menghormati setiap kali  namanya disebutkan dan kemudian menampilkan kerendahan hatinya dan  lebih merendahkan dirinya sendiri ketika ia mendengar namanya. Kami  diberitahu oleh Isaac at-Tujibi bahwa setelah wafatnya Nabi Muhammad  SallAllahu alaihi wa Sallam, setiap kali para sahabat mendengar namanya  disebutkan mereka menjadi lebih rendah hati, kulit mereka gemetar dan  mereka menangis karena cinta. Adapun para pengikut lain dari Nabi  Muhammad SallAllahu alaihi wa Sallam, beberapa sahabat mengalami rasa  cinta yang luar biasa sehingga meneriakkan salam kerinduan untuknya,  sedangkan yang lain melakukannya karena rasa hormat dan penghargaan pada  Rasulullah sawi. [Al Shifa bi Ta'reefi Huqooq al-Mustafa, Vol 2, Page  33]</p>
<p><strong>Ketujuh:</strong> Tanda ketujuh adalah ungkapan kasih yang diungkapkan untuk Nabi  Muhammad SallAllahu alaihi wa Sallam, dan para ahlul bayt (keturunan  Nabi saw) dan sahabatnya &#8211; para Muhajirin dan  bani Ansar sama  besarnya  demi kehormatan Nabi saw. Seseorang dengan tanda ini akan ditemukan  memusuhi orang-orang yang membenci mereka.</p>
<p>Nabi saw berkata kepada umatnya sambil menunjuk cucunya Sayidina Al Hasan  dan Al Husain, semoga Allah senang dengan mereka, Nabi Alaihi  SallAllaho alaihi wa Sallam, berkata, &#8220;Ya Allah, aku mencintai mereka,  maka cintailah mereka.&#8221;</p>
<p>Sahih Bukhari, Kitab al Manaqib, Vol 5, Halaman 23<br />
Sahih Muslim, Kitab al Fadhail, Vol 4, Halaman 1883<br />
Sunan Tirmidzi, Kitab al Manaqib, Vol 5, Halaman 327</p>
<p>Al-Hasan  mengatakan bahwa Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, juga mengatakan, &#8220;Ya  Allah, aku mencintainya, dan cinta orang yang mencintainya.&#8221; Dua  cucunya, Nabi saw juga mengatakan, &#8220;Barangsiapa mencintai mereka, maka  mencintai aku.&#8221; Kemudian ia berkata. Barang siapa mencintaiku, maka dia  mencintai Allah. Barang siapa yang membenci mereka membenci saya dan  barangsiapa membenci saya artinya membenci Allah. &#8221;</p>
<p>Muqaddam Sunan Ibn Maja, Vol 1, Page 51<br />
Majma &#8216;az-Zawaid, Vol 9, Halaman 180</p>
<p>Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, berkata, &#8220;Jangan membuat teman saya  sebagai sasaran setelah kepergian ku! Barangsiapa mengasihi mereka, maka  mengasihi mereka itu karena mereka mencintaiku, dan barang siapa  membenci mereka, adalah juga kebencian mereka terhadap aku, Barangsiapa  merugikan mereka, maka mereka merugikan aku. Barangsiapa  yang melukai  sahabatku dan keluargaku, seolah-olah itu adalah menyakitiku (Nabi saw)  dan artinya juga Allah. Barang siapa menyaikiti Allah, maka mereka akan  dibuang.</p>
<p>Sunan Tirmidzi, Kitab al Manaqib, Vol 5, Halaman 358<br />
Musnad Ahmad, Vol 5, Halaman 54</p>
<p>Keluarga Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, adalah berasal dari Sayidah  Fathimah, semoga Allah senang dengan dia, &#8220;Dia adalah bagian dari  diriku, barangsiapa yang membenci dia, maka mereka membenci saya.&#8221;</p>
<p>Sahih al Bukhari, Kitab al Manaqib, Vol 5, Halaman 24<br />
Sahih Muslim, Kitab Fadhail as-Sahaba, Vol 4, Halaman 1903</p>
<p>Nabi Muhammad SallAllahu alaihi wa Sallam, mengatakan kepada Sayidina  Aisyah untuk mencintai Osama, putra Zaid karena dia mencintainya. [Sunan  Tirmidzi, Kitab al-Manaqib, Vol 5, Halaman 342]</p>
<p>Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, berbicara kepada Ansar, berkata,  &#8220;Tanda iman adalah mencintai Anshar, sedangkan tanda kemunafikan adalah  kebencian kepada mereka.&#8221;</p>
<p>Sahih al Bukhari, Kitab al Manaqib, Vol 5, Page 27<br />
Sahih al Bukhari, Kitab al Iman, Vol 1, Page 9<br />
Sahih Muslim, Kitab al Iman, Vol, Halaman 85</p>
<p>Anak Omar mengatakan kepada kita bahwa Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam,  berkata, &#8220;Barang siapa mencintai orang-orang Arab dan mengasihi mereka  karena dia mencintaiku, dan barangsiapa membenci mereka, itu adalah  karena kebencian mereka terhadap aku..&#8221; [Al Shifa bi Ta'reefi Huqooq  al-Mustafa, Vol 2, Page 34]</p>
<p>Faktanya adalah ketika seseorang mencintai yang lain, dia mencintai  segala sesuatu yang dicintai orang itu, dan ini memang terjadi dengan  para sahabat. Ketika Anas melihat Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam,  makan sepotong labu, ia berkata, &#8220;Dari hari itu maka akupun mencintai  labu.&#8221; [Al Shifa bi Ta'reefi Huqooq al-Mustafa, Vol 2, Page 34]</p>
<p>Al-Hasan, cucu Nabi, semoga kedamaian Allah atas mereka, pergi dengan  Jafar Salma dan memintanya untuk menyiapkan beberapa makanan Nabi  SallAllahu alaihi wa Sallam, yang biasa digunakan untuk makan. [Shamail  Tirmidzi, Halaman 155]</p>
<p>Omar pernah melihat Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, mengenakan  sepasang sandal berwarna kuning, sehingga dia juga mengenakan sepasang  sandal dengan warna yang sama.</p>
<p>Sahih al Bukhari, Kitab al-libas, Vol 7, Halaman 132<br />
Sahih Muslim, Kitab al-Hajj, Vol 2, Halaman 844</p>
<p><strong>Kedelapan:</strong> Tanda kedelapan, kebencian terhadap siapa saja yang membenci  Allah dan Rasul-Nya. yaitu dengan membenci orang-orang yang menunjukkan  permusuhan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Orang beriman memiliki tanda  ini menghindari semua yang menentang cara kenabian, dan bertentangan  dengan orang-orang yang memperkenalkan inovasi dalam cara kenabian (yang  bertentangan dengan semangat Islam) dan menemukan hukum yang  memberatkan. Allah berkata, &#8220;Anda akan menemukan tidak ada umat yang  beriman kepada Allah dan Hari Terakhir yang mencintai siapapun yang  menentang Allah dan Rasul-Nya.&#8221; [Al Mujadilah: 22]</p>
<p><strong>Kesembilan:</strong> Tanda kesembilan ditemukan pada mereka yang mencintai  Al-Qur&#8217;an yang dibawa oleh Nabi saw, dimana mereka dibimbing. Ketika  ditanya tentang Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, Sayidah Aisyah, ra  dia, berkata, &#8220;karakter Nabi adalah Al-Qur&#8217;an.&#8221; Bagian dari cinta  Al-Qur&#8217;an adalah mendengarkan bacaan, bertindak sesuai dengan itu,  pemahaman itu, menjaga dalam batas-batas dan cinta cara Nabi Muhammad.  [Al Shifa bi Ta'reefi Huqooq al-Mustafa, Vol 2, Page 35]</p>
<p>Sahal, putra Abdullah berbicara tentang tanda ini mengatakan, &#8220;Tanda  mencintai Allah adalah cinta Al-Qur&#8217;an Tanda mencintai Al-Qur&#8217;an adalah  cinta Nabi.Tanda mencintai Nabi SallAllahu alaihi wa sallam, adalah  cinta cara kenabiannya. Tanda mencintai cara kenabian adalah cinta  akhirat. Tanda mencintai akhirat adalah membenci dunia ini. Tanda  kebencian bagi dunia ini adalah bahwa Anda tidak mengumpulkan semua  kecuali untuk sedikit saja sesuai ketentuan dan apa yang Anda butuhkan  untuk tiba dengan selamat di akhirat. &#8221; [Al Shifa bi Ta'reefi Huqooq  al-Mustafa, Vol 2, Page 35]</p>
