Dendam Quraisy dan Persiapan Menuju Uhud
Kekalahan pahit di Badar masih membara di hati kaum Quraisy Mekah. Kehilangan para pemimpin dan tokoh terhormat mereka membuat api dendam menyala-nyala. Untuk membalas kekalahan itu dan melawan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka memutuskan untuk mengerahkan segala sumber daya. Keuntungan perdagangan besar dari kafilah dagang yang hampir menjadi rampasan perang di Badar, senilai lima puluh ribu dinar, mereka kumpulkan di Darun Nadwah sebagai dana perang. Beberapa pimpinan Quraisy mendatangi Abu Sufyan bin Harb. “Muhammad telah mendatangkan malapetaka bagi kita,” kata mereka. “Dia membunuh orang-orang terbaik kita. Kami rela mengorbankan seluruh keuntungan harta ini untuk mempersiapkan perang melawan Muhammad dan pengikutnya.” Semua pemilik saham dalam harta itu pun menyetujui keputusan tersebut. Mereka lalu dengan gigih mengumpulkan pasukan. Sekutu-sekutu mereka dari kalangan Al-Ahabisy dan berbagai kabilah di sekitar Mekah, seperti Kinanah dan penduduk Tihamah, mer...