Kisah Inspirasi: Kaya dan Miskin

By | 25 Agustus 2012

Suatu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya dalam perjalanan keliling negeri dengan tujuan si anak betapa malangnya nyawa orang disekitarnya. Mereka kemudian menghabiskan beberapa hari di rumah pertanian dengan keluarga yang sangat miskin.

Setelah kembali dari perjalanan mereka, sang ayah bertanya kepada anak itu:

“Bagaimana perjalanannya?”.

“Perjalanan yang hebat, yah”.

“Sudahkah kamu melihat orang miskin yang hidup?”, Tanya sang ayah.

“Tentu saja,” jawab anak itu.

“Sekarang ceritakan apa yang Anda baca dari perjalanan itu,” kata sang ayah.

Anak itu menjawab:

Saya melihat kita memiliki satu anjing, tapi mereka memiliki empat anjing.

Kami memiliki kolam yang setengah jalan ke tengah kebun kami, tapi mereka memiliki anak sungai tanpa akhir.

Kami membawa lampu ke kebun kami, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.

Teras dimana kami duduk diregangkan ke halaman depan, sementara teras mereka adalah cakrawala yang lebar.

Kami memiliki lahan sempit untuk ditinggali, tapi mereka punya mata untuk dilihat.

Kita memiliki pelayan yang melayani kita, tapi mereka saling melayani.

Kami membeli makanan kami, tapi mereka menanam makanan sendiri.

Kami memiliki dinding di sekitar rumah untuk melindungi kita, sementara mereka memiliki teman untuk melindunginya.

Ayah anak itu hanya bisa diam saja.

Kemudian anak itu menambahkan kata-katanya: “Ayah, terima kasih telah menunjukkan kepada kami bahwa kami adalah orang miskin”.

Kebijaksanaan yang bisa diambil dari cerita diatas:

Kaya dan Miskin tergantung pada diri kita sendiri, bukan pada penilaian orang lain.