<p>Anak Mas&#8217;ud mengatakan, &#8220;Tidak ada yang perlu bertanya pada diri sendiri  tentang apa pun, selain Al-Qur&#8217;an, jika ia mencintai Al Qur&#8217;an maka dia  mencintai Allah dan Rasul-Nya&#8221; pujian dan damai besertanya. [Baihaqi  fil Aadaab, Hal 522]</p>
<p><strong>Kesepuluh:</strong> Tanda kesepuluh cinta untuk Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam,  adalah untuk mengasihani umatnya dengan menasihati mereka dengan baik,  berjuang untuk kemajuanmereka dan menghapus segala sesuatu yang  berbahaya dari jalan mereka dan dalam cara yang sama bahwa Nabi  SallAllahu alaihi wa Sallam, berkata &#8220;kasih sayanglah kepada orang yang  beriman.&#8221; [Al-Taubah: 128]</p>
<p><strong>Kesebelas:</strong> Tanda kesebelas kasih yang sempurna ditemukan dalam membatasi  siapa dirinya melalui penyangkalan diri, lebih memilih kemiskinan dari  kenikmatan atraksi dunia. Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, berkata Abu  Sa&#8217;id Al Khudri, &#8220;Kemiskinan akan datang kepada Anda yang mencintai  saya, mengalir lebih cepat daripada banjir dari puncak gunung ke  dasarnya.&#8221; [Sunan Tirmidzi, Kitab az-Zuhd, Vol 4, Halaman 7]</p>
<p>Seorang pria datang kepada Nabi Alaihi wa Aalihi SallAllaho wa Sallam,  dan berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, aku mencintaimu.&#8221; Nabi SallAllahu alaihi  wa Sallam, memperingatkan, &#8220;Hati-hati dari apa yang Anda katakan.&#8221; Pria  itu mengulangi cintanya sampai tiga kali,  dimana Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam berkata kepadanya, &#8220;Jikalau  kamu mengasihi ku maka persiapkan diri mu dengan cepat untuk  kemiskinan.&#8221; [Sunan Tirmidzi, Kitab az-Zuhd, Vol 4, Halaman 7]</p>
<p>Ya ALLAH SWT! Kami memohon kepadaMU untuk mengisi hati kita dengan Kasih  yang benar dan besar dari sifat Karim yang terkasih, Habibullah. Kita  tetap hidup pada Sunnah-nya dan memberkati kita dengan kematian pada  Iman di Kota terkasih Nabi Terkasih saw dan kuburkan kami dengan Ahl  al-Baqi &#8216;asy-Syarif &#8230; Aamin!</p>
<address>Sumber : Majelis Salawat Samudera Cinta Rasulullah saw</address>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=915&type=feed" alt=" 11 Tanda Mencintai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam"  title="11 Tanda Mencintai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2011/03/nasab-kelahiran-dan-penyusuan-nabi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nasab Kelahiran dan Penyusuan Nabi'>Nasab Kelahiran dan Penyusuan Nabi</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/03/ketika-nabi-tersenyum.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketika Nabi Tersenyum'>Ketika Nabi Tersenyum</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2008/10/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW'>Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2011/07/11-tanda-mencintai-nabi-sallallahu-alaihi-wasallam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anas bin Malik RA</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2011/07/anas-bin-malik-ra.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2011/07/anas-bin-malik-ra.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 21:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manaqib]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[anas bin malik]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[perawi]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=908</guid>
		<description><![CDATA[Nasab beliau
Beliau adalah Anas bin Malik bin Nadzor bin Dhomdom bin Zaid bin Harom bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin An Najjar, Abu Hamzah Al Ansori Al Khazraji. Dia termasuk kerabat Rasulullah n dari jalur istri. Ia juga muridnya, pengikutnya dan sahabat yang terakhir meninggal dunia.
Ia adalah pembantu Rasulullah n seorang yang [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2009/01/imam-malik-93-179-h.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Imam Malik ( 93 &#8211; 179 H )'>Imam Malik ( 93 &#8211; 179 H )</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/07/anas-bin-malik.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-909" title="anas bin malik" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/07/anas-bin-malik-150x150.jpg" alt="anas bin malik 150x150 Anas bin Malik RA" width="150" height="150" /></a>Nasab beliau</strong><br />
Beliau adalah Anas bin Malik bin Nadzor bin Dhomdom bin Zaid bin Harom bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin An Najjar, Abu Hamzah Al Ansori Al Khazraji. Dia termasuk kerabat Rasulullah n dari jalur istri. Ia juga muridnya, pengikutnya dan sahabat yang terakhir meninggal dunia.</p>
<p>Ia adalah pembantu Rasulullah n seorang yang banyak meriwayatkan hadits darinya. Ibunya adalah Ummu Sulaim Malikah binti Milhan bin Kholid bin Zaid bin Harom, istri Abi Tholhah Zaid bin Sahl Al Ansori. <span id="more-908"></span>Ketika nabi saw datang ke Madinah, Anas berumur 10 tahun. Dan ketika itu juga, ibunya datang kepada nabi saw dan berkata kepadanya: &#8220;Ini adalah Anas anak yang pandai yang akan menjadi pembantumu&#8221;. Maka nabi pun menerimanya.</p>
<div><strong>Lahir beliau</strong></div>
<p>Ketika Rasul datang ke Madinah, Anas berumur 10 tahun, dan ketika beliau wafat Anas berumur 20 tahun. Jadi Anas lahir 10 tahun sebelum tahun hijriyah atau bertepatan dengan tahun 612  Masehi. Ibunya juga seorang yang pandai dan telah masuk Islam, sehingga Anas pun dari kecil telah memeluk agama Islam.</p>
<p><strong>Gelar beliau</strong><br />
Rasulullah saw. memberikan gelar kepadanya dengan Abu Hamzah (Singa).</p>
<p><strong>Keilmuan dan Periwayatan Hadits</strong><br />
Ia adalah seorang Mufti, Qori, Muhaddits, Perowi Islam. Dia mendapatkan banyak ilmu dari Rasulullah n , Abu Bakar, Umar, Usman, Mu&#8217;ad, Usaid Al Hudair, Abi Tholhah, Ibunya sendiri Ummu Sulaim putri Milhan, Bibinya Ummu Haram dan suaminya Ubadah bin Shamit, Abu Dzar, Malik bin Sha&#8217;sha&#8217;ah, Abi Hurairah, Fatimah dan masih banyak lainnya.</p>
<p>Darinya juga banyak mencetak orang-orang penting, diantaranya adalah Al Hasan, Ibnu Sirin, Asy Sya&#8217;bi, Abu Kilabah, Makhul, Umar bin Abdul Aziz, Tsabit Al Banani, Bakar bin Abdillah Al Mazani, Az Zuhri, Qotadah, Ibnul Munkadir, Ishak bin Abdillah bin Abi Tholhah, Abdul Aziz bin Shuhaib, Syuaib bin Al Habhab, Amru bin Amir al Kufi, Sulaiman At Taimi, Hamid At Thowil, Yahya bin Sa&#8217;id Al Ansori, Katsir bin Salim, Isa bin Thohman dan Umar bin Syakir.</p>
