Pelajaran dari Perang Badar
Di lembah sunyi bernama Badar, pasir menghampar dan angin gurun berhembus pelan. Di sanalah, pada hari yang agung itu, dua pasukan bertemu: satu kecil dan tampak lemah, satu lagi besar dan angkuh dengan jumlah dan perlengkapannya. Namun Allah menjadikan hari itu bukan sekadar pertempuran, melainkan sebuah “sekolah besar” tempat mukmin belajar tentang iman, takwa, keberanian, dan rahmat Allah. Allah menggambarkan peristiwa itu dalam Al-Qur’an: ﴿قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ﴾ “Sungguh, telah ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur): segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir, yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang mukmin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Ny...