Ilmu Percaya – Inspirational Story

By | 24 Januari 2016

Namanya mbah muji, jual beli sehari-hari di pasar Jogja. Jika pagi Mbah Mbah dikawal oleh motor cucunya sejauh 6 kilometer, cucunya terus bekerja sampai siang hari sehingga tidak bisa menjemput Mbah Mbah ke pasar. Pasar bubaran pukul 11 ​​siang, Mbah Muji pulang dengan bus, turun di persimpangan jalan utama, lalu harus berjalan kaki 3 pound ke rumah pada hari yang panas.

Whottt! Jalan kerumah?

Inilah terjemahan dari Jawa,

“Simbah biasa mengendarai setiap pasar ke setiap pasar, baru 5 tahun yang lalu simbah diantar, pulang ngebis, tidak naik sepeda kuat bolak-balik ..”

“Bukannya kalau kamu pulang terlalu jauh jalan mbah, 3 kilo lho sampai dusunnya simbah ..”

“Mboten mas, selama 5 tahun hanya 3-4 kali jalan menuju rumah simbah, selalu setiap hari ada tumpangan simbah, gonti-ganti orang, simbah ditransfer ke depan rumah ..

Simbah juga tidak mengenal mereka, ada tentara, ada cah kuliah, bergantian mereka naik simbah, tapi simbah juga tidak mengenal mereka ..

Simbah pasti, pasti Tuhan akan memilih dari ratusan orang yang meneruskan jalan itu untuk mengantarkan simbah setiap hari .. biarlah pahala mereka semua, simbah tidak bisa menjawab … ”

Wah .. Ilmu ini yakin Mbah Muji teknologi ini mengalahkan gimlet, siapa yang harus menggunakan gadged untuk memanggil pickup.

Seperti sore ini, sains mbah muji yakin yang menarik motor saya bisa berbalik dan merapat di depan tangga ..

Besok nanti akan ada orang lain yang akan berlabuh lagi, mengantarkan simbah untuk pulang .. pasti deh! Dengan perbandingan 5 tahun hanya sesekali berjalan, simbah membuktikan Tuhan hadir setiap hari ..

Bagaimana dengan kita?

Bila “ilmu pasti” tidak tetap di dada, kita sering ragu saat menghadapi masalah, yang selalu dicari solusinya, bukan Tuhan .. Meski Tuhan adalah pemilik semua solusi.

Jadi Tuhan dilupakan, solusinya tidak datang.

Bila masalah tidak pernah berakhir, kita bergantung pada manusia yang lemah, curhat disana-sini, sama seperti indulgensi itu sendiri.

Namun pesan Tuhan sangat jelas,

ومن يتق الله يجعل له مخرجا (2) ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه
“Siapa pun yang berhati-hati terhadap Allah niscaya akan membuatnya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tak terduga. Dan siapa yang mempercayai Allah akan menderita (kebutuhannya)”
[QS. Ath Tholaq: ​​2-3]

Hutang belum selesai, sabarrr .. Bersandar pada Tuhan akan memberi jalan keluar ..
Penyembahannya semakin habis, habissss tak ada habisnya!

Masalah seperti jalan buntu, tidak jalan keluar, sabar .. Tanya Tuhan semoga semua solusinya, pasti pasti ada jalannya ..

Ilmuwan percaya, “Saya diciptakan oleh Zat Orang Kaya, mengapa saya harus takut menjadi miskin ..”

Simbah sudah sampai di depan rumah, saya mengucapkan selamat tinggal, menyapanya, simbah mengguyuri saya dengan doa yang membuat saya ngeri mendengarnya.