<p>Dan para sahabat beliau yang tsiqoh lebih dari 150 orang, sedang yang lemah sekitar 190 sahabat. Selebihnya adalah orang – orang yang tidak tsiqoh bahkan hadits dari mereka secara global dibuang. Seperti : Ibrahim bin Hadbah, Dinar bin Abu Makis, Khorrosy bin Abdillah, Musa At Tahwil. Mereka hidup setelah 200 tahun, mereka tidak dianggap.</p>
<p>Anas menemani Nabi saw dengan sempurna. Ia benar-benar sempurna dalam bermulazamah kepada beliau sejak beliau hijrah, sampai meninggal. Dia juga banyak mengikuti peperangan bersama beliau, juga berbaiat di bawah pohon (Bai&#8217;at Ridwan).<br />
Anas jika berbicara tentang hadits Rasulullah n , maka setelah selasai ia mengatakan &#8220;Sebagaimana yang dikatakan Rasulullah n &#8221;<br />
Musnad Anas sebanyak 2.286, yang disepakati Bukhari dan Muslim sebanyak 180 hadits, dan yang hanya dalam riwayat Bukhari 80 hadits dan Muslim 90 hadits.</p>
<p><strong>Do&#8217;a Rasul terhadap Anas</strong><br />
Ibunya datang kepada Rasulullah n dan berkata : &#8220;Wahai Rasulullah n ini adalah Anas, anak yang cerdas mau menbantumu&#8221;. Kemudian Anas diserahkan kepada Rasulullah n dan beliau pun menerimanya. Ibunya pun memohon kepada Rasulullah n untuk mendoakan Anas, maka Rasul pun berdoa untuknya,</p>
<div>
<h2>اللهم أكثر ماله وولده وأدخله الجنة</h2>
</div>
<div>
<h2>اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَأَطِلْ عُمُرَهُ وَاغْفِرْ ذَنْبه</h2>
</div>
<p>&#8220;Ya Allah perbanyaklah anak dan hartanya, serta masukkanlah dia ke dalam surga&#8221;  dalam riwayat lain, &#8220;Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah umurnya dan ampunilah dosanya&#8221;</p>
<p>Anas berkata, &#8220;Demi Allah hartaku sangat melimpah, sampai kurma dan anggurku berbuah dua kali dalam setahun. Jumlah anak-anak dan cucuku &#8211; cucuku mencapai seratus.&#8221; dalam riwayat lain seratus enam. Dalam riwayat lain juga disebutkan dari anak perempuannya Aminah, mengabarkan tentang anak beliau yang mati dan dikuburkan saja itu mencapai 120 anak, selain cucunya, itu pada saat Hajjaj berkuasa di Basrah.</p>
<p>Berkat do&#8217;a Rasulullah saw. ia menjadi sahabat yang paling banyak anaknya serta paling panjang umurnya, dan paling akhir meninggal dunia.</p>
<p><strong>Penjaga Rahasia Rasulullah saw.</strong><br />
Suatu hari Anas melayani Rasulullah saw.  sampai selesai, kemudian dia berkata: &#8221; Nabi sedang tidur siang&#8221;, kemudian dia pergi dan didapatinya anak-anak pada bermain. Kemudian ia berdiri dan melihat permainan mereka. Tiba-tiba nabi datang, dan memberi salam kepada mereka. Terus memanggil Anas dan mengutusnya untuk suatu urusan. Sepertinya ini adalah perintah rahasia, hingga dia mendatangi ibunya dengan pelan. Ibunya bertanya &#8220;Ada apa denganmu&#8221;?  Anas menjawab, &#8220;Nabi mengutusku untuk suatu urusan.</p>
<p>Ibunya bertanya lagi, &#8220;Urusan apa itu?&#8221; Anas menjawab, &#8220;Ini adalah rahasia nabi&#8221;. Maka ibunya berkata, &#8221; Jagalah rahasia Rasulullah saw. Maka Anas tidak menceritakan kepada siapapun.</p>
<p><strong>Akhlak Rasulullah saw.  terhadap Anas</strong><br />
Pada suatu hari Rasulullah mengutus anas untuk suatu hajat, kemudian dia berkata, Demi Allah saya tidak akan pergi! Dalam hatiku aku akan pergi kalau nabi menyuruhku. Kemudian dia pergi dan melintasi anak-anak yang sedang bermain di pasar. Maka tiba-tiba Rasulullah memegang tengkuknya dari belakang.</p>
<p>Kemudian dia melihat kepada beliau, ternyata beliau tersenyum dan berkata, &#8220;Wahai Unais, pergilah sesuai apa yang aku perintahkan! Maka anas menjawab : Baik Rasulullah n saya akan pergi. Anas berkata &#8221; Demi Allah saya telah menjadi pembantu beliau selama 9 tahun, saya tidak mendapatkan beliau komentar apa yang aku kerjakan&#8221; Kenapa kamu berbuat sepert ini dan begini? Atau sesuatu yang aku tinggalkan,  &#8221; Kenapa kamu tidak berbuat seperti ini?&#8221;</p>
<p>Anas telah menjadi pembantu Rasulullah saw  bertahun-tahun tapi beliau tidak pernah mencelanya sama sekali, tidak pernah memukul, tidak pernah menghardik, tidak pernah bermuka masam, tidak pernah menyuruhnya dan dia malas kemudian Rasulullah n mencelanya. Maka jika salah satu keluarganya mencelanya, beliau berkata, &#8221; Biarkanlah apa yang dia kerjakan!&#8221;<br />
Tsabit bertanya kepada Anas &#8220;Apakah tanganmu pernah bersentuhan dengan telapak tangan Rasulullah saw? Ia menjawab, Ya, pernah. Ia mengulurkannya padaku, dan aku menyambutnya.</p>
<p><strong>Candanya Rasul kepada Anas</strong><br />
Rasulullah juga pernah bercanda dengan Anas. Beliau berkata padanya : ياذا الأذنين ) ) &#8220;Wahai yang punya dua telinga&#8221;</p>
<p><strong>Makan beliau</strong><br />
Abu Ja&#8217;far berkata, &#8220;Anas itu berbelang, dan sangat jelas sekali. Dan sya melihat dia makan dengan suapan besar&#8221;<br />
Abu Ayub berkata, &#8221; Anas lemah dalam mengerjakan puasa, maka ia membuat makanan, kemudian memanggil 30 orang miskin dan memberi makan mereka.</p>
<p><strong>Cincin Anas</strong><br />
Ibnu Sirin berkata, &#8221; Di cincin Anas terdapat lukisan srigala&#8221; Sedang menurut Az Zuhri, dari Anas, bahwa cincinnnya bertuliskan &#8220;Muhammad Rasulullah&#8221; Jika mau ke kamar mandi, ia melepasnya.</p>
<p><strong>Keutamaan Anas</strong><br />
Nabi saw talah mengkhususkan Anas dengan sebagian ilmu. Diantaranya adalah sabda beliau kepada Anas, bahwasanya beliau mampu mendatangi sembilan isrinya pada waktu dhuha dengan sekali mandi.</p>
<p>Rasulullah saw. mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansor di rumah Anas, dan mereka berjumlah 90 orang. Setengah dari Muhajirin dan setengahnya lagi dari Ansor. Rasulullah saw  mempersaudarakan mereka atas persamaan diantara mereka, saling mewarisi setelah meninggal tanpa ada hubungan rahim, sampai terjadinya perang Badar. Ketika turun ayat:</p>
<h2>{ وأولو الأرحام بعضهم أولى ببعض في كتاب الله } [ الأحزاب 6 ]</h2>
<div>Maka setelah itu, saling mewarisi harus karena hubungan rahim, bukan ikatan persaudaraan.</div>
<div><strong>Kata mutiara</strong></div>
<h2>لايتقي ( الله ) عبد حتى يخزن من لسانه</h2>
<p>&#8220;Seorang hamba tidak dikatakan betakwa kepada Allah, sampai dia bisa menjaga lisannya&#8221;</p>
<p><strong>Ibadah beliau</strong><br />
Abu Hurairah berkata, : &#8220;Saya tidak pernah melihat seorang sahabatpun yang mirip dengan sholatnya Rasulullah saw selain daripada ibnu Ummu Sulaim (Anas bin Malik ). Ibnu Sirin berkata, &#8220;Anas adalah sahabat yang sholatnya paling bagus, baik di rumah maupun pada waktu safar.&#8221;</p>
