Postingan

Kafilah yang Selamat: Kisah Perdagangan, Perang, dan Doa di Kerajaan Ma'in

Gambar
Sebuah Perjalanan Penuh Bahaya Bayangkan sebuah kafilah dagang yang melintasi gurun pasir yang luas. Unta-unta membawa muatan rempah, kemenyan, dan barang berharga lainnya. Para pedagang duduk di atas pelana, waspada terhadap bahaya di sekeliling mereka. Tujuan mereka adalah kembali ke kampung halaman, ke kota  Qarnu , ibu kota Kerajaan Ma'in. Teks ini (prasasti Glaser 1155 = Halévy 535) menceritakan kafilah semacam itu. Namun, arah perjalanan kafilah ini masih diperdebatkan. Apakah mereka berangkat dari Ma'in ke utara (Suriah), atau sebaliknya — dari koloni Ma'in di Mesir ("Ma'in Mishran") kembali ke Yaman? Para ahli cenderung percaya bahwa kafilah ini sedang  kembali ke Yaman , ke ibu kota mereka. Dalam perjalanan pulang, mereka menghadapi dua malapetaka besar: Perang saudara antara Selatan dan Utara  (Dzu Yaminat vs Dzu Syamat). Perang antara "Mudzay" dan "Mishr"  (Media/Medes vs Mesir?). Kafilah itu nyaris ...

Perang Siffin dan Nahrawan

Gambar
Perang Siffin Imam Ahmad meriwayatkan dari Ismail bin Ulayyah, dari Ayyub, dari Muhammad bin Sirin, bahwa ia berkata: "Ketika fitnah (konflik) itu bergejolak, jumlah sahabat Rasulullah ﷺ mencapai puluhan ribu orang, namun yang ikut serta di dalamnya tidak sampai seratus orang, bahkan jumlah mereka tidak mencapai tiga puluh orang." Imam Ahmad juga berkata: Umayyah bin Khalid menceritakan kepada kami, ia berkata kepada Syu'bah: Sesungguhnya Abu Syaibah meriwayatkan dari Al-Hakam, dari Abdurrahman bin Abi Laila, ia berkata: "Ada tujuh puluh orang ahli Badar (sahabat yang ikut Perang Badar) yang menyaksikan Perang Siffin." Syu'bah lalu berkata: "Abu Syaibah berdusta. Demi Allah, kami telah mendiskusikan hal itu dengan Al-Hakam, dan kami tidak menemukan ahli Badar yang ikut serta dalam Perang Siffin selain Khuzaimah bin Tsabit." Ibnu Baththah meriwayatkan dengan sanadnya dari Bukair Al-Asyajj, bahwasanya ia berkata: "Ketahuilah bahwa orang-o...