Postingan

Menuju Ibu Kota Delhi: Perjalanan Akhir Menuju Pusat Kekuasaan

Gambar
Sarsati: Kota Beras yang Makmur Dari Kota Ajodhan, kami melanjutkan perjalanan selama empat hari hingga tiba di Kota  Sarsati  . Kota ini besar dan terkenal dengan produksi berasnya yang melimpah. Beras Sarsati terkenal lezat dan menjadi pemasok utama bagi ibu kota Delhi. Pendapatan pajak kota ini sangat besar, namun aku lupa berapa jumlah persisnya yang pernah disebutkan oleh Syamsuddin al-Busyanji kepadaku. Hansi: Kota Benteng Peninggalan Raja Kafir Kami berangkat lagi dan tiba di Kota  Hansi  . Kota ini sungguh menakjubkan. Ia termasuk kota terindah, terkokoh, dan terpadat penduduknya yang pernah kulihat. Bentengnya sangat besar dan megah. Penduduk setempat bercerita bahwa benteng ini dibangun oleh seorang raja kafir termasyhur bernama  Turah . Banyak kisah dan legenda tentangnya yang masih hidup di kalangan masyarakat. Dari kota Hansi inilah berasal beberapa tokoh penting:  Kamaluddin Shadr al-Jahan , hakim tertinggi (qadhi al-qudhat) di India; ...

Bagaimana Taurat Membentuk Cerita Silsilah Arab

Gambar
Di balik nama-nama besar dalam sejarah Arab—seperti ‘Adnān, Qaḥṭān, Ma‘add, dan Nizār—ada lapisan halus yang jarang terlihat:  pengaruh kitab-kitab suci Bani Israil, terutama Taurat , terhadap cara kaum Muslim awal memahami dan menuliskan silsilah mereka. Dari Al‑Qur’an ke Taurat: Mencari Rangkaian Kisah Ketika Al‑Qur’an datang dengan kisah-kisah tentang Adam, Nuh, Ibrahim, Isma‘il, ‘Ād, Ṡamūd, dan bangsa-bangsa purba, ia menyebut mereka  secara singkat dan padat . Bagi generasi pertama Muslim, kisah-kisah ini menimbulkan rasa ingin tahu: siapa tepatnya kaum ‘Ād dan Ṡamūd? Di mana mereka tinggal? Dari mana mereka datang? Jawaban terperinci tidak selalu mereka temukan dalam Al‑Qur’an sendiri. Maka mereka pun menoleh kepada pihak yang mereka anggap “ahli sejarah terdahulu”:  Ahlul Kitab  — kaum Yahudi dan Nasrani yang sudah berabad-abad hidup di sekitar mereka dan menyimpan kitab-kitab tua. Dari sinilah bermula peran tokoh-tokoh seperti  Ka‘b al‑Ahbār ,...

Tahun Kelima Hijriah: Ekspedisi, Ujian, dan Pelajaran Berharga

Gambar
Waktu terus berjalan, membawa Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya memasuki tahun kelima pasca hijrah. Tahun ini kembali diwarnai dengan berbagai peristiwa besar, mulai dari ekspedisi militer ke wilayah utara, hingga ujian berat yang menerpa rumah tangga Nabi dan kaum muslimin. Namun dari setiap peristiwa, selalu ada hikmah dan pelajaran yang berharga. Ekspedisi ke Dumatul Jandal Pada bulan Rabiul Awal tahun kelima hijriah, sampailah kabar kepada Rasulullah ﷺ bahwa di daerah Dumatul Jandal telah berkumpul sekelompok besar orang. Mereka dilaporkan suka merampok dan mengganggu siapa saja yang melintas di wilayah mereka, bahkan mereka berencana untuk mendekati Madinah. Dumatul Jandal sendiri adalah sebuah oasis yang terletak di perbatasan antara Hijaz dan Syam, berjarak tidak lebih dari lima hari perjalanan dari Damaskus. Mendengar berita ini, Rasulullah ﷺ segera mengajak para sahabatnya untuk bersiap berangkat. Beliau mengerahkan sekitar seribu pasukan dan menunjuk Siba' b...