<p>Tsumamah berkata, &#8220;Anas sholat sampai kedua kakinya bengkak mengeluarkan darah, karena sholatnya sangat panjang. Semoga Allah meridhoinya.</p>
<p>Anas berkata, : &#8220;Ambillah (Al Qur&#8217;an dan As Sunnah) dariku, karena saya mengambilnya langsung dari Rasulullah saw, dan Rasulullah n dari Allah swt. Kamu tidak akan mendapatkan kabar yang lebih kuat, kecuali dariku&#8221;</p>
<p>Anas juga tahu benar ibadah Rasulullah saw. Dan tidak ada satu malampun dia melihat Rasulullah kecuali beliau menangis.<br />
Al Hariri berkata: Anas mulai ihram dari Dzat Iraq, saya tidak mendengar sesuatupun darinya kecuali dzikir kepada Allah, sampai dia tahalul. Kemudian ia berkata padaku &#8220;Wahai keponakanku (ibn akhi) beginilah ihram.&#8221;</p>
<p>Pada hari Jum&#8217;at, Anas menemui Sholih bin Ibrahim yang sedang berbincang-bincang di salah satu rumah istri nabi, lalu dia berkata &#8220;Mah&#8221; Ketika selesai sholat, dia berkata, : &#8220;Saya benar-benar takut kalau-kalau sholat Jum&#8217;atku batal, gara-gara perkataanku pada kalian &#8220;Mah&#8221;.</p>
<p><strong>Rasa takut beliau</strong><br />
Ketika Az Zuhri masuk ke rumah Anas di Dimsiq (Irak), dia melihat Anas menangis. Kemudian ditanya, &#8220;Apa yang menyebabkan engkau menangis? Dia menjawab, &#8220;Saya tidak tahu apapun kecuali apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah n dan para sahabatnya tentang masalah shalat. Dalam masalah sholat ini telah dihilangkan ( diakhirkan dari waktunya ). Pada masa itu ( Bani Umayyah ) masalah sholat diakhirkan, kecuali pada masa Umar bin Abdul Aziz.</p>
<p><strong>Jihad beliau</strong><br />
Anas mulai ikut berjihad mulai dari kecil. Dikatakan kepada Anas: Apakah engkau menyaksikan perang Badar? Ia  menjawab &#8221; Laa umma laka! Kemanakah saya kalau sampai tidak hadir.&#8221;</p>
<p>Muhammad bin Abdullah berkata &#8221; Anas keluar bersama Rsulullah ketika terjadi perang Badar, ia adalah seorang anak yang membantu Rasulullah.<br />
Musa mengabarkan bahwa Anas mengikuti peperangan sebanyak delapan kali.</p>
<p><strong>Karamah Anas</strong><br />
Ibnu Abi Dunya berkata &#8220;Ketika Tsabit sedang bersama Anas, tiba-tiba datang Qohromanah dan berkata, &#8220;Wahai Abu Hamzah, talah datang musim kemarau, sehingga tanah kami kering&#8221; Kemudian Anas langsung berdiri dan mengambil air wudhu, lalu keluar menuju tanah tadi  dan melakukan sholat sebanyak dua rakaat. Setelah itu dia berdo&#8217;a. Maka tiba-tiba awan mendung dan turunlah hujan, sampai airnya meluap. Ketika hujan reda, Anas memanggil sebagian keluarganya dan berkata &#8221; Lihatlah langit itu&#8221;. Maka setelah itu tanahnya menjadi subur.</p>
<p><strong>Menjadi Amir</strong><br />
Abu Bakar  dan Umar telah mengangkat Anas sebagai amir di Bahrain, keduanya pun berterima kasih kepadanya.<br />
Setelah dari Rasulullah saw, Anas pergi ke Basrah. Di sana dia sampai mengalami empat masa, dan mendapatkan perlakuan yang kasar ketika masa Hajjaj dikarenakan fitnah dari Ibnu Asy&#8217;ats. Hajjaj mengira bahwa Anas ikut campur dalam masalahnya kemudian dia berfatwa mengenai hal tersebut. Hingga Hajjaj menunjukan lehernya dan berkata, &#8221; Nih… lehernya Hajaj!&#8221; Kemudian Anas mengadu pada Abdul Malik. Maka ketika Abdul Malik mendapat laporan seperti itu dia langsung mengancam Hajjaj, sehingga dia merasa takut dan berbuat baik sama Anas.</p>
<p>Anas pernah menjadi utusan Abdul Malik pada masa kepemerintahannya, sekitar tahun 92. Dia membangun semua kota Dimsiq. Ketika Anas bergegas menuju masjid Dimsiq, Makhul bertanya padanya, &#8220;Apakah wajib berwudlu ketika selesai mengurus jenazah? Beliau menjawab &#8220;Tidak usah wudlu&#8221;</p>
<p>Ketika Anas menghadap Walid, dia bertanya, &#8220;Apa yang telah engkau dengar dari Rasul perihal hari kiamat? Anas menjawab, &#8220;Saya mendengar Rasulullah n bersabda &#8220;Kalian dan hari kiamat seperti dua ini –jari telunjuk dan jari tengah-&#8221;</p>
<p><strong>Zuhud dan Ketawakalan beliau</strong><br />
Ketika seorang amir datang untuk memberikan fa&#8217;i kepada Anas, dia mengatakan apakah anda mau mengambil 1/5? Dia menjawab, &#8220;Tidak&#8221; Ia tidak menerimanya.</p>
<p>Ketika Anas sakit, ditawarkan kepadanya agar didatangkan seorang dokter, tapi Anas malah menjawab &#8221; Seorang dokter malah menyakitiku&#8221;</p>
<p><strong>Syafaat Rasul untuk Anas</strong><br />
Imam Ahmad berkata : Anas meminta syafaat kepada Rasulullah n pada hari kiamat. Maka rasul menjawab, &#8220;Ya pasti saya akan penuhi permohonanmu.&#8221; Anas bertanya, &#8220;Di manakah saya memohonnya pada hari kiamat nanti, wahai nabiyallah?&#8221;  Rasul menjawab &#8220;Mintalah padaku sesuatu yang pertama kamu minta padaku yaitu di atas sirat.&#8221; Tanya Anas, &#8220;Jika aku tidak ketemu engkau di situ?&#8221; Jawab rasul, &#8220;Maka kalau tidak ketemu di sana berarti saya berada di Mizan. Jika tidak ketemu di Mizan, maka saya ada di Telaga, saya tidak salah tentang tiga tempat tersebut pada hari kiamat&#8221;</p>
<p><strong>Harapan Anas</strong><br />
Anas adalah pemilik sandal dan kantong kulit Rasulullah saw. Anas berkata, : Aku sangat mendambakan akan bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata &#8221; Wahai Rasulullah saw aku adalah pembantu kecilmu&#8221;</p>
<p><strong>Wafatnya beliau</strong><br />
Dikatakan kepada Anas, &#8220;Engkau adalah sahabat Rasulullah n yang paling terakhir yang masih hidup.&#8221; Anas menjawab, Kaum Arab masih tersisa, adapun dari sahabat beliau, maka saya adalah orang yang paling akhir yang masih hidup. Ketika Anas sakit, ditawarkan kepadanya agar didatangkan seorang dokter, tapi Anas malah menjawab &#8221; Seorang dokter menyakitiku&#8221; dan dia memohon agar dia ditalkin &#8216;Laa ilaha illallh, karena dia (Malaikat) telah datang. Dia senantiasa mengatakannya, sampai Malaikat pencabut nyawa mencabut nyawanya. Di sisi dia ada tongkat kecil punya Rasulullah saw. yang kemudian dikubur bersamanya.</p>
<p>Ketika Anas wafat, beliau berumur 107 tahun. Berkata Waqidi dan lainnya&#8221; Anas adalah sahabat di Basrah yang paling terakhir wafatnya.&#8221; Para ahli sejarah selisih dalam menentukan kematian beliau, ada yang mengatakan wafat pada tahun 90, 91, 92 dan ada pula yang mengatakan tahun 93, dan inilah yang mashur menurut jumhur. Imam Ahmad berkata : Anas bin Malik dan Jabir bin Zaid wafat bersamaan pada hari Jum&#8217;at, tahun 93.</p>
