Postingan

Penaklukan di Irak dan Wilayah Timur Tahap Kedua

Gambar
Penaklukan di Irak dan Wilayah Timur Tahap Kedua: Penaklukan di masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu di Irak yang dipimpin oleh Khalid bin Walid merupakan tahap pertama dari penaklukan Islam yang bergerak menuju wilayah Timur pada masa Khilafah Ar-Rasyidin. Pada masa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu , rencana penaklukan tersebut disempurnakan menjadi empat tahap, dan berikut ini adalah salah satunya: Pengangkatan Abu Ubaid Ats-Tsaqafi sebagai Panglima Perang di Irak: Ketika Ash-Shiddiq wafat dan dimakamkan pada malam Selasa tanggal dua puluh dua Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah, pagi harinya Umar langsung mengumpulkan masyarakat. Beliau mendorong dan memotivasi mereka untuk memerangi penduduk Irak, serta membuat mereka menyukai pahala dari jihad tersebut. Namun, tidak ada seorang pun yang bangkit berdiri, karena orang-orang enggan memerangi bangsa Persia disebabkan oleh kekuatan, dominasi, dan sengitnya cara berperang mereka. Kemudian pada hari ked...

Perlawanan Ratu Arab dan Raja Kedar terhadap Kekaisaran Asyur

Gambar
Ketika Gurun Melawan Mesopotamia Kisah ini bermula dari kekacauan yang terjadi di selatan Mesopotamia. Pada sekitar tahun 689 SM, Raja  Sanherib  dari Asyur berhasil memadamkan pemberontakan Babilonia. Setelah menghancurkan kota Babilon, ia mengarahkan pasukannya ke barat, ke tanah Syam (Suriah dan Palestina). Di sana, bangsa  Amon, Moab, Edom, Arab, dan Ibrani  telah bersekutu untuk melepaskan diri dari cengkeraman Asyur. Sanherib maju dengan cepat. Pasukannya merebut kota-kota Fenisia dan Palestina, hingga mencapai  Askelon . Di sebuah tempat bernama  Eltekeh  (Altakeh), pasukan Asyur bertempur melawan koalisi Arab dan Mesir. Kemenangan ada di pihak Asyur. Kota  Timnah  dan  Ekron  pun jatuh ke tangan mereka. Ratu Telhunu: Perlawanan dari Oase Dumat al-Jandal Di tengah padang pasir yang gersang, berdiri sebuah benteng alami bernama  Adumatu  — yang kita kenal sekarang sebagai  Dumat al-Jandal  (di...

Penaklukan Mesir

Gambar
Tanggal Penaklukan: Muhammad bin Ishaq dan Al-Waqidi menyatakan bahwa Mesir dan Iskandariyah ditaklukkan pada tahun 20 Hijriah. Abu Ma'syar berpendapat Mesir takluk tahun 20 H, sedangkan Iskandariyah tahun 25 H. Sementara itu, Saif berpendapat penaklukan keduanya terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 16 H. Ibnu al-Atsir mendukung pendapat Saif karena adanya kisah pengiriman bantuan pangan oleh Amr bin al-Ash dari Mesir ke Madinah pada Tahun Paceklik (Am al-Ramadah). Penaklukan Babilon: Setelah Umar r.a. dan kaum Muslimin menyelesaikan penaklukan Syam, beliau mengutus Amr bin al-Ash ke Mesir. Menurut Saif, Amr diutus setelah penaklukan Baitul Maqdis, kemudian disusul oleh pasukan bantuan yang dipimpin oleh Zubair bin Awwam bersama para sahabat lainnya. Mereka bertemu di pintu masuk Mesir (Benteng Babilon). Di sana, mereka dihadang oleh pemuka agama Mesir, Abu Maryam dan Abu Maryam, yang diutus oleh Muqauqis (penguasa Iskandariyah) untuk mempertahankan negeri mereka. Amr bin a...

Arab di Bulan Sabit Subur: Jejak Terawal dalam Prasasti Raksasa Mesopotamia

Gambar
Mendobrak Tabir Sejarah yang Tersembunyi Pernahkah Anda membayangkan bagaimana kehidupan bangsa Arab ribuan tahun sebelum Masehi? Siapa nama mereka? Bagaimana hubungan mereka dengan kerajaan-kerajaan adidaya pada zamannya: Akkadia, Asyur, Babilonia? Selama ini, kabut tebal menyelimuti masa lalu itu. Namun, berkat prasasti-prasasti yang digali dari reruntuhan istana Mesopotamia, kita sekarang dapat  mengintip jendela waktu  dan melihat sekelumit kisah nenek moyang bangsa Arab di Bulan Sabit Subur — wilayah yang membentang dari Irak hingga Suriah dan Palestina. Mari kita menyusuri lorong waktu bersama. Narambu: Penguasa Pertama yang Menyebut "Arab" Kisah tertua yang sampai kepada kita tentang hubungan antara bangsa Arab dengan Mesopotamia berasal dari sekitar  2270–2223 SM , yaitu pada zaman Raja  Naram-Sin  dari Akkadia. Dalam prasastinya, raja ini menyebut bahwa ia menguasai tanah-tanah yang berbatasan dengan Babel yang penduduknya adalah  "Aribu"...

