Postingan

Petualangan Berbahaya: Serangan Musuh dan Tradisi Menghenyakkan di India

Gambar
Meninggalkan Abu Har dengan Waspada Kami bersiap meninggalkan Kota Abu Har menuju petualangan berikutnya. Di hadapan kami terbentang padang pasir yang membutuhkan waktu sehari perjalanan untuk melintasinya. Di ujung-ujung padang pasir itu berdiri gunung-gunung kokoh yang sulit dijangkau, menjadi benteng alami bagi sekelompok orang Hindu yang mendiaminya. Mereka sering turun gunung untuk merampok dan memotong jalan para musafir yang melintas. Perlu diketahui bahwa penduduk India kebanyakan adalah orang-orang non muslim. Mereka terbagi menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah mereka yang tunduk kepada pemerintahan Islam dan membayar jizyah (pajak perlindungan). Mereka tinggal di desa-desa dan memiliki seorang penguasa Muslim yang ditunjuk oleh pejabat kerajaan atau oleh pemilik tanah yang diberi wewenang (iqtha'). Golongan kedua adalah mereka yang membangkang dan memerangi kaum Muslimin. Mereka bersembunyi di gunung-gunung dan sering memotong jalan. Serangan Mendadak di Pa...

Nizār, Rabī‘ah, Muḍar, dan Lahirnya Quraisy

Gambar
Di tengah labirin sejarah suku-suku Arab kuno, nama  Nizār  berdiri sebagai salah satu simpul penting. Di sekelilingnya menjuntai nama-nama besar:  Rabī‘ah ,  Muḍar ,  Iyād ,  Anmār , dan dari cabang-cabang itu lahir puluhan kabilah yang kelak mengisi lembar-lembar sejarah: dari padang pasir Najd hingga Lembah Mekah. Nizār: Leluhur yang Diperebutkan Dalam tradisi ahli nasab, Nizār digambarkan sebagai  putra Ma‘add  yang menikah dengan seorang wanita Jurhumi, Ma‘ānah. Dari pasangan inilah lahir empat tokoh: Rabī‘ah, Muḍar, Iyād, dan Anmār. Mereka tidak hanya sekadar empat orang, tetapi menjadi titik awal bagi banyak kabilah besar yang tersebar di jazirah. Namun, sebagaimana sering terjadi dalam sejarah suku,  batas antara fakta dan dongeng  tidak selalu jelas. Para ahli khabar menuturkan kisah-kisah tentang bagaimana keempat putra Nizār itu saling berselisih, bagaimana mereka membagi-bagi wilayah, hingga konon mereka bersengketa dan...

Tahun Penuh Kenangan: Antara Duka dan Kebahagiaan di Sekitar Rasulullah ﷺ

Gambar
Kepergian Seorang Sahabat Mulia: Wafatnya Abu Salamah Semuanya berawal dari sebuah kepergian yang menyisakan duka mendalam. Di penghujung bulan Jumadil Awal, kabar duka menyelimuti keluarga besar kaum muslimin. Abu Salamah, seorang sahabat mulia, telah berpulang ke rahmatullah. Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal Al-Qurasyi Al-Makhzumi. Ia bukanlah orang sembarangan. Ibunya, Barrah binti Abdul Muthalib, adalah bibi Rasulullah ﷺ . Bahkan, ikatan persaudaraannya dengan Nabi ﷺ semakin kuat karena mereka sama-sama pernah disusui oleh Tsuwaibah, budak wanita Abu Lahab. Itulah mengapa ia adalah saudara sepersusuan Rasulullah ﷺ . Abu Salamah adalah salah satu dari orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Demi mempertahankan imannya, ia rela meninggalkan tanah kelahirannya, berhijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia) bersama istri tercintanya, Ummu Salamah. Di sana, mereka dikaruniai anak-anak. Sepulang dari Habasyah ke Makkah, ia kembali menunjukkan keberaniannya den...

Keajaiban Flora India: Buah-Buahan dan Tanaman yang Mempesona

Gambar
Pohon Anba: Raksasa di Antara Pepohonan Memasuki negeri India, aku disambut oleh pemandangan yang sama sekali baru. Pepohonan tumbuh subur di mana-mana, namun bukan pohon yang biasa kulihat di negeri Syam, Maghribi, atau Irak. Semuanya asing, semuanya mengundang rasa ingin tahu. Salah satu pohon yang paling menarik perhatianku adalah pohon  Anba  (dibaca: An-ba, dengan 'ain difathah, nun disukun, dan ba' difathah). Pohon ini menyerupai pohon jeruk manis (naranj), namun jauh lebih besar dan lebih rimbun daunnya. Di bawah naungannya, udara terasa sejuk, namun anehnya, siapa pun yang tidur di bawah pohon ini akan jatuh sakit. Maka penduduk setempat pun menghindari tidur di bawah pohon Anba. Buahnya sebesar buah tin besar. Ketika masih hijau dan belum matang sempurna, penduduk memungut buah yang jatuh lalu memberi garam padanya. Mereka mengasinkannya sebagaimana kami mengasinkan limau dan lemon di negeri kami. Begitu pula mereka mengasinkan jahe hijau dan tandan-tandan lada....