<p>Qotadah berkata : Ketika Anas wafat, Muariq al &#8216;Ajli berkata, Hari ini telah pergi / hilang setengah dari pada ilmu. Dia ditanya, kenapa bisa demikian wahai Abu Mu&#8217;tamar? Ia menjawab : Jika ada orang-orang pengikut hawa nafsu menyelisihi kita hadits dari Rasulullah n kita katakan pada mereka : &#8220;Mari kita kembalikan pada orang  yang mendengar (Anas) darinya (Rasul).&#8221;</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishowab</p>
<address>Refrensi :<br />
Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir, Maktabah Ash Shofa, cet 1, 1423 H – 2003 M.<br />
Siyar A&#8217;lam An Nubala, Imam Adz Dzahabi, Darul Fikr, cet 1, 1417 H – 1997 M.<br />
Hayah Ash Shohabah, Muhamad Yusuf Al Kandahlawi, Darul Qolam, cet 1, 1406 H – 1987 M.<br />
Al Ishobah, Ibnu Hajar Al Asqolani<br />
Zadul Ma&#8217;ad, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Muasasah Ar Risalah, cet 3, 1421 H – 2000 M.<br />
</address>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=908&type=feed" alt=" Anas bin Malik RA"  title="Anas bin Malik RA" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2009/01/imam-malik-93-179-h.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Imam Malik ( 93 &#8211; 179 H )'>Imam Malik ( 93 &#8211; 179 H )</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2011/07/anas-bin-malik-ra.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nabi tidak Ridha Umatnya di Neraka</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2011/04/nabi-tidak-ridha-umatnya-di-neraka.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2011/04/nabi-tidak-ridha-umatnya-di-neraka.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 04:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[cinta rasul]]></category>
		<category><![CDATA[mahmmah rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=901</guid>
		<description><![CDATA[“Ya Allah, izinkan aku memberi syafa’at kepada mereka itu walau mereka hanya punya iman sebesar zarrah.”
Dalam mau’izhahnya Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff mengisahkan ihwal  Rasulullah SAW mencari umatnya yang masih terselib di neraka.
Ketika surga dan neraka telah terkunci, dan semua umat manusia telah  dimasukkan ke dalam surga dan neraka sesuai dengan amalannya dan [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2010/03/cinta-rasulullah-terhadap-umatnya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya'>Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/03/ketika-nabi-tersenyum.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketika Nabi Tersenyum'>Ketika Nabi Tersenyum</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/12/ahlak-nabi-muhammad-saw.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ahlak Nabi Muhammad SAW'>Ahlak Nabi Muhammad SAW</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>“Ya Allah, izinkan aku memberi syafa’at kepada mereka itu walau mereka hanya punya iman sebesar zarrah.”</em></p></blockquote>
<p>Dalam mau’izhahnya Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff mengisahkan ihwal  Rasulullah SAW mencari umatnya yang masih terselib di neraka.</p>
<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/04/habib-ali-zaenal-abidin-al-kaff.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-902 alignleft" title="habib ali zaenal abidin al kaff" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/04/habib-ali-zaenal-abidin-al-kaff-150x150.jpg" alt="habib ali zaenal abidin al kaff 150x150 Nabi tidak Ridha Umatnya di Neraka" width="150" height="150" /></a>Ketika surga dan neraka telah terkunci, dan semua umat manusia telah  dimasukkan ke dalam surga dan neraka sesuai dengan amalannya dan mereka  telah menikmati ganjaran atau merasakan hukuman atas apa yang mereka  kerjakan dalam waktu yang begitu lama, Allah SWT menanyakan kepada  Malaikat Jibril, subhanallah sesungguhnya Allah Mahatahu, “Apakah ada  umat Muhammad SAW yang masih tertinggal di dalam neraka?”<br />
<span id="more-901"></span><br />
Maka Malaikat Jibril pun pergi ke neraka Jahanam.</p>
<p>Neraka Jahanam yang begitu gelap tiba-tiba berubah menjadi terang benderang karena kedatangan Jibril.</p>
<p>Para penghuni Jahanam pun bertanya-tanya, siapakah yang datang, mengapa Jahanam tiba-tiba-tiba terang benderang.</p>
<p>Malaikat  Jibril pun menjawab bahwa dia adalah Malaikat Jibril, yang diutus oleh  Allah SWT untuk mencari apakah ada umat Muhammad yang masih terselib di  neraka Jahanam.</p>
<p>Tiba-tiba sekelompok orang berteriak,  “Sampaikan salam kami kepada Rasulullah SAW, beri tahukan keadaan kami  di tempat ini kepada beliau.”</p>
<p>Jibril pun keluar dari neraka Jahanam dan pergi ke surga untuk memberitahukan hal itu  kepada Rasulullah.</p>
<p>Rasulullah  begitu bersedih mendengar bahwa masih ada umatnya yang tertinggal di  dalam neraka dalam waktu yang sudah begitu lama. Beliau tidak ridha ada  umatnya yang masih tertinggal di neraka walau dosanya sepenuh bumi.</p>
<p>Rasulullah SAW pun bergegas hendak pergi neraka.</p>
<p>Tapi  di perjalanan beliau terhadang oleh garis batas Malaikat Israfil. Tidak  ada seorang pun boleh melintasi garis itu kalau tidak seizin Allah SWT.</p>
<p>Rasulullah SAW pun mengadu kepada Allah SWT, dan akhirnya beliau diizinkan.</p>
<p>Tapi sesudah itu Allah SWT mengingatkan Rasulullah bahwa umat itu telah  meremehkan beliau. “Ya Allah, izinkan aku memberi syafa’at kepada  mereka itu walau mereka punya hanya punya iman sebesar zarrah.”</p>
<p>Sesampainya Rasulullah di neraka Jahanam, padamlah api neraka yang begitu dahsyat itu.</p>
<p>Penduduk Jahanam pun berucap, “Apa yang terjadi, mengapa api Jahanam ini tiba-tiba padam? Siapakah yang datang lagi?”</p>
<p>Rasulullah  SAW menjawab, “Aku Muhammad SAW yang datang, siapa di antara kalian  yang jadi umatku dan punya iman sebesar zarrah, aku datang untuk  mengeluarkannya.”</p>
<p>Demikianlah kecintaan Rasulullah kepada  umatnya, beliau akan memperjuangkannya sampai di hadapan Allah SWT. Lalu  bagaimana kecintaan kita sebagai umat Rasulullah SAW kepada pribadi  yang begitu agung itu?</p>
<address>sumber : <a href="http://www.majalah-alkisah.com" target="_blank">www.majalah-alkisah.com</a><br />
