Postingan

Kebesaran Kepribadian Nabi Muhammad ﷺ: Fenomena yang Menggetarkan Musuh dan Meluluhkan Hati

Pendahuluan: Sumber Kekuatan Kepribadian Siapa pun yang menelusuri sejarah, baik para rasul, nabi, raja, penguasa, maupun tokoh pembawa ideologi dan gerakan reformasi, akan mendapati bahwa mereka memiliki  kepribadian yang kuat  yang memungkinkan mereka mempengaruhi orang-orang di sekitarnya, membuat perkataan mereka didengar dan perintah mereka dipatuhi. Sumber kekuatan kepribadian bisa bermacam-macam: Ada yang karena  kekerasan, kesombongan, dan tindakan tegas  terhadap siapa pun yang berbeda pendapat atau menyaingi kekuasaan mereka. Ada yang karena  keunggulan fisik, kekuatan, keberanian, dan kepahlawanan , terutama di medan perang. Ada yang karena  kewibawaan dan wibawa yang dianugerahkan Allah , disertai akhlak mulia dan keutamaan yang memaksa orang untuk menghormatinya, seperti keadilan, kasih sayang, kebaikan, dan kedermawanan. Ada pula yang karena  berasal dari keluarga terhormat  ...

Rasulullah ﷺ: Teladan Keadilan, Kejujuran, dan Adab Luhur

Nabi yang Paling Adil Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling adil dan paling jauh dari kezaliman. Beliau tidak pernah menzalimi seorang pun dalam hal darah, kehormatan, atau harta. Beliau tidak pernah berpihak dalam keputusan hukum. Keadilan beliau merata, baik dalam keadaan senang maupun marah. Beliau adalah contoh sempurna keadilan terhadap diri sendiri, keluarga, anak-anak, dan para sahabat. Bahkan, beliau pernah memberikan hak  qishash  (hukum balas) kepada orang lain atas dirinya sendiri. Telah kita sebutkan kisah beliau di Perang Badar bersama  Suwad bin Ghaziyyah  ketika beliau merapikan barisan, lalu menusuk perut Suwad dengan tongkat. Suwad berkata, “Wahai Rasulullah, engkau telah menyakitiku. Allah mengutusmu dengan kebenaran dan keadilan, maka berikanlah hakku.” Beliau pun menyingkap perutnya dan bersabda: “Ambillah qishash.” Suwad pun memeluk dan menciumnya. Dalam khutbah terakhir di akhir hayatnya, beliau bersabda: “ مَنْ جَلَدْتُ لَهُ ظَهْرًا ...

Rasulullah ﷺ: Pribadi yang Paling Pemalu dan Merendah

Nabi yang Paling Pemalu Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling pemalu dan paling menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak layak. Dalam Shahihain, dari  Abu Sa'id Al-Khudri  radhiyallahu 'anhu, ia berkata: “Rasulullah ﷺ lebih pemalu daripada seorang anak perawan di kamarnya. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, kami mengetahuinya dari wajah beliau.”  (HR. Bukhari-Muslim) Aisyah radhiyallahu 'anha  juga berkata: “Rasulullah ﷺ tidak pernah berkata kotor, tidak pernah berbuat kotor, tidak pula berteriak-teriak di pasar. Beliau tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi memaafkan dan mengampuni.” Beliau tidak pernah menegur seseorang secara langsung terhadap hal yang tidak disukainya, karena rasa malu dan kemuliaan jiwanya.  Anas bin Malik  berkata: “Seorang laki-laki masuk menemui beliau dengan bekas warna kuning (karena memakai pewarna kuning). Rasulullah ﷺ biasanya tidak pernah menegur seseorang secara langsung tentang hal yang tidak d...

Rasulullah ﷺ: Secercah Matahari Kedermawanan dan Lautan Zuhud

Nabi yang Paling Dermawan Dalam kemurahan hati, kedermawanan, dan kelapangan dada,  Rasulullah ﷺ tidak ada bandingannya . Beliau bagaikan samudra yang tak pernah surut oleh ribuan tangan yang meminta. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma  berkata: “Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan. Dan beliau paling dermawan di bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya untuk membacakan Al-Qur’an (mudarasah). Ketika Jibril menemuinya, beliau lebih dermawan menebarkan kebaikan daripada angin yang berhembus.”  (HR. Bukhari-Muslim) Tidak pernah sekali pun beliau ditanya sesuatu, lalu menjawab, “Tidak.” Memberi dengan Cuma-Cuma Tanpa Rasa Takut Miskin Kedermawanan beliau lahir dari kemuliaan tabiat, kelapangan jiwa, dan keyakinan penuh akan keluasan perbendaharaan Allah. Anas bin Malik  meriwayatkan: “Seorang laki-laki meminta kepada Nabi � seekor kambing yang banyak jumlahnya (sampai di antara dua gunung). Beliau memberinya. Laki-laki itu pulang ke kaumn...

Rasulullah ﷺ: Pahlawan Sejati, Penepati Janji, dan Pribadi Pemaaf

Keberanian yang Tak Tertandingi Rasulullah ﷺ memiliki kedudukan tertinggi dalam keberanian, kekuatan, dan keteguhan menghadapi maut.  Beliau pernah bergulat dengan Rukanah bin Yazid dan mengalahkannya  —padahal belum pernah ada yang mampu mengalahkan Rukanah. Peristiwa ini menjadi sebab masuk Islamnya Rukanah. Beliau hadir di medan-medan perang yang dahsyat.  Para pemberani dan kesatria sering kali melarikan diri, tetapi Rasulullah ﷺ tetap tegak, tidak mundur, tidak beranjak.  Tidak ada seorang pemberani pun yang tercatat pernah melarikan diri kecuali selain beliau. Anas bin Malik  berkata: “Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling tampan dan paling berani. Suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suara gemuruh. Orang-orang berjalan menuju arah suara. Ternyata Rasulullah ﷺ telah mendahului mereka dan kembali dari arah suara itu dengan menunggang kuda milik Abu Thalhah, pedang tergantung di lehernya, seraya bersabda: ‘Jangan takut, jangan takut.’” ...