Postingan

Kekhalifahan Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma

Gambar
Baiatnya sebagai Khalifah Ketika Ibnu Muljam memukul (menusuk) Ali radhiyallahu 'anhu , orang-orang berkata kepadanya, "Pilihlah pengganti (khalifah), wahai Amirul Mukminin." Beliau menjawab, "Tidak, tetapi aku akan meninggalkan kalian sebagaimana Rasulullah ﷺ meninggalkan kalian (yaitu tanpa menunjuk pengganti). Jika Allah menghendaki kebaikan bagi kalian, Dia akan menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang terbaik di antara kalian, sebagaimana Dia telah menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang terbaik di antara kalian setelah wafatnya Rasulullah ﷺ ." Ketika Ali wafat, disalatkan oleh putranya, Al-Hasan—karena ia adalah putra tertua— radhiyallahu 'anhum , lalu dimakamkan. Orang pertama yang maju menemui Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhu adalah Qais bin Sa'ad bin Ubadah. Ia berkata, "Bentangkan tanganmu, aku akan membaiatmu berdasarkan Kitabullah (Al-Qur'an) dan Sunnah Nabi-Nya." Al-Hasan terdiam, lalu Qais membaiatnya, ...

Jihad dan Penaklukan di Masa Ali bin Abi Thalib r.a

Gambar
Jihad dan Penaklukan di Masanya Khalifah Rasyid yang keempat, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu , menghadapi situasi yang sulit dan kondisi yang terus berubah-ubah. Pemerintahan beliau tidak berjalan stabil, terjadi pertempuran di antara sesama muslim, dan muncul kelompok Khawarij. Akibatnya, Khalifah disibukkan untuk menghadapi peristiwa-peristiwa domestik tersebut dan mengatasi fitnah (kekacauan) yang terjadi setelah terbunuhnya Khalifah yang mati syahid lagi dizalimi, Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu . Di antara dampak buruk dan pengaruh negatif dari fitnah-fitnah tersebut adalah terhentinya gerakan jihad dan perluasan wilayah (penaklukan), yang sebenarnya menjadi ciri utama dari masa kekhalifahan para Khulafa ar-Rasyidun sebelumnya radhiyallahu 'anhum . Buku-buku sejarah pun tidak mencatat adanya penaklukan wilayah baru selama masa kekhalifahan Ali radhiyallahu 'anhu . Namun, terlepas dari peristiwa-peristiwa domestik yang menyakitkan tersebut, wilayah-wi...

Para Raja Ma'in yang Terlupakan: Perdebatan Panjang Para Ahli

Gambar
Di Mana Letak Raja-Raja Terakhir? Teks-teks prasasti yang ditemukan di reruntuhan kota kuno Ma'in terus mengungkap nama-nama raja yang pernah berkuasa. Namun, semakin banyak nama yang ditemukan, semakin rumit pula upaya para sejarawan untuk menyusun urutan yang benar. Setiap ahli memiliki versinya sendiri—dan perbedaan di antara mereka bisa mencapai ratusan tahun! Mari kita ikuti jejak para raja terakhir Ma'in dan bagaimana para peneliti modern berusaha (dan sering gagal) menyepakati siapa yang berkuasa kapan. Waqah'il Nabath: Raja dari Prasasti di Tanah Midian Salah satu prasasti penting,  Rep. Epig. 3707 , menyebut nama Raja  Waqah'il Nabath . Prasasti ini ditemukan di  Al-Khuraibah  (atau "Khribat Ma'in"), sebuah situs di tanah  Midian  — wilayah utara Hijaz yang menjadi tempat pemukiman koloni Ma'in di utara. Prasasti ini ditulis pada masa seorang pejabat tinggi bernama  Hana' Faman  (Hanī Fāmān) yang menjadi "kabir" (gu...

Kafilah yang Selamat: Kisah Perdagangan, Perang, dan Doa di Kerajaan Ma'in

Gambar
Sebuah Perjalanan Penuh Bahaya Bayangkan sebuah kafilah dagang yang melintasi gurun pasir yang luas. Unta-unta membawa muatan rempah, kemenyan, dan barang berharga lainnya. Para pedagang duduk di atas pelana, waspada terhadap bahaya di sekeliling mereka. Tujuan mereka adalah kembali ke kampung halaman, ke kota  Qarnu , ibu kota Kerajaan Ma'in. Teks ini (prasasti Glaser 1155 = Halévy 535) menceritakan kafilah semacam itu. Namun, arah perjalanan kafilah ini masih diperdebatkan. Apakah mereka berangkat dari Ma'in ke utara (Suriah), atau sebaliknya — dari koloni Ma'in di Mesir ("Ma'in Mishran") kembali ke Yaman? Para ahli cenderung percaya bahwa kafilah ini sedang  kembali ke Yaman , ke ibu kota mereka. Dalam perjalanan pulang, mereka menghadapi dua malapetaka besar: Perang saudara antara Selatan dan Utara  (Dzu Yaminat vs Dzu Syamat). Perang antara "Mudzay" dan "Mishr"  (Media/Medes vs Mesir?). Kafilah itu nyaris ...