</address>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=901&type=feed" alt=" Nabi tidak Ridha Umatnya di Neraka"  title="Nabi tidak Ridha Umatnya di Neraka" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2010/03/cinta-rasulullah-terhadap-umatnya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya'>Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/03/ketika-nabi-tersenyum.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketika Nabi Tersenyum'>Ketika Nabi Tersenyum</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/12/ahlak-nabi-muhammad-saw.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ahlak Nabi Muhammad SAW'>Ahlak Nabi Muhammad SAW</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2011/04/nabi-tidak-ridha-umatnya-di-neraka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hijrah Rasulullah SAW</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2011/04/hijrah-rasulullah-saw.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2011/04/hijrah-rasulullah-saw.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 21:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi dan Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah rasul]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[sirah nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa riwayat yang shahih disebutkan bahwa setelah Abu Bakar ra melihat kaum Muslim sudah banyak yang berangkat hijrah ke Madinah, ia datang kepada Rasulullah sw meminta ijin untuk berhijrah. Tetapi dijawab oleh Rasulullah saw, &#8220;Jangan tergesa-gesa, aku ingin memperoleh ijin dulu dari Allah.“ Abu Bakar bertanya, “Apakah engkau juga menginginkannya?“ Jawab Nabi saw, “Ya.“ [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2010/01/sifat-dan-sebagian-ahlak-rasulullah-saw.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sifat dan Sebagian Ahlak Rasulullah SAW'>Sifat dan Sebagian Ahlak Rasulullah SAW</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/05/meneladani-akhlak-rasulullah-saw-strategi-dakwah-yang-santun.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Meneladani Akhlak Rasulullah Saw, Strategi Dakwah yang Santun'>Meneladani Akhlak Rasulullah Saw, Strategi Dakwah yang Santun</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/03/keutamaan-sholawat-kepada-rasulullah-saw.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keutamaan Sholawat kepada Rasulullah SAW'>Keutamaan Sholawat kepada Rasulullah SAW</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/04/hijrah.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-889 alignleft" title="hijrah" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/04/hijrah-150x150.jpg" alt="hijrah 150x150 Hijrah Rasulullah SAW" width="150" height="150" /></a>Dalam beberapa riwayat yang shahih disebutkan bahwa setelah Abu Bakar ra melihat kaum Muslim sudah banyak yang berangkat hijrah ke Madinah, ia datang kepada Rasulullah sw meminta ijin untuk berhijrah. Tetapi dijawab oleh Rasulullah saw, &#8220;Jangan tergesa-gesa, aku ingin memperoleh ijin dulu dari Allah.“ Abu Bakar bertanya, “Apakah engkau juga menginginkannya?“ Jawab Nabi saw, “Ya.“ Kemudian Abu Bakar ra menangguhkan keberangkatannya untuk menemani Rasulullah saw. Ia lalu membeli dua ekor unta dan dipeliharanya selama empat bulan.<br />
<span id="more-888"></span><br />
Selama masa tersebut kaum Quraisy mengetahui bahwa Rasulullah saw telah memiliki pendukung dan sahabat dari luar Mekkah. Mereka khawatir jangan-jangan Rasulullah saw keluar dari Mekkah kemudian menghimpun kekuatan di sana dan menyerang mereka.</p>
<p>Maka diadakanlah pertemuan di Darun-Nadwah (rumah Qushayyi bin Kilab, tempat kaum Quraisy memutuskan segala perkara) utuk membahas apa yang harus dilakukan terhadap Rasulullah saw. Akhirnya diperoleh kata sepakat untuk mengambil seorang pemuda yang kuat dan perkasa dari setiap kabilah Quraisy. Kepada masing-masing pemuda itu diberikan sebilah pedang yang ampuh kemudian secara bersama-sama mereka serentak membunuhnya, agar Bani Manaf tidak berani melancarkan serangan terhadap semua orang Quraisy. Setelah ditentukan hari pelaksanaannya, Jibril as datang kepada Rasulullah saw memerintahkan berhijrah dan melarangnya tidur di tempat tidurnya pada malam itu.</p>
<p>Dalam riwayat Bukhari, Aisya ra mengatakan: “Pada suatu hari kami duduk di rumah Abu Bakar ra, tiba-tiba ada seseorang yang berkata kepada Abu Bakar, “Rasulullah saw datang padahal beliau tidak biasa datang kemari pada saat-saat seperti ini.“ Kemudian Abu Bakar berkata: “Demi bapak dan ibuku yang menjadi tebusan engkau, Demi Allah, Rasulullah saw datang pada saat seperti ini, tentu ada suatu kejadian penting.“ Aisya ra berkata: “Kemudian Rasulullah saw datang dan meminta ijin untuk masuk. Setelah dipesilahkan oleh Abu Bakar, Rasulullah saw pun masuk ke rumah, lalu berkata kepada Abu Bakar, “Suruhlah keluargamu masuk ke rumah.“ Abu Bakar menjawab, “Ya, Rasulullah saw tidak ada siapa-siapa kecuali keluargaku.“ Rasulullah saw menjelaskan, “Allah telah mengijinkan aku berangkat berhijrah.“ Tanya Abu Bakar, “Apakah aku jadi menemani anda, ya RAsulullah ?“ Jawab Nabi saw, “Ya, benar engkau menemani aku.“ Kemudian Abu Bakar berkata, “Ya, Rasulullah saw, ambillah salah satu dari dua ekor untaku.“ Jawab Rasulullah saw, “Ya, tetapi dengan harga.“</p>
<p>Lebih jauh Aisyah ra menceritakan: “Kemudian kami mempersiapkan segala keperluan secepat mungkin, dan kami buatkan bekal makanannya yang kami bungkus dalam kantung terbuat dari kulit. Lalu Asma’ binti Abu Bakar memotong ikat pinggangnya untuk mengikat mulut kantong itu, sehingga dia mendapatkan sebutan &#8220;pemilik ikat pinggang“.</p>
<p>Kemudian Rasulullah saw menemui Abi bin Abi Thalib dan memerintahkan untuk menunda keberangkatannya hingga selesai mengembalikan barang-barang titipan setiap orang di Mekkah yang merasa khawatir terhadap terhadap barang miliknya yang berharga, mereka selalu menitipkannya kepada Rasulullah saw, karena mereka mengetahui kejujuran dan kesetiaan beliau di dalam menjaga barang amanat.</p>
<p>Sementara itu Abu Bakar memerintahkan anak lelakinya Abdullah supaya menyadap berita-berita yang dibicarakan orang banyak di luar untuk di sampaikan pada sore harinya kepadanya di dalam gua. Selain Abdullah kepada bekas budaknya yang bernama Amir bin Fahirah, Abu Bakar juga memerintahkan supaya menggembalakan kambingnya di siang hari, dan pada sore harinya supaya digiring ke gua untuk diperah air susunya di samping untuk menghapuskan jejak. Kepada Asma’, Abu Bakar menugasinya supaya membawa makanan kepadanya setiap sore.</p>
<p>Ibnu Ishaq dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Yahya bin ‘Ibad bin Abdillah bin Zubair dari Asma’ binti Abi Bakar ra, ia berkata: &#8220;Ketika Rasulullah saw berangkat bersama Abu Bakar, Abu Bakar membawa serta semua hartanya sejumlah enam atau lima ribu dirham. Selanjutnya Asma’ menceritakan: &#8220;Kemudian kakekku yang sudah buta, Abu Quhafah, datang kepada kami seraya berkata, &#8220;Demi Allah aku melihat Abu Bakar berangkat meninggalkan kamu dengan membawa seluruh hartanya.“ Aku jawab, “Tidak, wahai kakek. Dia telah meninggalkan kebaikan yang banyak untuk kami.“ Lalu aku ambil beberapa batu kemudian aku letakkan di tempat di mana Abu Bakar biasa menaruh uanngya, lalu aku tutupi dengan kain. Kemudian aku pegang tangannya dan aku katakan kepadanya,“ Letakkanlah tanganmu di atas uang ini.“ Kemudian dia meletakan tangannya di antaranya seraya berkata, “Tidak mengapa, jika dia telah meninggalkan untukmu. Dia telah berbuat baik, dan ini cukup untukmu.“ Asma’ berkata, “Demi Allah sebenarnya dia tidak meninggalkan sesuatu untuk kami, tetapi dengan cara itu aku hanya ingin menyuruh kakek diam.&#8221;</p>
