Postingan

Penumpasan Para Murtadin di Bahrain dan Oman

Gambar
Murtadnya Penduduk Bahrain dan Kembalinya Mereka ke dalam Islam Kisah mereka bermula ketika Rasulullah ﷺ mengutus Al-Ala bin al-Hadrami kepada raja mereka, Al-Mundhir bin Sawa al-Abdi. Al-Mundhir masuk Islam di hadapannya, dan Al-Ala menegakkan Islam serta keadilan di tengah mereka. Al-Mundhir wafat tidak lama setelah wafatnya Nabi ﷺ . Amr bin al-Aas sempat menjenguknya saat ia sakit menjelang ajal. Al-Mundhir bertanya kepadanya: "Wahai Amr, apakah Rasulullah ﷺ membolehkan orang yang sakit untuk menyedekahkan sebagian hartanya?". Amr menjawab: "Ya, sepertiganya". Al-Mundhir bertanya lagi: "Apa yang harus aku lakukan dengannya?". Amr menjawab: "Jika engkau mau, sedekahkanlah kepada kerabatmu, atau kepada orang-orang yang membutuhkan, atau engkau jadikan sedekah jariyah (wakaf) setelahmu". Al-Mundhir berkata: "Aku tidak suka menjadikannya seperti Bahirah , Sa'ibah , Wasilah , atau Ham (tradisi jahiliyah), tetapi aku akan menyedekahk...

Arab Aribah dan Arab Musta'ribah: Memahami Istilah Klasik yang Salah Kaprah

Gambar
Pengantar Siapa yang tidak kenal istilah  "Arab Aribah"  (Arab asli) dan  "Arab Musta'ribah"  (Arab yang meng-Arabkan diri)? Sebagian besar dari kita mungkin langsung berpikir: Arab Aribah adalah  keturunan Qahthan  (Yaman), sedangkan Arab Musta'ribah adalah  keturunan 'Adnan  (Arab Utara) yang belajar bahasa Arab dari suku Jurhum. Tapi benarkah demikian? Mari kita telusuri makna sebenarnya dari kedua istilah ini berdasarkan sumber-sumber klasik. Asal-usul Istilah: Lebih Tua dari Islam? Menurut riwayat para ahli bahasa dan ahli sejarah, istilah "Arab Aribah" dan "Arab Musta'ribah" adalah istilah  kuno  yang konon sudah ada sejak zaman Jahiliyah. Namun, jika kita kaji dengan saksama, kita akan keluar dengan  keyakinan yang berbeda . Faktanya,  orang-orang Jahiliyah tidak menggunakan kedua istilah ini dengan makna seperti yang dipahami oleh orang-orang Islam (setelah masa kodifikasi) . Lalu, apa sebenarnya maksud ...

Penumpasan Orang-Orang Mrtad oleh Khalid bin Al Walid

Gambar
Perjalanan Khalid bin Al-Walid dari Dzul Qashah untuk Memerangi Orang Murtad Diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa ketika Abu Bakar menunjuk Khalid bin Al-Walid untuk memerangi kaum murtad, beliau teringat sabda Rasulullah ﷺ : « نِعْمَ عَبْدُ اللهِ وَأَخُو العَشِيرَةِ خَالِدُ بْنُ الوَلِيدِ، سَيْفٌ مِنْ سُيُوفِ اللهِ عَلَى الكُفَّارِ وَالمُنَافِقِينَ » "Sebaik-baik hamba Allah dan saudara kerabat adalah Khalid bin Al-Walid, ia adalah pedang di antara pedang-pedang Allah yang terhunus kepada orang-orang kafir dan munafik." Abu Bakar memerintahkan Khalid untuk pergi terlebih dahulu menghadapi Tulaihah Al-Asadi, kemudian menuju Bani Tamim. Sebelum pasukan Khalid tiba, Abu Bakar mengutus Adi bin Hatim untuk membujuk kaumnya (suku Thayyi') agar kembali kepada Islam. Awalnya mereka menolak dengan kasar, namun berkat kegigihan Adi, mereka akhirnya melunak. Dalam perjalanan, dua pengintai Muslim, Tsabit bin Aqram dan Ukasyah bin Mihshan, gugur dibunuh oleh Tulaihah dan s...

Qahthani dan 'Adnani: Konflik Identitas yang Lahir di Masa Islam

Gambar
Fakta Mengejutkan: Akar Konflik Bukan di Jahiliyah Kita sering mendengar bahwa bangsa Arab sejak zaman kuno terbagi menjadi dua kabilah besar:  Qahthani  (Yaman) dan  'Adnani  (Arab Utara). Tapi tahukah Anda?  Ini hanyalah ilusi sejarah. Penelitian modern mengungkapkan bahwa apa yang kita sebut Qahthani dan 'Adnani sebenarnya hanyalah  salah satu halaman dari konflik politik yang terjadi di masa Islam . Para pemicu konflik sengaja  mengembalikannya ke masa lalu yang jauh , membuatkan sejarah kuno untuknya, dan meriwayatkan syair-syair palsu—bahkan sampai menisbahkan syair kepada Nabi Adam, Habil, Qabil, dan jin! Konflik ini menjadi  pemicu utama  pencatatan nasab Arab ke dalam buku. Persaingan dan pengelompokan suku pada masa itu berdampak sangat besar terhadap pembukuan nasab—baik nasab suku-suku Islam maupun nasab suku-suku Jahiliyah. Semua dicatat berdasarkan  pandangan yang sedang populer saat pencatatan , yaitu puncak fanatism...

Gerakan Murtad dan Penumpasannya

Gambar
Khotbah Ash-Shiddiq Setelah Pembaiatan dan Pemakaman Rasulullah ﷺ Saif bin Umar al-Tamimi meriwayatkan dari Ashim bin Adi, ia berkata: Penyeru Abu Bakar mengumumkan pada hari setelah wafatnya Rasulullah ﷺ agar menyempurnakan pengiriman pasukan Usamah. Ia berseru, "Hendaknya tidak ada seorang pun dari pasukan Usamah yang tersisa di Madinah, kecuali harus keluar menuju markas mereka di al-Jurf." Kemudian Abu Bakar berdiri di hadapan orang-orang, memuji Allah dan menyanjung-Nya, lalu berkata: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku tidak tahu, mungkin kalian akan membebaniku dengan apa yang dahulu mampu dipikul oleh Rasulullah ﷺ . Sesungguhnya Allah telah memilih Muhammad atas seluruh alam dan menjaganya dari segala kekurangan. Aku hanyalah seorang pengikut dan bukan pembuat bid'ah. Jika aku bertindak lurus, maka ikutilah aku; namun jika aku menyimpang, maka luruskanlah aku. Sesungguhnya Rasulullah ﷺ wafat dalam keadaan tid...