Postingan

Penjelajahan di Negeri Asing (Ajam)

Gambar
Penjelajahan di Negeri Asing (Ajam) Fase Kelima Penaklukan di Wilayah Timur Setelah kemenangan kaum muslimin dalam Peristiwa Nahawand, kekuatan bangsa Persia tidak lagi bangkit. Kaum muslimin pun mulai menjelajahi negeri-negeri asing setelah Umar bin Khattab memberikan izin kepada mereka. Setelah peristiwa Nahawand, kaum muslimin menaklukkan Kota Jay, yaitu Kota Ashbahan, setelah melalui pertempuran yang sengit dan proses yang panjang. Penduduk kota tersebut akhirnya berdamai dengan kaum muslimin, dan Abdullah bin Abdullah menuliskan surat jaminan keamanan serta perjanjian damai untuk mereka. Sementara itu, ada tiga puluh orang dari mereka yang melarikan diri ke Kirman dan menolak untuk berdamai dengan kaum muslimin. Pada tahun 21 Hijriah, Abu Musa menaklukkan Qum dan Qasyan, sedangkan Suhail bin Adi menaklukkan Kota Kirman. Penaklukan Hamadzan Kedua Kali, Tahun 22 Hijriah: Telah disebutkan sebelumnya bahwa setelah kaum muslimin menyelesaikan urusan di Nahawand, mereka menak...

Nabonidus di Hijaz: Ketika Raja Babilonia Menjadi Penghuni Oase

Gambar
Sepuluh Tahun di Tengah Padang Pasir Bagaimana rasanya jika seorang raja besar meninggalkan istananya yang megah, lalu memilih tinggal di tengah gurun selama sepuluh tahun? Itulah yang dilakukan  Raja Nabonidus  dari Babilonia. Selama satu dasawarsa, ia berkelana di wilayah Hijaz yang baru ditaklukkannya — sebuah wilayah membentang sepanjang  250 mil  dari Taima di utara hingga Yatsrib (Madinah) di selatan, dan selebar  100 mil . Ia mengunjungi penduduk setempat, tinggal di antara suku-suku Arab, berbaur dengan mereka, lalu kembali ke  Taima , ibu kota barunya, untuk mengurus pemerintahan. Yang menarik, selama tinggal di antara orang Arab, Nabonidus  mengadopsi sebagian kebiasaan dan istilah mereka . Prasasti yang ditemukan di Harran bahkan memuat kata-kata serapan dari bahasa Arab — bukti nyata akulturasi budaya. Pemukim Baru dari Babilonia: Cikal Bakal Komunitas Yahudi di Hijaz? Nabonidus tidak datang sendirian. Ia membawa serta ...

Arab dan Kasdim: Jejak Kekaisaran Babilonia di Jantung Jazirah Arab

Gambar
Pengantar: Antara Fakta dan Legenda Bagaimana hubungan bangsa Arab dengan kerajaan Babilonia yang termasyhur? Seberapa jauh pasukan Raja Nebukadnezar (Bukhtanashshar) menembus padang pasir Arab? Apakah benar ia mencapai kota-kota di Hijaz? Catatan sejarah tentang hubungan Arab dengan Kasdim (Babilonia) sangatlah langka. Tidak ada prasasti Kasdim yang secara gamblang menceritakan interaksi mereka dengan suku-suku Arab. Namun,  ketiadaan bukti tertulis bukan berarti tidak ada hubungan . Fakta bahwa wilayah Arab bertetangga langsung dengan Babilonia, serta bukti bahwa orang Arab membantu Babilonia dalam melawan Asyur, sudah cukup menunjukkan bahwa hubungan itu pasti ada. Nebukadnezar dan Kampanye ke Arab: Fakta atau Legenda? Para ahli sejarah dan periwayat (khabariyun) menceritakan bahwa  Nebukadnezar (604–561 SM) pernah menyerang Arab  pada masa hidup  Ma'ad bin 'Adnan  — seorang tokoh legendaris dalam silsilah Arab utara. Mereka meriwayatkan bahwa p...

Penaklukan di Irak dan Wilayah Timur Tahap Ketiga

Gambar
Penaklukan di Irak dan Wilayah Timur Tahap Ketiga: Tahap ini dimulai dengan diangkatnya Sa'ad bin Abi Waqqas sebagai panglima jihad di Irak pada tahun 14 Hijriah. Pengangkatan Sa'ad bin Abi Waqqas sebagai Panglima di Irak: Tahun ke-14 Hijriah dimulai ketika Khalifah Umar bin Khattab gencar mendorong dan memotivasi masyarakat untuk berjihad melawan penduduk Irak. Hal itu dilakukan setelah beliau menerima kabar tentang gugurnya Abu Ubaid pada Perang Jembatan (Jisr), serta kembali bersatunya bangsa Persia di bawah kepemimpinan Yazdajird yang mereka angkat dari garis keturunan raja. Ibnu Jarir mengatakan bahwa Umar radhiyallahu 'anhu berangkat bersama pasukan dari Madinah pada hari pertama bulan Muharram tahun 14 Hijriah ini, lalu berhenti di sebuah sumber air yang bernama Shirar. Beliau mendirikan markas pasukan di sana dengan niat untuk memimpin langsung perang ke Irak. Umar menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai wakil sementara yang memegang kendali di Madinah, serta...