<p>Pada mala hijrah Nabi saw orang-orang musyrik telah menunggu di pintu Rasulullah saw . Mereka mengintai hendak membunuhnya. Tetapi Rasulullah saw lewat di hadapan mereka dengan selamat, karena Allah telah mendatangkan rasa kantuk pada mereka. Sementara itu, Ali bin Abi Thalib dengan tenang tidur di atas tempat tidur Rasulullah saw, setelah mendapatkan jaminan dari beliau bahwa mereka tidak akan berbuat kejahatan terhadapnya.</p>
<p>Maka berangkatlah Rasulullah saw bersama Abu Bakar menuju gua Tsur. Peristiwa ini menurut riwayat yang paling kuat terjadi pada tanggal 2 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan 20 September 622 M, tiga belas tahun setelah bi’tsah. Kemudian Abu Bakar memasuki gua terlebih dahulu untuk melihat barangkali di dalamnya ada binatang buas atau ular. Di gua inilah keduanya menginap selama tiga hari. Setiap malam Abdullah bin Abu Bakar menginap bersama mereka, kemudian turun ke Mekkah pada waktu Shubuh. Sementara Amir bin Fahirah datang ke gua dengan membawa kambing-kambingnya untuk menghapuskan jejak Abdullah.</p>
<p>Dalam pada itu, kaum musyrik setelah mengetahui keberangkatan Nabi saw mencari Rasulullah saw dengan mengawasi semua jalan ke arah Madinah, dan memeriksa setiap persembunyian, bahkan sampai ke gua Tsur. Saat itu Rasulullah saw dan Abu Bakar mendengar langkah-langkah kaki kaum musyrik di sekitar gua, sehingga Abu Bakar merasa khawatir dan berbisik kepada Rasulullah saw, “Seandainya di antara mereka ada yang melihat ke arah kakinya, niscaya mereka akan melihat kita.“ Tetapi dijawab oleh Nabi saw, “Wahai Abu Bakar, jangan kamu kira kita hanya berdua saya. Sesungguhnya Allah berserta kita.“</p>
<p>Allah menutup mata kaum musyrik sehingga tak seorangpun melihat ke arah gua itu, dan tak serorangpun di antara mereka yang berpikir tentang apa yang ada di dalamnya.</p>
<p>Setelah tidak ada lagi yang mencari, dan setelah datang Abdullah bin Arqath seorang pemandu jalan yang dibayar untuk menunjukkan jalan rahasia ke Madinah, berangkatlah keduanya menyusuri jalan pantai dengan dipandu oleh Abdullah bin Arqath itu.</p>
<p>Pada waktu itu kaum Quraisy mengumumkan tawaaan, bahwa siapa saja yang dapat menangkap Muhammad saw dan abu Bakar akan diberi hadiah sebesar harga diyat (tebusan) masing-masing dari keduanya.</p>
<p>Pada suatu hari, ketika sejumlah orang dari bani Mudlij sedang mengadakan pertemuan, di antara mereka terdapat Suraqah bin Ja’tsam, tiba-tiba datang kepada mereka seorang laki-laki sambil berkata, “Saya baru saja melihat beberapa bayangan hitam di pantai. Saya yakin mereka adalah Muhammad dan para sahabatnya.“ Suraqah pun mafhum bahwa mereka adalah Muhammad saw. Ia berhenti sejenak, kemudian menunggang dan memacu kudanya untuk mengejar rombongan itu, hingga ketika telah sampai dekat Rasulullah saw, tiba-tiba kudanya tersungkur, dan dia pun jatuh terpelanting. Kemudian dia bangun dan mengejar kembali sampai mendengar bacaan Nabi saw. Berkali-kali Abu Bakar menoleh ke belakang, sementara Rasulullah saw berjalan terus dengan tenang. Tetapi tiba-tiba Suraqah terhempas lagi dari punggung kudanya dan jatuh terpelanting. Ia bangun lagi dengan tubuh berlumuran tanah, kemudian berteriak memanggil-manggil minta diselamatkan.</p>
<p>Tatkala Rasulullah saw dan Abu Bakar menghampirinya, ia meminta ma’af dan mohon supaya Nabi saw berdoa memohonkan ampunan untuknya, dan kepada Nabi saw ia menawarkan bekal perjalanan. Oleh Nabi saw dijawab, “Kami tidak membutuhkan itu! Yang kuminta supaya engkau tidak menyebarkan berita tentang kami.“ Suraqah menyahut, “Baiklah.“</p>
<p>Maka pulanglah Suraqah dan setiap kali bertemu dengan orang-orang yang mencari-cari Rasulullah saw dia selalu menyarankan supaya kembali saja. Demikianlah kisah Suraqah. Di pagi hari ia berjuang dengan giat ingin membunuh Nabi saw, tetapi di sore hari berbalik menjadi pelindungnya.</p>
<address>[Disalin dari buku Sirah Nabawiyah karangan Dr. Muhammad Sa`id Ramadhan Al Buthy, alih bahasa (penerjemah): Aunur Rafiq Shaleh, terbitan Robbani Press]</address>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=888&type=feed" alt=" Hijrah Rasulullah SAW"  title="Hijrah Rasulullah SAW" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2010/01/sifat-dan-sebagian-ahlak-rasulullah-saw.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sifat dan Sebagian Ahlak Rasulullah SAW'>Sifat dan Sebagian Ahlak Rasulullah SAW</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/05/meneladani-akhlak-rasulullah-saw-strategi-dakwah-yang-santun.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Meneladani Akhlak Rasulullah Saw, Strategi Dakwah yang Santun'>Meneladani Akhlak Rasulullah Saw, Strategi Dakwah yang Santun</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2010/03/keutamaan-sholawat-kepada-rasulullah-saw.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keutamaan Sholawat kepada Rasulullah SAW'>Keutamaan Sholawat kepada Rasulullah SAW</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2011/04/hijrah-rasulullah-saw.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia yang Nisbi &#8211; Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir</title>
		<link>http://alkisah.web.id/2011/04/dunia-yang-nisbi-kalam-al-habib-abdullah-bin-husain-bin-thahir.html</link>
		<comments>http://alkisah.web.id/2011/04/dunia-yang-nisbi-kalam-al-habib-abdullah-bin-husain-bin-thahir.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 21:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klulaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[dunia hisbi]]></category>
		<category><![CDATA[kalam habib abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[mutiara hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkisah.web.id/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[“Perasaan senang, bahagia, tenteram, puas dan  lapang dada ternyata tak timbul sebab keserasian suatu raihan manusia  dengan keinginannya. Begitu sebaliknya, rasa sedih, masygul dan gundah  gulana tak lahir karena kontradiksi harapan dengan  kenyataan. Segala  rasa itu adalah kesan maknawi yang dialirkan Sang Ilah ke hati hamba  yang Ia kehendaki.”