Petualangan Berbahaya: Serangan Musuh dan Tradisi Menghenyakkan di India

Gambar
Meninggalkan Abu Har dengan Waspada Kami bersiap meninggalkan Kota Abu Har menuju petualangan berikutnya. Di hadapan kami terbentang padang pasir yang membutuhkan waktu sehari perjalanan untuk melintasinya. Di ujung-ujung padang pasir itu berdiri gunung-gunung kokoh yang sulit dijangkau, menjadi benteng alami bagi sekelompok orang Hindu yang mendiaminya. Mereka sering turun gunung untuk merampok dan memotong jalan para musafir yang melintas. Perlu diketahui bahwa penduduk India kebanyakan adalah orang-orang non muslim. Mereka terbagi menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah mereka yang tunduk kepada pemerintahan Islam dan membayar jizyah (pajak perlindungan). Mereka tinggal di desa-desa dan memiliki seorang penguasa Muslim yang ditunjuk oleh pejabat kerajaan atau oleh pemilik tanah yang diberi wewenang (iqtha'). Golongan kedua adalah mereka yang membangkang dan memerangi kaum Muslimin. Mereka bersembunyi di gunung-gunung dan sering memotong jalan. Serangan Mendadak di Pa...

Nizār, Rabī‘ah, Muḍar, dan Lahirnya Quraisy

Gambar
Di tengah labirin sejarah suku-suku Arab kuno, nama  Nizār  berdiri sebagai salah satu simpul penting. Di sekelilingnya menjuntai nama-nama besar:  Rabī‘ah ,  Muḍar ,  Iyād ,  Anmār , dan dari cabang-cabang itu lahir puluhan kabilah yang kelak mengisi lembar-lembar sejarah: dari padang pasir Najd hingga Lembah Mekah. Nizār: Leluhur yang Diperebutkan Dalam tradisi ahli nasab, Nizār digambarkan sebagai  putra Ma‘add  yang menikah dengan seorang wanita Jurhumi, Ma‘ānah. Dari pasangan inilah lahir empat tokoh: Rabī‘ah, Muḍar, Iyād, dan Anmār. Mereka tidak hanya sekadar empat orang, tetapi menjadi titik awal bagi banyak kabilah besar yang tersebar di jazirah. Namun, sebagaimana sering terjadi dalam sejarah suku,  batas antara fakta dan dongeng  tidak selalu jelas. Para ahli khabar menuturkan kisah-kisah tentang bagaimana keempat putra Nizār itu saling berselisih, bagaimana mereka membagi-bagi wilayah, hingga konon mereka bersengketa dan...

Tahun Penuh Kenangan: Antara Duka dan Kebahagiaan di Sekitar Rasulullah ﷺ

Gambar
Kepergian Seorang Sahabat Mulia: Wafatnya Abu Salamah Semuanya berawal dari sebuah kepergian yang menyisakan duka mendalam. Di penghujung bulan Jumadil Awal, kabar duka menyelimuti keluarga besar kaum muslimin. Abu Salamah, seorang sahabat mulia, telah berpulang ke rahmatullah. Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal Al-Qurasyi Al-Makhzumi. Ia bukanlah orang sembarangan. Ibunya, Barrah binti Abdul Muthalib, adalah bibi Rasulullah ﷺ . Bahkan, ikatan persaudaraannya dengan Nabi ﷺ semakin kuat karena mereka sama-sama pernah disusui oleh Tsuwaibah, budak wanita Abu Lahab. Itulah mengapa ia adalah saudara sepersusuan Rasulullah ﷺ . Abu Salamah adalah salah satu dari orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Demi mempertahankan imannya, ia rela meninggalkan tanah kelahirannya, berhijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia) bersama istri tercintanya, Ummu Salamah. Di sana, mereka dikaruniai anak-anak. Sepulang dari Habasyah ke Makkah, ia kembali menunjukkan keberaniannya den...