Dilmun: Negeri Para Dewa, Pusat Perdagangan, dan Misteri Peradaban Kuno di Bahrain

Gambar
Tanah Suci di Tengah Teluk Di tengah perairan biru Teluk Persia, tersembunyi sebuah kepulauan yang oleh bangsa Sumeria dan Akkadia kuno disebut  Dilmun  (atau Tilmun). Namun, Dilmun bukan sekadar titik di peta. Ia adalah  tanah yang diselimuti aura kesucian , tempat di mana para dewa bersemayam, dan surga dalam imajinasi manusia Mesopotamia kuno. Apa yang membuat Dilmun begitu istimewa? Mari kita telusuri jejaknya. Dilmun dalam Catatan Kerajaan Mesopotamia Nama Dilmun muncul berulang kali dalam prasasti kerajaan-kerajaan besar Mesopotamia. Penguasa  Gudea  dari Lagash (sekitar 2100 SM) menyebut Dilmun bersama Magan sebagai sumber kayu untuk pembangunan kuil. Raja  Sargon dari Akkadia  (sekitar 2300 SM) mencantumkan Dilmun dalam daftar wilayah taklukannya.  Raja Sanherib  (Sanharib) dari Asyur, setelah menghancurkan Babilonia, mengirim utusan ke raja Dilmun dengan dua pilihan: tunduk kepada Asyur atau mengalami kehancuran. Raja D...

Penaklukan Baitul Maqdis

Gambar
Perjalanan Umar bin Khattab ke Syam Tahun 15 H   Abu Ja'far bin Jarir menyebutkan peristiwa ini pada tahun ini berdasarkan riwayat Saif bin Umar. Ringkasan dari apa yang ia dan sejarawan lainnya sebutkan adalah bahwa setelah Abu Ubaidah selesai dengan urusan Damaskus, ia menulis surat kepada penduduk Ilia (Baitul Maqdis). Ia mengajak mereka untuk memeluk Islam, membayar jizyah (pajak perlindungan), atau jika menolak, maka akan dilakukan perang. Mereka menolak ajakan tersebut, sehingga Abu Ubaidah berangkat bersama pasukannya dan menunjuk Said bin Zeid sebagai wakilnya di Damaskus. Abu Ubaidah kemudian mengepung Baitul Maqdis dan mempersempit ruang gerak mereka hingga akhirnya mereka bersedia untuk berdamai, dengan syarat bahwa yang menerima penyerahan tersebut haruslah Amirul Mukminin Umar bin Khattab sendiri. Abu Ubaidah menulis surat kepada Umar mengenai hal ini. Umar kemudian bermusyawarah dengan para sahabat. Utsman bin Affan menyarankan agar Umar tidak pergi agar penduduk Il...

Jejak Peradaban Kuno: Bahrain, Mesopotamia, dan Munculnya "Arab" dalam Catatan Sejarah

Gambar
Perdagangan Kuno antara Bahrain dan Mesopotamia Sekitar tahun  2000 sebelum Masehi , para pedagang dari kota kuno  Ur  (di Mesopotamia, Irak selatan) sudah menjalin hubungan dagang yang erat dengan  Bahrain . Mereka bahkan membangun armada kapal khusus untuk mengangkut barang dagangan. Namun, hubungan ini sebenarnya sudah berlangsung lebih awal.  Raja Sargon dari Akkadia  (sekitar 2300 SM) dikabarkan telah menguasai Bahrain dan Qatar. Kemudian sekitar tahun 1750 SM, Bahrain berada di bawah kekuasaan sebuah suku bernama  Agarum  (atau Ajarum)—sebuah nama yang mirip dengan "Ajaram" atau "Hajar", yang oleh sebagian peneliti dihubungkan dengan kota  Hajar  (kawasan Al-Ahsa di Arab Saudi timur). Suku ini membayar upeti kepada raja Asyur  Esarhaddon . Mengapa Bahrain begitu penting? Karena kepulauan ini—yang dalam sumber-sumber Mesopotamia kuno disebut  Dilmun —merupakan  pusat transit perdagangan  antara India, Afrik...