“Tak [...]


<b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2012/01/sulitnya-melepas-cinta-dunia-walau-ditukar-surga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sulitnya Melepas Cinta Dunia Walau Ditukar Surga'>Sulitnya Melepas Cinta Dunia Walau Ditukar Surga</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2008/12/kalam-habib-ali-bin-muhammad-al-habsyi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kalam Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi'>Kalam Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/01/al-habib-husain-bin-muhammad-al-haddad.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al Habib Husain bin Muhammad Al Haddad'>Al Habib Husain bin Muhammad Al Haddad</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><span style="color: #333333;"><a href="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/04/dunis-nisbi2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-883" title="dunis nisbi2" src="http://alkisah.web.id/wp-content/uploads/2011/04/dunis-nisbi2-150x150.jpg" alt="dunis nisbi2 150x150 Dunia yang Nisbi   Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir" width="150" height="150" /></a>“Perasaan senang, bahagia, tenteram, puas dan  lapang dada ternyata tak timbul sebab keserasian suatu raihan manusia  dengan keinginannya. Begitu sebaliknya, rasa sedih, masygul dan gundah  gulana tak lahir karena kontradiksi harapan dengan  kenyataan. Segala  rasa itu adalah kesan maknawi yang dialirkan Sang Ilah ke hati hamba  yang Ia kehendaki.”</span></span></p>
<p>“Tak jarang, seseorang yang hidup dalam kemiskinan, cacat fisik dan  kepelikan lain yang menyusahkan, nyatanya bisa menghirup perasaan  legawa, sejahtera, serta bahagia. Rasa hati yang positif itu bisa  menjalar ke kawan-kawan dekatnya, bahkan kepada orang yang memandang  wajahnya atau menyebut dirinya.”<br />
<span id="more-882"></span><br />
“Banyak pula orang yang hidup dalam kemewahan materi, keperkasaan raga,  jaminan masa depan, dan kenyamanan, tapi, dengan segenap fasilitas itu,  ia tak merasakan damai. Hatinya sempit, keruh, susah, sumpek dan penuh  gelisah. Siapa saja yang membicarakan orang semacam ini bakal merasakan  suntuk, apalagi memandangnya atau berkumpul bersamanya.”</p>
<p>Begitulah Habib Abdullah bin Husein bin Thahir membaca gelagat manusia  dalam kehidupannya. Sungguh tepat kiranya. Manusia memang sering  teperdaya. Mereka senantiasa menyangka bahwa kebahagiaan hanya bisa  direngkuh dengan kebendaan. Kekayaan pun mereka kejar-kejar setengah  mati. Dan begitu mereka dapat, ternyata semua itu hampa, kosong, tak ada  apa-apanya.</p>
<p><strong>DAJJAL</strong></p>
<p>“Dunia ini tak ada bedanya dengan Dajjal. Sebuah hadis Nabi SAW  mengenalkan sosok Dajjal kepada kita: Ia (Dajjal) datang dengan membawa  surga dan nerakanya sendiri. Surga versi Dajjal yang disaksikan  orang-orang, hakikatnya adalah neraka yang membakar. Sedang neraka milik  Dajjal yang terlihat oleh mata, ternyata, itulah embun surga yang  menyegarkan.”</p>
<p>“Dunia pun segendang sepenarian. Ia mengusung surga dan neraka. Surga  yang dihidangkan oleh dunia ternyata menyimpan  azab, azab di dunia dan  azab di akhirat. Sementara itu, neraka dunia yang dirasakan oleh manusia  ternyata memendam sejuta nikmat, nikmat dunia dan nikmat akhirat.”</p>
<p>“Manakala kita menyaksikan seseorang dikaruniai anak yang banyak,  limpahan emas dan perak, pakaian-pakaian megah, rumah dan kendaraan  mewah, makan dan minuman lezat, istri nan jelita, kebun-kebun serta  tanah-tanah yang lapang, jabatan tinggi, banyak pengikut, dan  popularitas, kita pasti membayangkan bahwa ia telah berada di puncak  kenikmatan dan kepuasan. Akan tetapi, bila kita mau merenungkan lebih  jauh, kita tersadar: sejatinya ia berada di pusaran keletihan dan  kepayahan; ia terkurung di dalam arus kesumpekan dan jurang fitnah serta  marabahaya. Betapa tidak. Kalau kita kaji lagi, segenap kesusahan,  keresahan dan laku dosa ternyata berpangkal dari kenikmatan-kenikmatan  tersebut. Surga yang semu itu pun menjelma neraka.”</p>
<p>“Coba kita amati orang yang hidupnya pas-pasan dan merasa cukup dengan  semua itu, yang jalan hidupnya zuhud, anaknya sedikit, pakaian dan rumah  tinggalnya sederhana, tak bermodal, bukan tuan tanah, khumul dan tak  dihiraukan orang banyak, serta menyepi dari keramaian, niscaya akan  terbit rasa iba di hati kita akan keadaannya. Kita bakal menyangka bahwa  orang seperti ini senantiasa digelayuti kesedihan. Kita takkan pernah  tahu bahwa hati orang macam inilah yang sebenarnya jauh lebih bahagia  dan damai dari orang model pertama tadi.”</p>
<p>“Itu masih di dalam tataran dunia. Di akhirat kelak, sang manusia tak  berpunya akan beroleh harapan selamat dan sukses lebih besar dari si  kaya raya. Dari sini kita bisa menyerap kearifan: neraka dunia  sebenarnya adalah surga. Memang, tak ada kata rehat atau enak dalam  kehidupan di dunia. Akan tetapi bila kita membaca ihwal kedua macam  orang di atas, kita bisa menyaksikan perbedaan yang sangat nyata.”</p>
<p>Itulah kenisbian dunia yang dikuak oleh Habib Abdullah. Semoga mata kita  terbuka hingga bisa lebih bijak lagi dalam menyikapi hidup. Bila  dikaruniai rizki lebih, mungkin kita bisa berbagi, dan bila diberi  cobaan kesulitan hidup, kita mampu bersikap kuat dan bersabar. Simaklah  doa beliau berikut ini,</p>
<p>“Ya Allah, tuntunlah kami menuju akhlak terindah, sungguh, tak ada yang  kuasa mengantar kami ke sana selain diri-Mu. Palingkan jiwa kami dari  akhlak-akhlak tak elok, sebab, nyatanya tak ada yang berdaya mengelakkan  kami dari semua itu kecuali Engkau.”</p>
<address><span><span style="color: #333333;"> <a href="http://www.forsansalaf.com" target="_blank">www.forsansalaf.com</a></span></span></address>
<img src="http://alkisah.web.id/?ak_action=api_record_view&id=882&type=feed" alt=" Dunia yang Nisbi   Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir"  title="Dunia yang Nisbi   Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir" />

<p><b>Artikel Lainnya:</b><ol><li><a href='http://alkisah.web.id/2012/01/sulitnya-melepas-cinta-dunia-walau-ditukar-surga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sulitnya Melepas Cinta Dunia Walau Ditukar Surga'>Sulitnya Melepas Cinta Dunia Walau Ditukar Surga</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2008/12/kalam-habib-ali-bin-muhammad-al-habsyi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kalam Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi'>Kalam Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi</a></li>
<li><a href='http://alkisah.web.id/2009/01/al-habib-husain-bin-muhammad-al-haddad.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Al Habib Husain bin Muhammad Al Haddad'>Al Habib Husain bin Muhammad Al Haddad</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkisah.web.id/2011/04/dunia-yang-nisbi-kalam-al-habib-abdullah-bin-husain-bin-thahir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
