Postingan

Tafsir Singkat Ayat-Ayat Perang Tabuk

Gambar
Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan banyak ayat berkaitan dengan Perang Tabuk. Berikut penjelasan ringkasnya. 1. Ayat tentang rasa berat untuk berangkat berperang يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ Terjemahan: “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa ketika dikatakan kepadamu, ‘Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,’ kamu merasa berat dan ingin tinggal di dunia? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan akhirat) hanyalah sedikit.” (QS. At-Taubah: 38) Penjelasan: Ayat ini turun untuk mendorong kaum Muslimin ikut Perang Tabuk. Waktu itu kondisi sedang sulit: cuaca sangat panas, buah-buahan sedang ranum, dan orang-orang senang bernaung di tempat teduh. Allah menegur mereka yang ...

Perang Tabuk: Pelajaran dari Mereka yang Tertinggal

Gambar
Empat Golongan yang Tidak Ikut Berperang Dalam Perang Tabuk, mereka yang tidak ikut serta terbagi menjadi  empat golongan : Yang diperintah dan tetap mendapat pahala  – seperti  Ali bin Abi Thalib  dan  Muhammad bin Maslamah  (karena ditugaskan oleh Rasulullah di Madinah). Yang dimaafkan (udzur)  – yaitu orang-orang lemah, orang sakit, dan mereka yang tidak memiliki kendaraan serta tidak menemukan Rasulullah ﷺ memberi mereka bekal. Termasuk di dalamnya  kelompok al-Bakka'in  (orang-orang yang menangis karena tidak bisa ikut). Orang berdosa yang bertaubat  – yaitu  tiga orang yang tertinggal  (Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, Murarah bin ar-Rabi'), serta  Abu Lubabah  dan kelompoknya yang mengikat diri di tiang masjid hingga Allah menerima taubat mereka. Orang tercela yang buruk  – yaitu  kaum munafik , yang lahiriah berbeda deng...

Tabuk: Pelajaran dari Negeri Tsamud, Perjanjian Damai, dan Pengkhianatan di Balik Masjid

Gambar
Melewati Negeri Tsamud: Pelajaran bagi Orang-Orang yang Berakal Dalam perjalanan menuju Tabuk, pasukan Muslim melewati daerah  Al-Hijr  —bekas perkampungan kaum Tsamud, kaum yang mendustakan Nabi Shaleh dan dibinasakan Allah. Ketika melihat tempat itu, Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabat: “ لاَ تَدْخُلُوا مَسَاكِنَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ إِلاَّ أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ، أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَهُمْ ” Artinya: “Janganlah kalian memasuki tempat-tempat tinggal orang-orang yang menzalimi diri sendiri, kecuali dalam keadaan menangis (merenungkan azab), agar kalian tidak ditimpa seperti apa yang menimpa mereka.” Beliau kemudian menutupi kepalanya dengan kain dan mempercepat langkah unta hingga melewati lembah itu. Dalam riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Umar, disebutkan bahwa pasukan mengambil air dari sumur-sumur yang biasa digunakan kaum Tsamud. Mereka membuat adonan tepung dan memasak daging. Rasulullah ﷺ memerintahkan mereka untuk menuangkan masak...