Olahragawan dengan Organ Inspirasi Palsu

By | 8 September 2012

Penggunaan tungkai palsu dalam pengobatan telah membantu banyak pasien selama ribuan tahun untuk menjalani kehidupan yang lebih nyaman. Anggota badan palsu juga sering dianggap sebagai penolong penyandang cacat, karena dengan penggunaan tungkai kaki palsu, mereka bisa menjalani kehidupan seperti orang normal bahkan bisa berkompetisi di Dunia. Bagi atlet yang telah kehilangan salah satu anggota tubuhnya, anggota badan kaki palsu ini mungkin sangat penting karena dapat membantu mereka melalui setiap latihan dan acara olah raga. Ada banyak penyandang cacat yang tidak ingin mengubur impian mereka menjadi atlet, bahkan bisa menjadi inspirasi bagi kebanyakan orang normal. Berikut adalah atlet yang tetap bergairah meski mengandalkan tungkai kaki palsu:

Heroic Hugh Herr adalah seorang pemanjat tebing atletik. Kakinya telah diamputasi karena kecelakaan saat mendaki yang terjadi saat ia masih remaja. Namun Herr tetap bersemangat dan yakin bahwa ia masih bisa menaklukkan tebing. Ada banyak tebing yang berhasil memanjat henya menggunakan kaki palsu. Dalam tindakan pendakian terakhirnya, salah satu kaki prostetik Herr keluar dari tubuhnya, tapi dengan santai dan sabar, Herr mengeluarkan kaki palsunya dan menggantinya di kaki yang tersisa.

Oscar tidak pernah malu, meski kakinya harus diamputasi. Ada banyak pertandingan dalam olahraga lari yang diikuti, bahkan di antaranya menghasilkan medali emas. Meski tak mampu lolos di finalis Olimpiade 400 meter, pelari asal Afrika Selatan ini telah menjadi teladan bagi warga dunia.

Scott harus kehilangan kakinya setelah insiden bom Afghanistan. Hanya sepertiga paha yang tersisa sampai dia bisa berjalan. Tapi Scott memilih untuk menjaga rutinitasnya sebagai penyelam. Untuk menyelam, Scott memakai sirip khusus di kakinya. Jadi dia bisa menjelajahi dunia bawah laut.

Dalam bermain bola basket, tangan tentu memainkan peran yang paling penting. Dengan menggunakan tangan palsy palsu membuktikan Bob, bahwa ia masih bisa memasukkan bola ke dalam keranjang.

Berani, kuat, dan inspirasional, ketiga hal ini sangat melekat pada wanita ini. Aimee adalah atlet, aktris, dan model Paralympian. Tidak seperti kebanyakan atlet yang telah kehilangan anggota badan mereka secara tidak sengaja, Aimee telah kehilangan kakinya sejak dia lahir. Dia dijatuhi hukuman menderita Fibula Hibimelia di salah satu kakinya. Pada usia dua tahun, Aimee sangat ahli dalam menggunakan kaki tiruannya. Dan menghabiskan masa kecilnya dengan berenang, bersepeda, sepak bola, dan olahraga lainnya dengan anak normal lainnya.