Kaus kaki Bolong

By | 9 Mei 2017

“Anak-anakku, jika Ayah disebut Allah Yang Maha Kuasa, ada permintaan dari Bapa bagimu”

“Tolong kenakan kaus kakiku yang terkasih di kaus kakiku, meski kaus kaki itu hilang, Ayah ingin mengenakan barang-barang yang tak terlupakan di perusahaan ayahku dan meminta kaus kaki itu dipakai saat kau dikubur.”

Akhirnya sang ayah meninggal.

Saat merawat jenazah dan kapan akan dikafani, anak-anaknya diminta untuk ustadz agar almarhum membiarkan memakai kaus kaki itu sesuai dengan kehendak ayahnya.

Tapi ustadz menolak.
“Maaf dengan Syari’ah hanya 2 potong kain putih yang diperbolehkan di jenazah.”

Maka ada perdebatan antara anak-anak yang ingin memakai kaus kaki robek dan pak ustadz yang melarangnya

Karena tidak ada titik temu, para penasihat dan notaris keluarga dipanggil.

Notaris mengantarkan Will, mari kita baca bersama siapa tahu ada petunjuknya “.

Jadi almarhum akan dibuka agar anak-anaknya dipercayakan kepada notaris.

Bunyinya:

“Anak-anak saya, pastinya sekarang anda bingung, karena dilarang memakai kaus kaki ke tubuh bapak”.
“Lihatlah anak-anakku, dan ada banyak harta ayah, uang, mobil, tanah, kebun dan ladang, rumah mewah, tapi tidak ada apa-apa saat ayah meninggal.”
“Bahkan lubang pun tak bisa diambil.
Jadi tidak penting adalah harta dunia, kecuali iman kita dan perbuatan baik kita “.
Anak-anak saya yang ingin ayah saya memberi tahu Anda agar tidak tertipu ke dunia sementara.
* Pada akhirnya teman sejati kita hanya Iman dan perbuatan baik. *
“Salam sejahtera dari ayah yang ingin Anda menjadikan dunia sebagai jalan untuk Ridlα Allah SWT”.

Biarlah ini menjadi renungan bagi kita semua.

Orang tua tidak takut pada orang miskin yang memberi nafkah kepada anak-anak mereka saat membesarkan mereka._
_Tetapi banyak anak sering takut kekurangan saat melahirkan orang tuanya di usianya yang sudah tua._
_Lihat diri kita saat ini, _
_Sehebat apapun, _
_Suksespun langit-tinggi, _
_but tanpa doa, _ _restua orang tua yang mengangkat kita
_maka tidak akan ada kedamaian, berkah dan kebahagiaan dalam hidup._

_Money bisa ditemukan, _
_ilmu bisa digali_
_jabatan kita bisa capai
Tapi kesempatan untuk mencintai orang tua tidak akan terjadi lagi.

_One ibu, _
_ bisa mengurus tujuh anaknya_
_but tujuh anak mungkin tidak senang
ibu satu orang._

_One ayah, _
_bisa tinggal ketujuh anaknya
Tapi tujuh anak belum tentu bisa hidup
satu ayah

Lihat saja orang tuamu, _
_tutup wajahnya saat dia tidur nyenyak
lihat keriput di wajahnya, _
lihat rambutnya yang sekarang mulai menjadi putih,
Melihat tubuh, tubuh yang dulu kokoh kini mulai membungkuk,
_all telah berubah dalam waktu tapi tidak dengan kasih sayang …_

_Sudahkah kita membuatnya bahagia hari ini? _
_Dudahkah kita membuatnya bangga hari ini? _
_Sudahkah kita membuatnya tersenyum hari ini? _

_No layanan yang bisa kita balas, _
_Jadi baik yang bisa kita balas, _
_all begitu banyak, begitu tulus._

_Yaa Allah Ya My Lord_
Berikan Kebahagiaan kepada orang tua kita atas semua pengorbanan dan kasih sayang yang mereka berikan kepada kita._
_Sorry …
_Ampuni …_
_Terima kasih ……_
_A aku cinta kamu ayah, ibu …
Cinta kamu tidak akan pernah tergantikan _Perlakukan orang tuamu seperti raja maka hidupmu akan seperti raja._

Rabbana Taqabbal Minna.
Ya Allah mengambil dari kita (perbuatan kita),

Aamiin Yaa Rabbal Aalamin
Semoga Kita Menjadi Anak
Sholeh dan shalihah
Aamiin