Postingan

Fathu Makkah: Khutbah Agung, Baiat Massal, dan Perdebatan Para Ulama

Gambar
Khutbah Fajar di Tanah Suci Di pagi hari setelah Fathu Makkah, sampailah kabar kepada Rasulullah ﷺ bahwa  suku Khuza'ah  (sekutu kaum Muslimin) telah menyerang seorang laki-laki dari suku Hudzail dan membunuhnya. Laki-laki itu masih musyrik, terbunuh karena dendam lama dari masa jahiliah. Rasulullah ﷺ pun marah. Beliau berdiri di tengah manusia dan berkhutbah: “ يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ مَكَّةَ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، فَهِيَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، فَلَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَسْفِكَ فِيهَا دَمًا، وَلَا يَعْضِدَ فِيهَا شَجَرًا، لَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ كَانَ قَبْلِي، وَلَا تَحِلُّ لِأَحَدٍ يَكُونُ بَعْدِي، وَلَمْ تَحِلَّ لِي إِلَّا هَذِهِ السَّاعَةَ غَضَبًا عَلَى أَهْلِهَا، ثُمَّ قَدْ رَجَعَتْ كَحُرْمَتِهَا بِالْأَمْسِ، فَلْيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ مِنْكُمُ الْغَائِبَ، فَمَنْ قَالَ لَكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَاتَلَ فِيهَا،...

Fathu Makkah (Bagian 6)

Gambar
Fathu Makkah: Ketika Keadilan Menuntut Pengecualian di Tengah Ampunan Umum Ampunan Umum dengan Beberapa Pengecualian Rasulullah ﷺ sangat bersungguh-sungguh menjaga kehormatan Mekah. Beliau ingin penaklukan terjadi tanpa pertumpahan darah. Beliau telah berpesan kepada para panglima pasukan agar tidak memerangi kecuali terpaksa. Puncaknya, beliau memberikan ampunan umum kepada seluruh penduduk Mekah. Namun, ada  beberapa orang  (sekitar belasan) yang beliau kecualikan. Mereka tetap harus dibunuh meskipun ditemukan bergantung pada kain Ka'bah. Mengapa? Karena kejahatan mereka terhadap Allah, Rasul-Nya, dan Islam sangat besar. Juga karena kekhawatiran mereka akan memicu fitnah di tengah masyarakat setelah penaklukan. Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam  Fath al-Bari  mengumpulkan nama-nama mereka dari berbagai riwayat. Di antaranya:  Abdul 'Uzza bin Khathal, Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh, 'Ikrimah bin Abi Jahl, Al-Huwayrith bin Nuqayd, Miqyas bin Shababah, Hubbab b...

Fathu Makkah (Bagian 5)

Gambar
Fathu Makkah: Keagungan Maaf di Puncak Kemenangan Setelah penaklukan Mekah, dunia menyaksikan sebuah tontonan yang langka: seorang pemimpin yang berkuasa penuh atas musuh-musuhnya, namun memilih untuk memaafkan. Inilah puncak akhlak agung yang diajarkan Islam. Indahnya Maaf saat Berkuasa Alangkah indahnya maaf di saat mampu membalas. Alangkah agungnya jiwa-jiwa yang meninggalkan dendam dan balas dendam, bahkan meninggalkan pembalasan kejahatan dengan kejahatan serupa. Mereka memilih untuk memaafkan dan melupakan. Dan kepada siapa Rasulullah ﷺ memaafkan? Kepada orang-orang yang telah lama menyiksa beliau dan para sahabat, yang berkali-kali berniat membunuhnya, yang mengusir beliau dan pengikutnya dari kampung halaman, harta, dan keluarga. Bahkan setelah hijrah ke Madinah, mereka tidak pernah berhenti memerangi dan memusuhi beliau. Puncak yang bisa diharapkan dari jiwa manusia yang terzalimi lalu menang adalah membalas tanpa berlebihan dalam menumpahkan darah. Tetapi bel...

Fathu Makkah (Bagian 4)

Gambar
Fathu Makkah: Penghancuran Berhala, Adzan di Atas Ka'bah, dan Ampunan untuk Semua Setelah pasukan Islam masuk ke Mekah dengan damai, tibalah saat-saat paling bersejarah: pembersihan Ka'bah dari berhala-berhala, seruan tauhid yang menggema dari atas rumah Allah, serta pengampunan agung dari Rasulullah ﷺ kepada penduduk Mekah yang pernah memusuhi beliau bertahun-tahun. Perlindungan Ummu Hani' untuk Dua Saudara Iparku Di tengah suasana Fathu Makkah, terjadi sebuah peristiwa yang menunjukkan tingginya nilai perlindungan (ijarah) dalam Islam.  Ummu Hani' binti Abi Thalib  —saudara perempuan Ali bin Abi Thalib dan istri  Hubairah bin Abi Wahb al-Makhzumi —memberikan perlindungan kepada dua orang dari keluarga suaminya (iparnya), yaitu  Al-Harits bin Hisyam  dan  Zuhair bin Abi Umayyah  (keduanya dari Bani Makhzum). Kedua orang itu melarikan diri ke rumah Ummu Hani' karena ketakutan. Saudaranya,  Ali bin Abi Thalib , datang dengan maksud i...

Fathu Makkah (Bagian 3)

Gambar
Fathu Makkah: Detik-Detik Penaklukan yang Penuh Hikmah Setelah Abu Sufyan masuk Islam dan diberikan jaminan keamanan, Rasulullah ﷺ menyusun strategi cerdas untuk menunjukkan kekuatan pasukan Islam kepada penduduk Mekah. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar mereka sadar bahwa melawan hanya akan membawa kehancuran, sehingga mereka memilih damai. Abu Sufyan Menyaksikan Kemegahan Pasukan Islam Rasulullah ﷺ memerintahkan Abbas:  “ يَا عَبَّاسُ احْبِسْهُ بِمَضِيقِ الْوَادِي عِنْدَ خَطْمِ الْجَبَلِ حَتَّى تَمُرَّ بِهِ جُنُودُ اللَّهِ فَيَرَاهَا ” Artinya: “Wahai Abbas, tahanlah dia (Abu Sufyan) di celah sempit lembah dekat ujung gunung, hingga pasukan-pasukan Allah melewatinya sehingga ia melihat mereka.” Abbas pun membawa Abu Sufyan (ada yang mengatakan bersama Hakim dan Budail) ke tempat yang diperintahkan. Pasukan demi pasukan lewat dengan membawa bendera masing-masing. Ketika lewat pasukan  Ghifar , Abu Sufyan bertanya: “Wahai Abbas, siap...