Jejak Kabilah ‘Akk dan Perebutan Nasab Anak-Anak Ma‘add

Gambar
Di antara hamparan sejarah suku-suku Arab awal, ada nama-nama yang hari ini nyaris tenggelam, tetapi dulu sangat kuat gaungnya. Salah satunya adalah kabilah  ‘Akk , yang sering dikelompokkan bersama rumpun besar  Bani ‘Adnān  dan ditempatkan berdekatan dengan suku-suku keturunan  Ma‘add . ‘Akk: Antara Adnani dan Yamani Dalam narasi para ahli sejarah klasik, kabilah ‘Akk menempati wilayah selatan tanah Ma‘add. Ada kisah yang menyebut bahwa ketika raja Babilonia, Bukhtanashar, menyerbu daerah “Ḥaḍurā” di Yaman, kabilah ‘Akk meninggalkan negeri mereka dan pindah ke Yaman. Di sana mereka menetap, berbaur, dan perlahan-lahan  nasab mereka bercampur dengan masyarakat Yaman . Lama-kelamaan, orang-orang ‘Akk mendiami jalur pesisir Tihāmah, dari wilayah Yaman hingga mendekati Jeddah. Dari sisi bahasa, kata “‘akk” sendiri di antara maknanya adalah “panas yang sangat menyengat”, seolah menggambarkan betapa keras dan teriknya alam yang mereka huni. Sebagian ahli nas...

Perang Badar al-Akhirah: Keteguhan Hati di Tengah Tipu Daya

Gambar
Janji yang Harus Ditepati Bulan Sya'ban tahun keempat Hijriah menjadi saksi sebuah peristiwa yang menunjukkan betapa teguhnya kaum Muslimin memegang janji. Setahun telah berlalu sejak Perang Uhud, ketika Abu Sufyan, pemimpin Quraisy, menantang Rasulullah ﷺ untuk bertemu kembali di medan Badar. Kini saatnya tiba. Rasulullah ﷺ keluar dari Madinah bersama seribu lima ratus orang sahabat. Beliau menunjuk  Abdullah bin Abdullah bin Ubay  — putra pemimpin kaum munafik — untuk mengurus kota Madinah selama ketiadaannya. Sebuah pilihan yang menunjukkan bahwa Rasul tidak pernah membeda-bedakan berdasarkan keyakinan seseorang. Tujuan mereka adalah Badar, sebuah tempat yang sudah tidak asing lagi. Di sinilah setahun sebelumnya Allah memberikan kemenangan besar kepada kaum Muslimin. Namun kali ini Badar bukan hanya medan pertempuran potensial, tetapi juga pasar tahunan yang ramai. Setiap bulan Sya'ban, para pedagang dari berbagai penjuru berdatangan ke Badar untuk mengadakan transa...

Menuju Singgasana Delhi: Petualangan Ibnu Battuta di Multan

Gambar
Perubahan Kebijakan Sang Sultan Dua tahun telah berlalu sejak kedatanganku di India. Kemudian terjadilah peristiwa besar: Sultan Muhammad Syah mengangkat sumpah setia kepada Khalifah Abu al-Abbas al-Abbasi. Seiring dengan itu, beliau mengeluarkan kebijakan baru yang menggembirakan rakyat. Seluruh pajak yang memberatkan dihapuskan. Kini, tidak ada lagi pungutan kecuali zakat dan 'usyur (sepersepuluh) sebagaimana yang disyariatkan Islam. Di saat kami hendak menyeberangi lembah besar menuju Multan, petugas-petugas kerajaan memeriksa seluruh barang bawaan para pelintas dengan teliti. Hatiku cemas bukan kepalang. Meskipun barang-barangku tidak seberapa, namun di mata orang banyak aku tampak seperti orang besar. Aku khawatir mereka akan membongkar seluruh isi bawaanku dan melihat betapa sederhananya harta yang kupunya. Namun Allah Maha Lembut kepada hamba-Nya. Seorang perwira tinggi dari pasukan Quthb al-Mulk, penguasa Multan, tiba-tiba datang. Ia memerintahkan agar aku tidak diper...