Postingan

Surat-Surat Cinta untuk Dunia: Ketika Islam Menyapa Para Penguasa

Gambar
Perjanjian Hudaibiyah telah mengubah peta politik Jazirah Arab. Ancaman dari Quraisy mereda, dan untuk pertama kalinya kaum Muslimin memiliki kesempatan bernapas lega. Rasulullah ﷺ melihat peluang emas ini. Kini saatnya menyebarkan risalah Islam tidak hanya kepada penduduk Arab, tetapi kepada seluruh umat manusia. Beliau akan menyapa para raja dan penguasa di empat penjuru dunia dengan pesan yang sama: Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Momen Bersejarah di Balik Kedamaian Kembali dari Hudaibiyah, Rasulullah ﷺ merasa aman dari gangguan Quraisy yang selama ini menjadi penghalang utama dakwah Islam. Beliau tahu bahwa risalahnya tidak terbatas untuk orang Arab saja. Allah telah berfirman: قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا "Katakanlah (Muhammad), 'Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua.'" (QS. Al-A'raf: 158) وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ "Dan Kami tidak mengu...

Ketika Allah Membela Para Wanita Mukmin yang Hijrah

Perjanjian Hudaibiyah telah disepakati. Salah satu pasalnya yang paling berat bagi kaum Muslimin adalah ketentuan bahwa siapa pun dari Quraisy yang datang kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan muslim, harus dikembalikan kepada kaumnya. Pasal ini menjadi ujian berat. Namun tidak lama setelah perjanjian itu, datanglah sekelompok wanita dari Mekah yang memeluk Islam dan ingin berhijrah ke Madinah. Bagaimana nasib mereka? Akankah mereka juga dikembalikan? Ummu Kultsum dan Peristiwa yang Mengubah Hukum Di antara wanita yang datang saat itu adalah Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mu'aith. Kedua saudara laki-lakinya, Ammarah dan Al-Walid, segera menyusul ke Madinah. Mereka meminta kepada Rasulullah ﷺ agar Ummu Kultsum dikembalikan kepada mereka sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat. Rasulullah ﷺ menolak permintaan itu. Beliau bersabda: "Ketentuan itu berlaku untuk kaum laki-laki, bukan untuk kaum wanita." Saat itu juga, Allah menurunkan wahyu yang membenarkan sikap...

Surat Al-Fath: Ketika Kemenangan Datang Tanpa Pedang

Gambar
Peristiwa Hudaibiyah telah usai. Rasulullah ﷺ dan para sahabat kembali ke Madinah dengan perasaan campur aduk. Ada yang lega, ada pula yang masih menyimpan tanya di hati. Namun di tengah perjalanan pulang, langit Madinah kembali disinari wahyu. Turunlah Surat Al-Fath, sebuah surat yang mengubah cara pandang para sahabat tentang apa yang baru saja mereka alami. Surat ini bukan sekadar bacaan, melainkan penjelasan Ilahi bahwa apa yang tampak sebagai kemunduran ternyata adalah kemenangan yang nyata. Al-Fath: Kemenangan yang Sesungguhnya Allah memulai surat ini dengan kabar yang menggembirakan: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata." (QS. Al-Fath: 1) Para ulama sepakat bahwa "kemenangan yang nyata" ( fathan mubina ) yang dimaksud dalam ayat ini adalah Perjanjian Hudaibiyah. Sebuah kesepakatan da...

Bai'atur Ridwan: Ketika Allah Meridhai Para Mukmin di Bawah Pohon

Gambar
Perjalanan menuju umrah kali ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Quraisy yang keras kepala tetap bersikeras menghalangi rombongan kaum Muslimin untuk memasuki Mekah. Namun di balik kebuntuan ini, Allah menyimpan sebuah kejutan besar yang akan menjadi titik balik sejarah. Sebuah baiat (janji setia) yang membuat Allah sendiri meridhai mereka, dan sebuah perjanjian damai yang oleh para sejarawan disebut sebagai  Al-Fathul Mubin  (Kemenangan yang Nyata). Kabar yang Menggetarkan: Utsman Diduga Dibunuh Saat utusan Rasulullah, Utsman bin Affan, tertahan di Mekah lebih lama dari perkiraan, tersiar kabar yang menghentak seluruh pasukan: Utsman telah dibunuh Quraisy! Kabar ini bagaikan petir di siang bolong. Darah para sahabat mendidih. Rasulullah ﷺ yang mendengar kabar ini bersabda dengan tegas: "Kita tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum kita memerangi kaum itu." Baiat di Bawah Pohon Samurah Seruan untuk berperang pun dikumandangkan. Rasulullah ﷺ mengajak pa...