Postingan

Para Tawanan Perarng Badar

Gambar
Tawanan Badar dan Ketegangan di Madinah Beberapa hari setelah kemenangan besar di Perang Badar, suasana Madinah mulai tenang. Kaum Muslimin baru saja merasakan pertolongan Allah yang luar biasa, sementara di tangan mereka kini ada banyak tawanan dari kaum Quraisy: para pemimpin, bangsawan, dan tokoh-tokoh yang sebelumnya sangat keras memusuhi Islam. Rasulullah ﷺ mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah: apa yang harus dilakukan terhadap para tawanan ini? Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallāhu ‘anhu, yang berhati lembut dan penuh kasih sayang, berkata dengan suara tenang: “Wahai Rasulullah, mereka ini adalah kaum dan kerabatmu. Menurutku, ambillah tebusan dari mereka. Harta itu akan menjadi kekuatan bagi kita untuk menghadapi orang-orang kafir. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka, sehingga suatu hari mereka justru menjadi penolong kita.” Rasulullah ﷺ kemudian menoleh kepada Umar bin Al-Khattab radhiyallāhu ‘anhu: “Bagaimana pendapatmu, wahai Ibnul Khaththab?” Umar, yang terke...

Rihlah Ibnu Bathutah #52 Kota Bulgar dan Negeri Kegelapan: Kisah Siang-Malam Singkat hingga Jamuan Sultan

Gambar
Perjalananku ke Kota Bulgar Aku pernah mendengar kisah tentang sebuah kota bernama Bulgar. Orang-orang bercerita bahwa di sana panjang malam dan siang terasa “tidak biasa”: pada satu musim malamnya begitu singkat, dan pada musim kebalikannya siang pun ikut menjadi sangat singkat. Cerita itu membuatku gelisah oleh rasa ingin tahu. Aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dari perkemahan sultan, jarak menuju Bulgar kira-kira sepuluh hari perjalanan. Aku memohon kepada sultan agar mengizinkanku pergi dan menyediakan pengantar. Ia pun mengutus seorang amir untuk menemaniku sampai tujuan. Aku tiba di Bulgar pada bulan Ramadan. Begitu kami menunaikan salat Magrib, kami berbuka. Namun azan Isya terdengar ketika kami masih makan. Kami pun bergegas salat Isya, lalu menyambungnya dengan Tarawih, kemudian Syaf‘ dan Witir. Belum lama selesai semuanya, fajar sudah muncul. Seakan-akan malam baru saja dimulai, tetapi sudah berakhir. Begitu pula pada musim yang berlawanan, siang di kot...

Perang Badar Kubra Bagian 5

Gambar
Angin gurun Badar belum lama reda ketika Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam berdiri di tengah para sahabat. Hari itu, kaum muslimin bersiap menghadapi pasukan besar Quraisy yang datang dari Makkah. Beliau mengobarkan semangat para sahabat untuk berperang di jalan Allah, namun di saat yang sama, beliau tidak lupa akan sebuah hak: hak orang-orang yang pernah berbuat baik kepadanya, meskipun mereka ketika itu masih berada di barisan musyrikin. Wasiat Nabi tentang Sebagian Orang Quraisy Rasulullah mengetahui bahwa tidak semua orang Quraisy yang datang ke Badar benar-benar suka memeranginya. Sebagian dipaksa keluar karena fanatisme kabilah dan tekanan kaumnya. Di antara mereka ada orang-orang yang dulu pernah melindungi beliau di Makkah, membela beliau ketika dizalimi, dan berdiri di pihak kebenaran saat kezaliman memuncak. Di hadapan para sahabat, beliau menyampaikan wasiat yang lembut namun tegas: «إِنِّي قَدْ عَرَفْتُ رِجَالًا مِنْ بَنِي هَاشِمٍ وَغَيْرِهِمْ قَدْ أُخْرِجُوا كُرْهًا...

Rihlah Ibnu Bathutah #51 Bertemu Sultan Uzbeg Khan: Kemegahan Golden Horde, Khatun, dan Tata Istana Saray

Gambar
Dalam Bayang-bayang Sultan Agung Uzbeg Aku, Ibnu Bathutah, mendengar banyak kabar tentang seorang raja besar di negeri padang rumput itu. Namanya Muhammad Uzbeg. Di kalangan mereka, gelar “Khan” berarti sultan. Dan memang, sultan ini bukan penguasa biasa: kerajaannya luas, tenteranya kuat, wibawanya tinggi, dan kedudukannya menjulang di mata bangsa-bangsa. Orang-orang menceritakan kepadaku bahwa ia termasuk salah satu dari tujuh raja besar yang dianggap sebagai pembesar dunia pada masa itu. Di antara mereka ada tuanku—Amirul Mukminin Sultan Abu ‘Inan Faris al-Marini—lalu Sultan Mesir dan Syam, Sultan Irak, Sultan Uzbeg ini, Sultan Turkistan dan Ma Wara’ an-Nahr, Sultan India, dan Sultan Cina. Wilayah Sultan Uzbeg amat lebar. Kota-kotanya besar, dan namanya sering disebut oleh para pedagang dan musafir: Kaffa, Krimea, Majar, Azak, Suradak, Khawarizm. Adapun ibu kotanya bernama Saray, tempat pusat pemerintahan dan berkumpulnya para pembesar. Yang paling menonjol dari dirinya adal...

Perang Badar Kubra Bagian 4

Gambar
Wasiat Nabi ﷺ Menjelang Pertempuran Pagi itu, di dataran Badar yang sunyi, dua pasukan sudah saling mendekat. Debu berterbangan di cakrawala, sementara detak jantung para prajurit terdengar dalam diam. Di satu sisi, pasukan Quraisy datang dengan jumlah besar, perlengkapan lengkap, dan kuda-kuda yang gagah. Di sisi lain, kaum muslimin yang jumlahnya jauh lebih sedikit, hampir tanpa kuda, berdiri teguh di posisi mereka, menanti perintah Rasulullah ﷺ. Sebelum pertempuran dimulai, Rasulullah ﷺ berpesan kepada para sahabat dengan strategi yang sangat matang. Beliau bersabda: «لَا تَحْمِلُوا حَتَّى آمُرَكُمْ، وَإِنِ اكْتَنَفَكُمُ الْقَوْمُ فَانْضَحُوهُمْ بِالنَّبْلِ، وَلَا تَسُلُّوا السُّيُوفَ حَتَّى يَغْشُوكُمْ» “Janganlah kalian menyerang hingga aku perintahkan. Jika musuh telah mengepung kalian, hujani mereka dengan panah. Janganlah kalian menghunus pedang hingga mereka menyerbu kalian.” Dengan jumlah yang sedikit dan hampir tanpa kavaleri, kaum muslimin tidak mungkin melakukan serangan t...